Rekor Baru! AMD EPYC Kuasai Hampir Setengah Pendapatan Server CPU Dunia
AMD baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam industri server global. Berdasarkan data terbaru dari Mercury Research untuk kuartal pertama (Q1) 2026, AMD berhasil menangkap 46,2% dari total pengeluaran belanja CPU server dunia—sebuah angka tertinggi sepanjang sejarah bagi portofolio EPYC mereka.
Baca juga: Buyer’s Guide: Rekomendasi Tablet Terbaik Tahun 2026
Menang di Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Hal yang paling menarik dari fenomena ini adalah ketimpangan antara jumlah unit yang terjual dengan nilai uang yang didapat:
- Pangsa Pasar Unit: AMD sebenarnya hanya memegang 27,4% dari total unit yang terjual.
- Pangsa Pendapatan: Meski unitnya lebih sedikit, AMD menguasai hampir setengah pengeluaran belanja pasar (46,2%).
- Kesimpulan ASP: Ini membuktikan bahwa Average Selling Price (ASP) atau harga rata-rata penjualan AMD EPYC jauh lebih tinggi dibandingkan kompetitor utamanya, Intel Xeon.
Intel sendiri masih menjadi vendor terbesar dengan pangsa unit sebesar 54,9%, meskipun angka ini tercatat turun 3,4% dibandingkan kuartal keempat (Q4) 2025. Singkatnya, Intel menjual lebih banyak unit dengan harga lebih murah, sementara AMD menjual lebih sedikit unit namun dengan harga premium yang sangat tinggi.
Kebangkitan Agentic AI: Satu GPU, Satu CPU
Apa yang mendorong sukses besar AMD ini? Jawabannya adalah ledakan Agentic AI. Jika dulu skema tradisional di data center biasanya menggunakan satu CPU untuk menangani empat atau bahkan delapan GPU, kini trennya berubah menjadi rasio satu-ke-satu (1:1). Kebutuhan daya komputasi CPU yang setara dengan GPU dalam infrastruktur AI baru ini membuat permintaan CPU melonjak drastis.
Kondisi pasar saat ini benar-benar haus akan silikon:
- AMD: Berhasil menjual setiap unit CPU yang mereka produksi.
- Intel: Permintaan sangat tinggi hingga Intel terpaksa menjual die (chip) dari bagian pinggir wafer silikon—yang biasanya dianggap sebagai limbah atau scrap—demi memenuhi pesanan pelanggan.
- Arm: Desain berbasis Arm juga terus merangkak naik dengan menguasai 17,7% pengapalan unit, atau hampir satu dari lima CPU di data center kini berbasis Arm.
Situasi ini menjelaskan kenapa harga komponen di level konsumen juga sulit turun. Ketika vendor seperti AMD dan Intel bisa menjual setiap keping silikon yang mereka punya ke pasar enterprise dengan harga premium, prioritas mereka tentu akan bergeser ke sana. Bagi kita, ini adalah sinyal bahwa dominasi x86 mulai digoyang secara serius oleh efisiensi Arm, meski secara pendapatan, AMD EPYC saat ini tetap menjadi “raja” margin keuntungan.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
