TIPS Memilih CPU Cooler Yang Ideal

Gimana sih cara memilih CPU Cooler yang ideal itu? Kedengarannya mungkin itu mudah, apalagi ada banyak Cooler hebat diluar sana, termasuk harga yang cukup menggiurkan. Namun, memilih CPU Cooler bisa sulit jika kalian pada dasarnya belum mengetahui secara pasti.

Untuk itulah, simak beberapa tips yang mungkin saja bisa nambah pengetahuan, termasuk pemahaman yang lebih pasti sebelum membelinya.

Baca juga : GIGABYTE X570S AORUS MASTER : Apa Yang Kami Tahu Sejauh ini

Apa Sih CPU COOLER Itu?

Teoritisnya, CPU Cooler merupakan perangkat untuk mengeluarkan panas yang dihasilkan prosesor. Biasanya memiliki beberapa komponen inti, seperti Fan, heatsink, heat pipe, pompa, radiator, atau tube.

Ada tiga pilihan umum untuk CPU Cooler, yaitu Air Cooler, All-in-One (AIO) Liquid Cooler, dan custom water-cooling. Air Cooler lebih mengandalkan pilihan komponen sederhana namun masih tetap efektif. Biasanya terdiri dari Fan, Heatsink, Heatpipe. Sedangkan AIO Liquid Cooler melibatkan cairan dan terdiri satu paket, termasuk radiator maupun fan.

cara memilih CPU Cooler

Kalau custom water-cooling merupakan versi khusus atau versi lanjutan dari AIO Liquid Cooler. Didesain secara manual dan perlu waktu extra untuk memasang tipe CPU Cooler ini, dan biasanya melibatkan lebih banyak komponen, termasuk anggaran tentunya.

Nah, dari ketiga pilihan ini, dua diantaranya umum dipakai konsumen PC Builder, yaitu AIR Cooler dan AIO Liquid Cooler. Jadi, kita akan fokuskan dulu pada dua opsi ini. Sedangkan custom water-cooling lebih ideal buat orang-orang yang tidak terbatas dengan anggaran, punya nilai estetika lebih pada PC dan buat mereka yang sudah ahli dalam hal tersebut. Tapi sebenernya orang-orang kasual pun masih bisa, tinggal serahkan saja pada ahlinya untuk memasang custom water-cooling.

Baca juga : Thermaltake TOUGHAIR 110 Review : CPU Cooler Handal, Harga Ramah Anggaran

Cara Memilih AIR Cooler Yang Ideal

Air Cooler kita rasa bisa jadi pilihan sejati untuk orang-orang yang menginginkan keseimbangan antara harga, performa, maupun estetika. Ini boleh juga disebut sebagai pilihan instan dibanding AIO Liquid cooler, seperti proses pemasangan yang lebih mudah.

Dan perlu dicatat, kalau memilih CPU Cooler tidaklah harus dari nilai harga yang ditawarkan. Meskipun pilihan premium menawarkan potensi kinerja dan kualitas komponen yang lebih baik. Namun kalau urusan estetika bisa relatif.

Umumnya, orang-orang mungkin lebih melihat semakin besar heatsink, maka CPU Cooler itu bakal memberikan kinerja yang jauh lebih efektif. Itu tidak salah sih, namun ada beberapa patokan awal untuk memilih CPU Cooler versi Air Cooler.

Pertama, sesuaikan dulu dengan kebutuhan dan budget yang kalian miliki. Mematok anggaran maksimal bisa meminimalkan beberapa opsi CPU Cooler yang hadir. Sedangkan kebutuhan disini melihat sejauh mana kalian akan memakai prosesor. Jika hanya untuk pekerjaan kasual dengan speed default dari prosesor itu sendiri, maka Cooler biasa dengan bisa mencukupi.

Tapi, cek rating TDP (thermal design power) yang dibawa dalam spesifikasi, baik dari CPU Cooler itu sendiri maupun prosesor yang kalian pakai. TDP merupakan panas yang dihasilkan chip.  CPU yang punya TDP 65 Watt butuh pendingin yang dapat membuang panas 65 Watt secara efisien. TDP memberi tahu pengguna berapa banyak panas yang harus dikeluarkan pendingin pada sebuah chip saat menjalankan beban kerja biasa. Semakin tinggi, maka kalian butuh cooler dengan rating TDP yang lebih besar.

Tapi bagaimana mengetahui TDP dari CPU Cooler itu sendiri? Sederhananya kalian bisa mengecek di situs resmi terkait dari Cooler yang ingin kalian beli.

Apakah patokan pada merk populer bisa ideal? Bisa iya, bisa juga tidak. Meskipun ada jaminan kalau merk populer bisa lebih baik, namun tidak selalu memberikan hasil positif. Apalagi jika kalian melihat harga yang lebih terjangkau. Namun, mematok Cooler pada merk yang udah populer bisa memberikan kepastian, dari detail produk itu sendiri, kualitas materi atau garansi.

Terakhir, CPU Cooler biasanya sudah disediakan oleh prosesor itu sendiri sebagai paket utuh. Jadi, sebenernya kalian enggak harus beli dengan patokan suhu masih aman dan terkendali, baik saat idle, beban kasual atau menuntut seperti saat main game.

Patokan suhu yang ideal saat beban kasual biasanya dibawah 70° Celsius, dan menuntut dibawah 90° Celsius. Kalo idle relatif, selama itu masih dibawah 60° masih terhitung aman.

Cara Memilih AIO Liquid Cooler Yang Ideal

Kemudian ada AIO Liquid Cooler, versi lanjutan dari Air cooler dan boleh juga dibilang versi lebih mewah dan harga bisa jauh lebih mahal. Pemasangan pun lebih sulit dibanding Air Cooler. Namun banyak benefitnya.

Pertama dari kinerja, bisa lebih baik, meskipun ini bergantung dari jenis mana yang dibandingkan. Namun overall AIO liquid cooler bisa lebih efektif untuk membuang panas yang dihasilkan CPU.

Kemudian kinerja juga bisa lebih hening. Terlebih lagi melibatkan air dan bagian fan hanya dipasang di radiator. Tapi sekali lagi ini juga relatif, terkadang fan justru selalu jadi biang keladi dalam urusan kebisingan.

Dan terakhir tentu saja estetika. AIO Liquid cooler bahkan bisa jadi simbol kebanggan tersendiri bagi user, apalagi RGB yang semakin melanda. Beberapa merk juga menyediakan RGB tambahan dibagian pompa dan fan.

Hanya saja, memilih AIO liquid cooler juga enggak boleh sembarangan. Hal yang sama berlaku seperti apa yang kami ungkap pada AIR Cooler, antara kebutuhan, rating TDP dan tentu saja budget alias anggaran.

Namun tips tambahan saat kalian akan membeli AIO yang jangan sampai kalian lewatkan adalah ukuran radiator yang menampung fan. Semakin panjang bisa semakin baik, meskipun sekali lagi relatif jika melihat dari kualitas komponen maupun bahan materi yang dibawa.

Empat pilihan umum ukuran radiator bisa jadi isyarat kalau opsi ini bisa disesuaikan pengguna, antara 120mm, 240mm, 280mm dan 360. Patokan ini juga bisa jadi penunjuk jumlah dan ukuran fan yang bisa dipasang. Semakin besar fan atau semakin banyak fan, setidaknya cooling bakal lebih maksimal.

Sekali lagi, Apakah patokan pada merk populer bisa ideal? Ya dan tidak. Namun benefit pada merk populer biasanya memberikan kepastian dari detail dari produk itu sendiri, garansi maupun kualitas materi. Hanya saja, harga bisa lebih mahal.

Kesimpulan Awal

Hingga pada akhirnya, kita harap apa yang kami ungkap tentang tips saat akan membeli CPU Cooler bisa memberikan manfaat tersendiri buat kalian. Meskipun enggak semua sih kami ungkap. Namun, semoga ada pencerahan ya saat akan membeli Cooler yang ideal, entah Air Cooler atau AIO Liquid Cooler.

Comments

Related Posts