AMD Ryzen 5 3500 Review : 1.8 Jutaan, Kinerja Nendang Banget!!

AMD Ryzen 5 3500, pilihan  CPU baru yang punya banyak potensi nyenengin ini kini resmi hadir dan bisa jadi pilihan ideal kalian untuk dipertimbangkan. Harga yang ditawarkan pun jauh lebih terjangkau, sekitar 1.8 jutaan dan sangat layak untuk menjadi kandidat prosesor terbaik di bawah 2 jutaan. Bayangin aja, dengan harga segitu kalian udah dapet prosesor yang nendang banget, termasuk fitur OC yang jauh lebih seru.

Nah, penasaran dengan apa yang bisa ditawarin Tuh prosesor? Simak selengkapnya dibawah ini.

Baca juga : Masih Solid Enggak Sih ? Intel Core i5-9600K Review

AMD Ryzen 5 3500 Review : Apa Yang Kami Tahu Sejauh ini

AMD Ryzen 5 3500 sebenernya udah cukup lama dirilis, atau sekitar pertengahan tahun 2019. Cuman, ini awalnya hanya tersedia secara ekslusif untuk negeri Tiongkok dan tidak tersedia secara global. Hingga pada awal tahun 2020, prosesor tersebut akhirnya tersedia secara global, atau bisa dibilang juga secara ekslusif hadir di negara kita.

AMD Ryzen 5 3500 Review

Apa yang menarik adalah nilai harga yang lebih terjangkau, karena dengan harga cuman sekitar 1.8 jutaan, kalian udah mendapatkan sebuah prosesor yang Tangguh dengan kekuatan 6 Core dan 6 threads, sehingga bisa jadi pilihan utama kalian seutuhnya. Prosesor ini bahkan bisa sebanding dengan seri Intel Core i5-9400F yang sangat populer, meskipun kinerja nyata akan menjadi pandangan yang sempurna sebelum kalian membelinya.

Spesifikasi Inti AMD Ryzen 5 3500
# of CPU Cores 6
# of Threads 6
Base Clock 3.4GHz
Max Boost Clock Up to 4.1GHz
Total L1 Cache 384KB
Total L2 Cache 3MB
Total L3 Cache 16MB
Unlocked Yes
CMOS TSMC 7nm FinFET
Package AM4
PCI Express® Version PCIe 4.0 x16
Thermal Solution (PIB) Wraith Stealth
Default TDP / TDP 65W
System Memory Specification 3200MHz DDR4 Dual Channel Memory
Harga Rp1.879.000

Ok, pertama untuk spesifikasi, dimana prosesor ini hadir dengan 6 Core fisik dan 6 threads serta memiliki clockspeed up to 4.1Ghz, sedangkan base clock berada di kecepatan 3.4Ghz. Produsen sendiri sebenarnya memberikan varian 3500X, namun sebenernya masih sama dalam hal spesifikasi. Yang membedakannya adalah clockspeed dasar, dimana seri X memiliki clockspeed 3.6Ghz maupun jumlah cache, dimana seri standar memiliki L3 cache 16MB, sementara seri X memiliki 32MB.

Sementara sisa spesifikasi lain masih sama, termasuk nilai TDP 65W, dukungan memori up to DDR4 3200Mhz dual channel memori, dan sama-sama membawa CPU Cooler default Wraith Stealth yang cukup efektif. Seri ini juga sepenuhnya terbuka untuk fitur OC, meski kemampuan yang dibawa mungkin agak sedikit terbatas dan tergantung dari CPU Cooler.

Jika dilihat secara utuh, Ryzen 5 3500 memiliki potensi kinerja yang handal, khususnya untuk segmen midrange dan memiliki keunggulan dalam hal konsumsi daya. Tentu, prosesor Ryzen 7nm generasi ketiga ini enggak hanya menawarkan peningkatan kinerja dibandingkan pendahulunya, namun juga terbaik dalam konsumsi daya yang lebih hemat.

Overclocking

Overcloking pada AMD Ryzen 5 3500 ini sepenuhnya terbuka, bahkan kalian bisa mendongkrak bar yang lebih tinggi atau menyelesaikan pekerjaan dengan cepat melalui CPU Cooler default. Cuman, kinerja OC masih terbatas, terlebih lagi CPU Cooler default belum bisa diandalkan sepenuhnya untuk memulai, meski masih sangat memungkinkan.

Kami bahkan bisa mencobanya pada kecepatan 4.2Ghz dan itu sangat stabil, bahkan untuk kegiatan gaming. Hanya saja, saat produktivitas, suhu bisa sangat tinggi dan mencapai suhu diatas 90 ° derajat. Idealnya, jika kalian ingin memompa kinerja OC jauh lebih tinggi, maka pilihan CPU Cooler ketiga bisa jauh lebih efektif sebagai pilihan utamanya.

Kinerja

Nah, untuk memperlihatkan kinerja penuh dari prosesor ini, kami memiliki pilihan rig hebat sebagai komponen inti yang kami pakai untuk mengetes prosesor tersebut, diantaranya adalah :

AMD Ryzen 5 3500 Review

Kinerja Produktivitas

Ok pertama adalah kinerja produktivitas, dimana prosesor ini sebenernya bisa jadi awal yang baik untuk memperlihatkan potensi kinerja sesungguhnya pada uji coba nyata yang seringkali dilakukan banyak pengguna modern hari ini, diantaranya :

Cinebench R15 & R20

Tolak ukur Cinebench bisa memberikan contoh yang baik seberapa cepat prosesor ini bisa menyelesaikan proses rendering dalam sebuah skema populer. Semakin cepat CPU ini bisa menyelesaikan pekerjaan, maka setidaknya itu semakin baik juga untuk dipertimbangkan.

Nyatanya, Ryzen 5 3500 benar-benar memberikan perlawanan handal dengan skor yang sangat baik, bahkan lebih baik dibanding Intel Core i5-9400F, khususnya untuk kinerja multi-core. OC pada 4.2Ghz juga bisa memberikan sajian yang lebih superior, meskipun masih dibelakang Ryzen 5 3600.

GeekBench 5

Geekbench 5 juga bisa menjadi tolak ukur yang baik untuk kinerja prosesor dalam upaya untuk menunjukan seberapa efektif sebuah CPU bisa menyelesaikan banyak pekerjaan kasual atau multi fungsi dalam skenario nyata.

Dan secara utuh, Ryzen 5 3500 juga mampu memberikan skor yang positif dibanding pesaing utama Intel Core i5-9400F, baik untuk single core maupun multi-core.

Blender 2.82 (BMW27 Scheme)

Prosesor ini juga diandalkan untuk kegiatan editing pada software sekelas Blender dengan versi terbaru 2.82. Pada skema BMW27, kinerja bisa cukup cepat dan ideal untuk menantang banyak pekerjaan besar dalam hal editing, bahkan lebih cepat dibanding Core i5-9400F, baik pada kecepatan standar maupun OC.

Winrar

Kompresi data juga bisa menunjukan kinerja seberapa efektif sebuah prosesor, terlebih lagi kegiatan ini juga umum digunakan sebagai salah satu pekerjaan utama banyak pengguna. Ryzen 5 3500 bisa dibilang cukup baik dan ideal dengan skor yang baik dalam kinerja multithread, bahkan sangat efektif pada harga yang lebih pantas dibanding seri lainnya, termasuk seri Intel Core i5-9400F.

Performa Gaming

Gaming disisi lain juga bisa membawa pilihan seru pada prosesor ini, apalagi jika kalian membawa VGA yang tepat dan ideal, seperti apa yang miliki melalui seri ROG Strix RX 5600 XT TOP Edition.

Battlefield V

Ok, pertama ada Battlefield V di level 1080p dengan pengaturan tertinggi. Ryzen 5 3500 secara default masih sedikit dibelakang Intel Core i5-9400F, namun pilihan OC mendongkrak kinerja jauh lebih tinggi dengan Fps rata-rata hingga 97.

Assassin’s Creed Odyssey

Assassin’s Creed Odyssey juga bisa menunjukan seberapa hebat Ryzen 5 3500 ini pada gaming level AAA, terlebih lagi combo sempurna antara prosesor maupun GPU jadi taruhan utama untuk memainkan game ini. Ryzen 5 3500 bisa mengungguli Intel Core i5-9400F, meskipun cuman terpaut beberapa nilai saja.

Shadow Of The Tomb Raider

Ryzen 5 3500 juga bisa memberikan hasil positif untuk game sekelas Shadow Of The Tomb Raider, meskipun sedikit dibelakan prosesor Intel pada kecepatan default. Untungnya, OC bisa jadi sesuatu yang menarik untuk dipertaruhkan dan siap mendobrak performa jauh lebih kenceng.

Gears 5

Gears 5 juga masih jadi salah satu andalan game kami yang layak banget untuk kalian mainkan. Nyatanya, ketika kalian memiliki prosesor ini dengan VGA yang pas, combo tersebut akan memberikan sajian Fps yang sangat baik, enggak kalah hebatnya dengan seri Intel pada kelas yang hampir sama.

Star Wars Jedi : Fallen Order

Terakhir adalah Star Wars Jedi : Fallen Order, dimana CPU sama-sama memiliki skor Fps yang ketat dengan seri Intel Core i5-9400F, meskipun performa OC di clockspeed 4.2Ghz akan memberikan dampak jauh lebih positif dengan Fps hingga 94.

Suhu & Konsumsi Daya

Konsumsi daya pada prosesor ini menjadi daya tarik tersendiri bahkan untuk Ryzen 3000 secara umum. Proses manufaktur 7nm yang memberikan peningkatan kinerja sekaligus hemat daya tentu membawa keunggulan tersendiri, dan hal tersebut terbukti secara utuh.

Ryzen 5 3500 itu sendiri mampu memberikan hasil yang sangat positif dengan konsumsi daya rata-rata untuk gaming hingga 54 Watt, jauh berbeda dibanding seri Intel Core i5-9400F dengan perbedaan sekitar 28%, dan hingga 9% untuk kinerja produktivitas dalam skema BMW27. Hal tersebut berlaku untuk seri OC dengan kenaikan cuman beberapa persen aja dan itu masih dalam hitungan positif.

Sedangkan untuk suhu, jika kalian berencana memakai pilihan default, maka CPU Cooler bawaan Wraith Stealth sebenernya sudah mencukupi dengan suhu rata-rata pada gaming mencapai 74° Celcius, meskipun agak sedikit tinggi untuk kinerja produktivitas saat semua core bekerja dengan suhu mencapai 88° Celcius.

Namun jika kalian ingin melepaskan semua potensi yang ada pada CPU ini lewat OC, maka idealnya kalian memakai CPU Cooler pihak ketiga dengan performa yang jauh lebih baik. Wraith stealh pada dasarnya masih bisa dipakai untuk OC, namun suhu sangat tinggi bahkan bisa mencapai suhu diatas 90° Celcius. Itu pasti enggak akan nyaman untuk dilalui.

Kesimpulan

AMD Ryzen 5 3500 secara utuh bisa menjadi pilihan prosesor handal dengan budget sangat terjangkau, bahkan layak banget menyandang prosesor desktop terbaik di bawah harga 2 jutaan. Nilai spesifikasi yang mumpuni dengan kekuatan 6 Core dan clockspeed tinggi jadi sajian utama tuh CPU, terlebih lagi fitur OC yang sepenuhnya terbuka, yang tentu aja akan memberikan kinerja jauh lebih seru.

Cuman, fitur OC yang hadir masih agak terbatas, apalagi jika kalian hanya mengandalkan CPU Cooler default untuk pergi. Suhu yang hadirpun sangat tinggi, sehingga idealnya kalian perlu membeli CPU Cooler yang lebih baik. Kalian juga perlu memiliki kartu grafis extra yang ideal untuk dipasangkan dengan Ryzen 5 3500, yang tentu aja akan memberikan kinerja jauh lebih sempurna, termasuk pilihan memori dengan clockspeed tinggi.

Terlepas dari semua hal yang telah kita ungkap, Ryzen 5 3500 layak banget dapet penghargaan sebagai desktop CPU yang worth banget. Nilai harga yang sangat terjangkau, kemampuan kinerja tinggi, bahkan cocok juga sebagai desktop PC ampuh yang serba-bisa merupakan taji utama yang dibawa AMD melalui CPU tersebut. Kalian bahkan akan menghemat banyak anggaran saat membeli prosesor ini. Beneran loh!!

AMD Ryzen 5 3500
Score 8.5
Pros Harga Sangat Terjangkau
  Performa Single core maupun Multithread yang sangat baik
  Dukungan Fitur OC
Extra Bonus CPU Cooler Handal
Cons Suhu Sangat Tinggi Saat OC Berlaku (Default CPU Cooler)

 Baca Juga :



Comments

Related Posts