- Gaming Gear, Hardware, Prosesor

CPU Flashback Tahun 2018: AMD Semakin Matang, Intel Masih Dalam Ketidakpastian

Tahun 2018 segera berakhir, dan ada banyak cerita hebat yang telah kami sajikan dalam panggung teknologi sejak awal tahun ini. Salah satunya datang dari dunia prosesor, tenaga komputasi yang bisa menjadi jantung berharga sebuah sistem Desktop PC maupun laptop. Dan ketika berbicara mengenai prosesor, dua rival abadi antara AMD dan Intel selalu menjadi tajuk utama pembicaraan banyak kalangan.

Untuk itulah, dibawah ini kami rangkum kembali beberapa hal besar dalam urusan prosesor yang memiliki peran signifikan dalam kemajuan teknologi di tahun 2018. Ada banyak hal yang bisa diceritakan, namun beberapa poin penting yang kami sajikan dibawah ini bisa menjadi patokan utama kamu untuk mengetahui lebih pasti.

Baca juga : AMD Ryzen 3000 Series Siap Diungkap Bulan Januari 2019

CPU Flashback Tahun 2018 : AMD Semakin Matang, Intel Masih Dalam Ketidakpastian

Perang antara AMD dan Intel sudah terjadi sejak dahulu kala, khususnya ketika berkaitan dengan dunia komputasi, baik prosesor Desktop maupun Mobile, termasuk juga untuk urusan Server. Dan biasanya, Intel selalu mengambil bagian kue terbesar sejak mereka mampu menguasai pasar dunia hingga akhir tahun 2016.

Nah, sedikit flashback kami di bawah ini mungkin bisa mencerahkan hati kamu, khususnya dalam urusan CPU yang dihadirkan baik dari sisi AMD maupun Intel hingga penghujung tahun ini.

AMD CPU Flashback

Sejak awal tahun 2017, AMD mulai menunjukan taring tajam dengan rilisnya seri Ryzen sebagai tombak utama untuk berperang. Dan sejak saat itu, kedigdayaan Intel setidaknya mulai berkurang, bahkan bisa sangat menyenangkan hati konsumen maupun penggemar dalam urusan harga.

Betapa tidak, barisan prosesor AMD ternyata memiliki kemampuan untuk “merusak” pasar yang selama ini dikuasai Intel pada seri High-end hingga pada pilihan entry-level, apalagi kekuatan multi-thread yang menggaris-bawahi CPU Ryzen benar-benar sangat menyenangkan hati kaum pembuat konten. Meski, awal rilis Ryzen tenyata memiliki sejumlah masalah, mulai dari kompabilitas Memori, hingga pada kinerja gaming yang masih jauh dari harapan. Untungnya, mereka terus belajar untuk memperbaiki kesalahan, bahkan termasuk yang paling rajin merilis driver untuk jauh lebih baik.

Hingga akhirnya, AMD berhasil menemukan racikan yang pas dan jauh lebih ideal, terlebih lagi untuk CPU desktop dengan solusi harga dan kinerja yang jauh lebih solid. Dan itu semua datang di tahun 2018 ini, dimana kehadiran beberapa prosesor Ryzen generasi ke dua, termasuk Ryzen yang disajikan dengan iGPU handal mulai menunjukan arah yang pasti.

Awal tahun 2018, AMD merilis seri Ryzen berbasis APU, dimana kali ini mereka memberikan pilihan yang jauh lebih seru dengan hadirnya iGPU Handal RX Vega didalamnya. Tentu, pilihan CPU ini menjadi tulang punggung utama bagi pengguna yang memiliki keterbatasan anggaran, disisi lain, mampu menghadirkan solusi hebat untuk gaming kasual tanpa harus membeli kartu grafis Extra.

CPU Flashback Tahun 2018

Ada dua pilihan yang menjadi layar utama AMD pada APUs berbasis Ryzen ini, yakni Ryzen 3 2200G dan Ryzen 5 2400G. Kedua pilihan ini benar-benar menjadi CPU terlaris, bahkan banyak memenangkan perhargaan besar. Disamping itu, mereka juga menebarkan pesona Ryzen pada seri Mobile, dimana seri awal yang dirilis AMD adalah Ryzen 3 2200U , Ryzen 5 2500U dan Ryzen 3 2700U.

Nama besar AMD semakin mencuat, terlebih lagi dalam urusan kinerja dan nilai harga yang benar-benar merusak. Dan ternyata, mereka tidak berhenti sampai di situ saja, karena pada bulan April 2018, kehadiran Zen+ dengan basis 12nm menjadi sejarah baru tim merah dengan rilisnya prosesor Ryzen generasi kedua yang jauh lebih matang, bahkan memiliki kinerja jauh mengesankan. Nilai clockspeed tinggi dan kompabilitas memori yang lebih nyaman merupakan salah satu unggulan barisan prosesor ini, bahkan cukup berdampak hebat dalam urusan gaming.

Ryzen 7 2700X merupakan salah satu prosesor hebat mereka, bahkan sanggup memberikan kinerja jauh lebih efektif untuk urusan pembuatan konten. Dengan kekuata 8 Core dan 16 Threads, clockspeed up to 4.3Ghz dan total L3 Cache hingga 16MB, prosesor ini sanggup memberikan tantangan pada barisan prosesor Intel, termasuk pada seri Core i7-8700K.  Disisi lain, AMD juga semakin menyulitkan posisi Intel untuk pasar entry-level dengan kehadiran prosesor Low-end Athlon 200GE dengan sajian yang hampir mirip dengan Ryzen G Series.

Dan tidak sampai disitu, AMD juga menghadirkan Ryzen Threadripper gen 2, pilihan ultimate High-end prosesor dengan core up to 32 core dan 64 Thread yang benar-benar gila. Pilihan CPU ini siap menjadi santapan menyenangkan bagi kalangan professional, apalagi harga yang disajikan jauh lebih murah.

Untuk tahun 2019, AMD tampaknya siap memberikan sesuatu yang jauh lebih seru lainnya pada, apalagi ketika CPU Ryzen generasi ketiga siap dirilis pada awal tahun. Dan hebatnya, ini juga akan menjadi sejarah baru mereka, ketika untuk pertama kalinya, prosesor 7nm siap meluncur kepermukaan dengan banyak fitur jauh lebih mengesankan.

Baca juga : Intel Xeon W-175X 28 Core/ 56 Threads Siap Mengudara Dengan Harga 62 Jutaan

Intel CPU Flashback

Intel tampaknya tidak mau berdiam diri dalam mengatasi gejolak besar AMD, apalagi jika kehilangan pasar yang sangat potensial. Ada beberapa pilihan prosesor terbaru mereka yang sanggup mengganggu AMD untuk tumbuh jauh lebih besar, meski beberapa di antara CPU tersebut belum berhasil memberikan harapan pengguna.

Untungnya, seri CPU generasi ke-8 Coffee Lake mampu memberikan jawaban yang cukup bagi penggemar, termasuk nilai spesifikasi yang disajikan dengan kekuatan jauh lebih besar plus harga yang jauh lebih terjangkau. Disisi lain, Intel memiliki nilai keunggulan dalam urusan gaming, bahkan masih menjadi yang terbaik untuk pergi hingga hari ini, seperti apa yang bisa ditawarkan mereka melalui prosesor Intel Core i7-8700K yang sangat hebat.

Namun, kegagalan mereka dalam membangun CPU terbaru berbasis 10nm menjadi salah satu faktor tim biru dalam memberikan usaha yang jauh lebih tepat, bahkan berdampak pada langkanya stok prosesor 14nm mereka, sehingga ini juga memiliki arus negatif yang sangat signifikan pada kenaikan harga prosesor mereka.

Hanya saja, pada Q4 2018, Intel mampu bangkit dengan sajian prosesor terbaru generasi ke-9, apalagi mereka juga memberikan pilihan yang jauh lebih fenomenal dan menjadi sejarah tersendiri ketika prosesor Core i9 turun tahta menjadi pilihan prosesor desktop mainstream untuk pertama kalinya. Mereka menyebutnya sebagai Core i9-9900K, dan hingga kini menjadi pilihan prosesor mainstream tercepat dengan sejuta pesona. Hanya saja, nilai harga masih terlalu tinggi untuk kebanyakan penggemar, sehingga terkadang 8700K masih menjadi solusi jitu.

Tahun 2019 tampaknya akan ada cahaya baru mengelilingi Intel, meskipun sejumlah kalangan masih ragu, khususnya bagaimana langkah mereka dalam menangani pasokan CPU 14nm. Hanya saja, Intel masih tetap menjadi pilihan terbaik, dimana mereka masih menguasai pasar, khususnya untuk segmen Mobile maupun server. Meskipun, AMD secara perlahan mengurangi jarak dengan sajian dan inovasi yang jauh lebih matang.

 Baca Juga :



Comments

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat

1 thought on “CPU Flashback Tahun 2018: AMD Semakin Matang, Intel Masih Dalam Ketidakpastian

Comments are closed.