- Storage, Technology, Tutorial

Ketahui Lebih Pasti Sebelum Beli SSD : Jenis NAND Flash Antara SLC, MLC & TLC

SSD hari ini tentu jadi prioritas utama pengguna yang menginginkan storage dengan performa yang sangat cepat. Cuman, terkadang ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui sebelum membeli SSD terbaik yang bisa kalian miliki hari ini. Nah, ketika ada banyak faktor penentu, salah satunya datang dari jenis NAND Flash yang dibawa SSD, bahkan bisa ngaruh banget dalam hal kualitas yang dibawa, kecepatan atau bahkan daya tahan dari storage itu sendiri.

Jadi untuk lebih pastinya, mari kita ungkap beberapa hal tersebut, yang setidaknya akan nambah pengetahuan kalian sebelum membeli SSD yang tepat bingits.

Baca juga : Hal Yang Perlu Kalian Ketahui : Monitor Profesional, Ketahui Lebih Pasti Sebelum Membelinya

Secara Umum, NAND Flash atau bisa dibilang Flash memori merupakan media penyimpanan yang dibawa storage dalam bentuk Solid State Drive, dimana ini dapat dihapus secara elektrik atau diprogram ulang.

Nah, NAND Flash itu sendiri hadir dengan beberapa kategori dan punya sisi keunggulan tersendiri maupun minusnya, yaitu  SLC (Single-Level Cell), MLC  (Multi-level Cell) dan TLC Triple Layer Cell. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa keunggulan yang ditawarkan SSD berdasarkan dari 3 jenis NAND Flash tersebut.

1. Single-Level Cell SSD

SLC merupakan pilihan SSD terbaik yang bisa kalian dapatkan hari ini, hanya saja itu biasanya datang dengan harga yang tinggi. Pertanyaannya, mengapa pilihan ini bisa jauh lebih baik dibanding 2 jenis NAND Flash lainnya?

SSD berbasis SLC punya ruang yang jauh lebih besar dalam hal bit sel per memori hingga satu bit. Artinya bahwa ini punya banyak kelebihan yang ditawarkan dalam ruang yang cukup besar tersebut dibanding MLC dengan ruang hingga 2 bit atau TLC dengan ruang hingga 3 Bit per sel.

Jenis NAND Flash

Sumber gambar : industrial.adata.com

Nah, karena ruang yang lebih luas inilah, cache yang digunakan pada SSD berbasis TLC bisa mengubah kecepatan I / O SSD jauh lebih efektif. Hasilnya, ruang yang lebih luas bisa memberikan kinerja read maupun write speed yang lebih cepat. Disamping itu, SLC SSD dapat bertahan jauh lebih tahan lama sehingga mereka dianggap lebih dapat diandalkan daripada SSD lainnya.

Cache SLC juga dilengkapi dengan manfaat tambahan. Misalnya, data sewaktu-waktu bisa hilang atau mungkin rusak saat melakukan pekerjaan writing dengan memakai SSD berbasis TLC ketika terjadi pemadaman listrik yang tak terduga. Nah, itu pastinya tidak terjadi dengan cache SLC karena hanya 1 bit yang disimpan ke dalam sel. Inilah mengapa, SSD berbasis SLC lebih disukai di lingkungan perusahaan yang menginginkan segala sesuatu tetap terjaga dengan positif, apalagi urusan data.

Sayangnya, SSD berbasis SLC biasanya hadir dengan harga yang cukup tinggi, bahkan kalian akan menemukan seri storage 128GB bisa lebih mahal dibanding 240GB atau 500GB berbasis TLC atau MLC.

2. Multi-level Cell SSD

Multi-level Cell alias MLC bisa dibilang sebagai pilihan SSD yang memiliki biaya lebih rendah dibanding tipe SLC. Itu karena ini bisa menyimpan hingga 2 bit per sel, sehingga kinerja yang ditawarkan tidak secepat SSD berbasis SLC, termasuk juga daya tahan.

Hanya saja, harga bisa lebih terjangkau pada kapasitas yang cukup ideal, bahkan manfaat utama memori flash MLC hadir dengan biaya yang lebih rendah untuk penyimpanan per unit karena kepadatan data yang lebih tinggi, dan software pembaca memori dapat mengompensasi tingkat kesalahan bit yang lebih besar.

Pilihan SSD berbasis MLC biasanya lebih ideal buat penggunaan kasual atau gamer yang menginginkan kinerja storage yang cepat, namun hadir dengan harga yang lebih terjangkau dalam kapasitas yang ideal. Daya tahan maupun masa pakai MLC SSD juga lebih baik dibanding SSD berbasis TLC.

3. Triple-level Cell SSD

Triple-level Cell SSD merupakan pilihan termurah yang bisa diproduksi produsen dengan tingkat kepadatan yang jauh lebih tinggi. Itu karena SSD ini memiliki bisa menyimpan hingga 3 bit per sel. Artinya bahwa produsen bisa memberikana lebih banyak kapasitas besar pada SSD berbasis TLC ini, meskipun ada resiko tersendiri yang ngaruh banget dalam hal kinerja maupun daya tahan.

Contoh, ketika performa MLC atau bahkan SSD berbasis SLC jauh lebih baik, kalian jangan mengharapkan hal serupa pada SSD berbasis TLC, meskipun kita rasa masih unggul dibanding kasual HDD. Dan hal tersebut berlaku juga untuk daya tahan, bahkan masa pakai yang hadir di SSD berbasis TLC sangat pendek.

Intinya, harga mungkin lebih terjangkau pada kapasitas yang lebih ideal, namun itu mengorbankan kinerja maupun kualitas yang dibawa. Namun setidaknya pilihan SSD berbasis TLC masih ideal buat kasual user yang enggak terlalu banyak membebankan pekerjaan pada storage.

Apa yang menarik adalah, terkadang TLC SSD dengan kapasitas lebih besar memiliki rentang usia yang lebih baik dibanding dengan pilihan kapasitas yang lebih kecil (pada varian yang sama). Contoh, 240GB SSD punya rentang usia yang sedikit lebih baik dibanding kapasitas 120GB . Jadi, kerugian masa kerja yang lebih pendek dari TLC SSD dapat diatasi melalui peningkatan kapasitasnya.

 Baca Juga :



Comments

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat