Thermaltake TOUGHAIR 110 Review : CPU Cooler Handal, Harga Ramah Anggaran

Kita kedatangan sample baru lagi nih dari Thermaltake, yaitu TOUGHAIR 110. CPU Cooler fresh ini punya banyak potensi menarik, entah dari performa, estetika, termasuk harga yang cukup ramah anggaran.

Penasaran? Simak selengkapnya dibawah ini.

Baca juga : 5 Pilihan Rekomendasi AIO Liquid Cooler 240mm, Harga Lebih Masuk Akal

Thermaltake TOUGHAIR 110 : Apa Yang Kami Tahu Sejauh ini

Dirilis awal februari tahun ini, CPU Cooler terbaru TOUGHAIR 110 bisa mengisi segmen ramah anggaran. Tentu aja, harga SRP yang ditawarin TT hanya sebesar Rp 645.000. Padahal, nilai TDP CPU Cooler ini cukup tinggi nyampe 140W. Itu berarti TOUGHAIR 110 punya isyarat bisa nampung prosesor High-end yang udah ada di pasaran.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Tapi sebelum pergi terlalu jauh, mari kita bongkar beberapa poin penting yang ditawarin TOUGHAIR 110 dari TT ini.

Desain & Spesifikasi Inti

SPESIFIKASI INTI TOUGHAIR 110
Compatibility Intel LGA 1200/1156/1155/1151/1150
AMD AM4/AM3+/AM3/AM2+/AM2/FM2/FM1
Dimensions 137.7 x 123.6 x 114.1 mm ( L x W x H)
Heatsink Material Aluminum Fins
Heatpipe  Φ6mm x 4 pcs
Fan Dimension 120 x 120 x 25 mm ( L x W x H)
Fan Quantity 1pcs
Fan Speed PWM 500 ~ 2000 RPM
Rated Voltage 12V
Start Voltage 9.0 V
Rated Current 0.48 A
Power Input 5.76 W
Air Flow 58.35 CFM
Air Pressure 2.41 mm-H2O
Acoustical Noise 23.6 dBA
Life time/fan life time 40,000 hours
Pin Connect 2510 – 4Pin
Cooling Power 140 W
Harga Rp645.000

Ok, pertama dari desain. TT sendiri ngeklaim kalo CPU Cooler ini punya desain Top-flow. Artinya udara disedot dari atas lewat fan dengan ukuran 12cm. Desainnya unik, dengan dudukan 4 Cooper heatpipe setebal 6mm yang panjang sejajar dibagian samping. Itu mengisyaratkan kalau CPU Cooler ini keliatan kokoh dan cukup keren dari sisi estetika.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Disisi lain, heatsink alumunium yang hadir juga cukup tebel dengan struktur Asymmetric Fin. Artinya kalau desain ini diklaim bakal asupan udara yang lebih besar, jadi kinerja cooling bakal lebih maksimal.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Buat urusan fan, TOUGHAIR 110 bawa sebuah fan ukuran 12cm. Ada karet dibagian samping, jadi fan enggak bakal terlalu bising.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Selain itu, kinerja fan juga cukup tinggi dengan speed bisa nyampe 2000 RPM. Ketahanan juga bisa nyampe 40 ribu jam. Sedangkan buat konektivitas, itu pake konektor 4 pin.

Kompabilitas

Btw, CPU Cooler ini punya panjang sekitar 13.7cm, lebar 12.3cm, dan tinggi sekitar 11.4cm. Kalo melihat ketinggian, ada isyarat kalo CPU Cooler ini bisa dipake di case kecil. Cuma kompabilitas mungkin agak terbatas.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Bagian heatsink yang lebar bakal membatasi ruang gerak komponen lain, kayak slot memori. Satu slot pasti ketutup. Masih memungkinkan, Cuma saran sih mending pasang dulu RAM sebelum pasang CPU Cooler. Kalo dipasang dengan arah terbalik pun pasti ngebatasi komponen VGA. Jadi, sekali lagi posisi agak terbatas.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Dukungan CPU Cooler ini juga cukup luas, kompatible dengan soket AM4, AM3, atau FM2. Hal yang sama juga berlaku buat Intel, entah Soket LGA 1151 atau 1200.

Pemasangan

Gimana dengan pemasangan? Mudah kok, enggak terlalu ribet kayak masang AIO. Cuma buku manual perlu dijadikan patokan, biar enggak salah masang.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Ada beberapa komponen yang perlu diketahui dulu, kayak bracket. Cuma sayang sih, ada komponen yang terbuat dari plastik, kayak baut. Agak riskan juga sih, misal ketika suhu sangat panas, bisa melting. 

Thermaltake TOUGHAIR 110

Kinerja

Kalo performa? Cukup menjanjikan. Buat membuktikan performanya, kita pake prosesor terbaru yang high end, yaitu Ryzen 9 5900X. Bisa enggak ngejaga suhu prosesor ini, baik default atau OC? Bisa banget, meskipun kalo performa OC buat prosesor masih agak terbatas.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Suhu idle dengan speed default rata-rata sekitar 48°. Jika dibandingkan dengan performa beberapa AIO 240° yang pernah kami coba, suhu idle mungkin sedikit tinggi.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Gaming masih aman, bahkan masih bisa bersaing kok dengan AIO liquid cooler yang punya harga lebih mahal. Rata-rata suhu Cuma nyampe 73° saja.

Pada beban yang lebih menuntut, kayak strest test AIDA64 System Stability dengan waktu hampir satu jam, suhu masih cukup nyaman di kisaran 83° Celsius rata-rata. Ada peningkatan, namun masih itungan wajar. Malah masih worth, padahal kita pake prosesor 12 core loh.

Gimana dengan OC? Kita coba pada speed 4.5Ghz all core, idle naik jadi 56° Celsius. Gaming masih aman di kisaran 84° Celsius. Sedangkan untuk AIDA64 System Stability kayaknya enggak terlalu aman dengan suhu bisa nyampe 94° Celsius. Sistem bahkan enggak stabil dan harus restart.

Kesimpulan

Kita rasa Thermaltake TOUGHAIR 110 layak banget buat direkomendasiin. Bahkan masih mampu nahan suhu Ryzen 9 5900X yang powerful pada speed default dengan beban kasual nyampe cukup menuntut. Kalo OC sih mungkin masih agak terbatas ketika speed 4.5Ghz all core berlaku. Suhu cukup tinggi dan sistem harus restart beberapa kali.

Thermaltake TOUGHAIR 110

Tapi, setidaknya dari skenario ini kita bisa liat kalo CPU Cooler masih worth buat CPU kasual atau bahkan cukup menuntut sekalipun. Apalagi punya TDP tinggi nyampe 140W, termasuk estetika yang masih menarik maupun mudah buat masang.

Inilah mengapa, kita memberikan award tersendiri dengan label Recommended. Jadi, buat kalian yang sedang cari CPU Cooler handal pada harga yang lebih masuk akal, maka TOUGHAIR 110 tentu masuk dalam rekomendasi kami.

Gimana dengan minusnya? Baut pengunci mungkin enggak terlalu ketat, jadi kayak longgar gitu. Kalian perlu mastiin juga posisinya. Trus beberapa komponen punya materi plastik, cukup riskan juga dalam situasi extrem. Meskipun enggak terlalu ngaruh banget ke performa.

Jadi, itu dia ulasan singkat termasuk unboxing CPU Cooler terbaru TOUGHAIR 110 dari TT. Enggak semua sih kita ungkap, Cuma yang pasti semoga bermanfaat.

Comments

Related Posts