Begini Cara Overclocking Memori & Penjelasan Dasar Sebelum Memulai

Overclocking memori tentu bisa memberikan keuntungan tersendiri buat pengguna, seperti beberapa aplikasi atau game yang butuh speed tinggi pasti bakal mendapatkan benefit nyata. Pertanyaannya, gimana sih cara overclocking (OC) memori itu? Sebenernya proses OC bisa agak rumit, khususnya saat akan menentukan timing. Namun untuk langkah dasarnya, kali ini kami akan ungkap sekilas tutorial dibawah ini.

Penasaran? Simak selengkapnya dibawah ini.

Baca juga : Begini Cara Mengaktifkan AMD Smart Acces Memory Di Mobo ASUS

Begini Cara Overclocking Memori & Penjelasan Sebelum Memulai

Perlu dicatat nih, proses OC pada memori enggak sesederhana apa yang bisa ditunjukan pada OC prosesor. Karena, ada langkah lebih lanjut yang perlu dipahami agar apa yang telah kalian lakukan bisa berjalan pada speed sesuai dengan keinginan. Langkah tersebut adalah timing, dimana ini merupakan jalur perintah memori itu sendiri supaya bisa berjalan dengan stabil pada frekuensi yang diinginkan pengguna. Jika tidak sesuai, stabilitas PC bisa terpengaruh dan hal paling buruknya, sistem akan mengalami hang atau kerusakan data.

Jadi, perlu dipahami bahwa ada resiko tersendiri bagi pengguna. So, langkah terbaik supaya data dalam storage enggak berpengaruh, ada baiknya tidak memasang HDD atau SSD sebelum apa yang kalian lakukan benar-benar stabil. Kalian bisa melakukan proses OC melalui bios, dan lihat hasilnya dengan merestart PC tanpa perlu masuk ke system operasi. Jika dirasa udah menunjukan stabilitas yang baik, kalian bisa mematikan PC dan pasang storage untuk booting ke Windows.

Cara Overclocking Memori

Nah, timing yang perlu dirubah ada beberapa tahapan atau parameter, biasanya dimulai dari CR, TRCD, TRP, dan TRAS dengan empat angka pemisah yang suka hadir dalam label produk memori itu sendiri, misal 15-16-16-36.

Parameter ini (sebagai bagian dari keseluruhan yang lebih besar) menentukan latensi clock dari perintah spesifik tertentu yang dikeluarkan ke memori. Angka yang lebih rendah menyiratkan waktu tunggu yang lebih singkat. Jadi, semakin rendah angka timing, bisa semakin efektif.

Cara Overclocking Memori

Nah, label JEDEC bisa jadi penunjuk ideal untuk menentukan timing yang pas selanjutnya saat akan memulai OC. Mengapa begitu? Itu karena banyak pengguna menggunakan JEDEC untuk merujuk ke satu set pengaturan kecepatan memori yang telah ditentukan sebelumnya yang dapat diterapkan di BIOS.

Setelah kalian udah paham mengenai fundamental dasar mengenai OC memori, langkah selanjutnya adalah menentukan kecepatan yang diinginkan dan voltase agar bisa berjalan pada frekuensi tersebut. Proses ini bisa sama dengan apa yang biasa kita lakukan pada prosesor melalui bios.

Jadi, siap untuk memulai proses OC? Berikut langkah-langkah untuk memulai. Perlu dicatat nih, perangkat RAM juga perlu mendukung, karena tidak semua memori bisa memiliki fitur OC yang baik, atau bahkan tidak sama sekali. Nah, kali ini kami memakai Apacer Panther 16GB DDR4 3200Mhz yang sebenernya masih punya potency OC yang positif, meskipun enggak terlalu tinggi. Kalian bisa baca reviewnya disini.

Pilihan perangkat pendukung lainnya juga ngaruh, khususnya motherboard. Jadi, kalian juga perlu mengecek kesiapan motherboard yang akan kalian pakai juga saat akan memulai. Setelah udah siap semuanya, berikut proses awalnya.

  • Ok, pertama hal yang perlu kalian lakukan adalah masuk ke bios, dan cek di bagian Extreme Tweaker, khususnya jika kalian memakai motherboard ASUS. Namun jika bukan, kalian bisa mencari opsi Memory Frequency pada motherboard yang kalian pakai.

Cara Overclocking Memori

  • Setelah itu, pilih speed memori yang kalian inginkan di opsi Memory Frequency. Idealnya, jangan terlalu tinggi dengan apa yang ditawarkan pada speed memori ketika XMP aktif. Misal, jika RAM tersebut punya speed XMP dengan label 3200Mhz, kalian bisa menaikannya sedikit demi sedikit secara manual, misal ke speed 3400Mhz.

Cara Overclocking Memori

  • Kemudian lihat di bagian DRAM Voltage. Opsi ini seperti menyesuaikan kebutuhan daya agar memori bisa berjalan pada frekuensi yang kalian atur. Biasanya, cek default XMP yang ditawarkan di label, misal pada voltase 1.35V, maka tahan pada nilai tersebut, karena kenaikan frekuensi enggak terlalu besar. Jika tidak stabil, maka kalian bisa menaikan frekuensi lagi dengan batas aman yang ideal hingga 1.45V.
  • Dan langkah terakhir adalah mengatur Timing. Disini, kalian bisa mengaturnya di bagian DRAM Timing Control (mobo ASUS), dan ubah pengaturan CAS Latency, Trcdrd, Trcdwr, DRAM RAS Pre time dan RAS Act time.

Cara Overclocking Memori

  • Rumusnya agak mudah, meskipun enggak menjamin stabilitas. Kalian hanya perlu melihat label JEDEC pada produk atau nilai timing saat XMP aktif. Disini, kalian bisa mengatur sedikit demi sedikit opsi tersebut secara bertahap, mulai dari nilai CR, TRCD, TRP, dan TRAS.
  • Sebagai contoh, saya mencoba mengangkat speed memori ini hingga frekuensi 3600Mhz. default timing berada di level 16-18-18-36 untuk grade 3200Mhz. Kemudian saya coba ubah pada timing 20-22-22-40, karena perangkat ini mendukung CAS Latency 20T dengan perubahan voltase 1.4V.
  • Hasilnya cukup positif, bahkan dengan timing tersebut, memori ini masih bisa diangkat hingga speed 3800 Mhz, meskipun latency agak besar sih.
  • Tapi setidaknya, contoh tersebut bisa dilakukan dengan berpatokan pada timing default yang ditawarkan produk saat XMP aktif.

Gimana sejauh ini? Meskipun enggak terlalu detail dalam prosesnya, kami rasa apa yang kami tunjukan setidaknya bisa memberikan pemahaman untuk bergerak lebih jauh saat akan memulai proses OC memori. Jadi, semoga bermanfaat ya!

 Baca Juga :



Comments

Related Posts