AMD Radeon RX 5700 Review : Harusnya Menyenangkan, Tapi Masih Banyak Minusnya
Radeon RX 5700, kekuatan GPU baru yang dibawa AMD bisa membawa sejarah tersendiri bagaimana serunya tim merah bagi penggemar (atau enggak). Melalui Arsitektur yang mereka sebut RDNA, GPU 7nm ini bisa membawa arti yang jauh lebih bermakna, termasuk kekuatan yang lebih besar sekaligus konsumsi daya yang lebih irit.
Produsen mengklaim bahwa seri ini juga memiliki harga per Fps jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan tim hijau, meski kita tidak bisa memungkiri bahwa arsitektur fresh juga membawa cukup banyak masalah. Pertanyaannya? Does it Worth? Mari kita ungkap lebih detailnya dibawah ini.
Baca juga : AMD Ryzen 5 3600 Review : Desktop CPU Yang Worth Banget Buat Semua Kalangan
Table of Contents
AMD Radeon RX 5700 Review : Apa Yang Kami Tahu Sejauh ini
Penggemar AMD sejak lama menginginkan sebuah kartu grafis yang sempurna, khususnya GPU yang worth banget untuk menandingi seri RTX yang benar-benar superior. Dan kini, Radeon RX 5700 Series bisa menjadi kompetitor yang berharga, khususnya dari sisi kinerja yang ditawarkan dan nilai harga yang jauh lebih menyenangkan.
Salah satunya adalah Radeon RX 5700 itu sendiri, dimana seri ini bisa memiliki potensi kinerja superior pada harga yang pas, termasuk juga beberapa nilai unggulan lainnya yang ditawarkan AMD kepada penggemar. Dan seri ini juga membawa sejarah tersendiri dalam dunia GPU, dimana Radeon RX 5700 membawa arsitektur baru RDNA 7nm pertama di dunia dengan klaim kartu grafis yang memiliki kinerja tinggi yang efisien.
Itu karena inti dari RDNA itu sendiri adalah peningkatan kinerja hingga 1,25 performance per clock dibandingkan dengan seri GPU lama, tipe memori GDDR6 baru dan dukungan PCI Express 4.0. Artinya bahwa kehadiran GPU tersebut bisa memberikan lebih banyak kinerja, namun lebih sedikit daya.
Dibangun pada proses FinFET 7nm, Radeon RX 5700 (maupun seri XT) memungkinkan kinerja hingga 1,5 watt per jika dibandingkan dengan prosesor 14nm sebelumnya. Dengan saluran pipa grafis yang ditingkatkan, Arsitektur RDNA dirancang untuk mengurangi latensi dan membuat game yang dijalankan pengguna terasa jauh lebih cepat.
Apakah hanya itu aja nilai istimewa yang dibawa oleh GPU tersebut? Tidak juga, dimana salah satu potensi keunggulan lain yang bisa dibawa oleh Radeon RX 5700 juga adalah kehadiran teknologi yang mereka sebut sebagai Radeon Image Sharpening.
Layaknya RTX dengan fitur spesial Ray-tracing, Radeon Image Sharpening bisa jadi salah satu fitur istimewa dengan menggabungkan penajaman kontras-adaptif dengan peningkatan GPU untuk menghadirkan visual yang diklaim bisa jauh lebih jernih tanpa dampak kinerja. Hanya saja, menurut kami kehadiran teknologi tersebut masih belum cukup worth banget untuk saat ini, dimana sisi perbedaan yang disajikan enggak terlalu signifikan.
Desain & Spesifikasi
AMD kembali membawa edisi yang sejak dulu menjadi ciri khas tim merah dengan fitur single fan (yang menurut saya kurang efektif dalam sisi pendinginan), warna grey pekat mencolok dan bentuk yang terasa jauh lebih halus dari sudut finishing.
Dengan membawa bentuk faktor 2-slot, Panjang 28 cm dan lebar sekitar 12 cm, seri ini bisa membawa kelas tersendiri sebagai salah satu GPU yang cukup berpengaruh dari sisi desain.
Hanya saja, kamu perlu memiliki PSU besar untuk menangkat GPU tersebut, dimana AMD menyarankan minimum PSU adalah 600 Watt, termasuk memakai konektor daya antara 1 x 8-pin dan 1 x 6-pin.
Sedangkan untuk urusan konektivitas, Radeon RX 5700 membawa pilihan empat port display yang terbagi menjadi 1 x HDMI 2.0b dan 3 x DisplayPort 1.4.
| Spesifikasi | AMD Radeon RX 5700 |
| Base Clock/ Boost Clock | 1465 MHz/ 1765 MHz |
| Game clock | 1625 MHz |
| Stream Processors | 2304 |
| Memory Clock | 14 Gbps |
| Memory Size | 8GB GDDR6 |
| Memory Interface | 256-Bit |
| Ports | 1 x HDMI 2.0b |
| 3 x DisplayPort 1.4 | |
| Peak SP Compute | 7.9 TFLOPS |
| Memory bandwidth | 448 GBps |
| TDP | 180W |
| Power Connector | 1 x 8-pin and 1 x 6-pin |
| Card Dimensions (L x H) | 11.06″ x 4.98″ |
| Slot Width | Dual Slot |
| Harga | Rp5.999.000 |
Untuk spesifikasi, AMD Radeon RX 5700 hadir dengan kekuatan mumpuni, termasuk 8GB GDDR6, 2304 Stream Processors, 1465 MHz clockspeed dasar dan boost Clock hingga 1765 MHz, memory Clock up to 14 Gbps dan memory Interface sebesar 256-Bit. Standar directX 3D API juga hadir dengan dukungan baik untuk DX12 maupun OpenGL 4.5.
Seri ini benar-benar memberikan kesan yang cukup menjanjikan ketika hanya melihatnya saja dari sudut desain dan nilai spesifikasi tinggi. Namun untuk lebih jelasnya mengenai kinerja, mari kita lihat performa sesungguhnya dibawah ini.
Kendala
Sebelum kami melanjutkan terlalu jauh dalam urusan kinerja, kartu grafis ini ternyata memiliki banyak kendala, khususnya dari urusan driver yang terkadang masih belum menemukan jati diri sesungguhnya. Artinya bahwa driver yang disajikan AMD (sebelumnya versi 19.7.2) pada kartu grafis ini enggak maksimum, terkendala dalam sisi kompabilitas, sistem suka hang, bahkan perlu berdarah-darah untuk bisa membuatnya bekerja.


Hal yang kami sayangkan adalah ketidakstabilan driver yang bahkan bisa membuat kartu grafis ini enggak bisa bekerja secara maksimum, meski melalui platform baru X570. Disisi lain, hal terburuk yang bisa didapatkan oleh konsumen adalah kehadiran artefak, bahkan sistem terkadang suka restart sendiri, dan freeze saat mau masuk ke sistem Windows 10.
Inilah yang ternyata menjadi sisi gelap yang ditawarkan Radeon RX 5700, khususnya dalam hal kompabilitas driver yang terasa benar-benar belum sempurna. Dan perlu waktu yang cukup lama untuk membuatnya stabil agar bisa bekerja.
Kinerja
Dan setelah membuatnya bekerja, Radeon RX 5700 bisa memberikan banyak hal yang mengejutkan, khususnya dari nilai FPS tinggi yang disajikan GPU tersebut tanpa perlu mengalami banyak masalah dalam gaming. Disisi lain, CPU AMD Ryzen 5 3600 ternyata bisa memberikan kinerja maksimum pada GPU tersebut, sehingga bisa menjadi pasangan yang sempurna tanpa perlu menghadirkan sisi bottleneck yang besar.
Dalam performa 3DMark TimeSpy maupun Firestrike, hasil yang disajikan bisa memberikan banyak harapan penggemar yang menginginkan kinerja tinggi pada harga yang pantas. Seri ini bisa lebih baik dari RTX 2060, dan hampir sama dengan apa yang bisa ditawarkan oleh RTX 2060 SUPER, namun hadir dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Dan hal tersebut juga berlaku untuk kinerja gaming, meski beberapa game tampaknya lebih dikhususnya untuk GPU tim hijau.
Namun begitu, Radeon RX 5700 mampu cukup unggul dalam beberapa gaming, termasuk bisa membawa sisi yang jauh lebih ideal pada resolusi 2K.
Battlefield V maupun Shadow Of The Tomb Raider bisa hadir dengan kinerja Fps rata-rata diatas 100, bahkan BFV bisa melebihi fps hingga 140 dan itu tentu benar-benar menyenangkan untuk memulai.
Suhu & Konsumsi Daya
Suhu bisa menjadi masalah serius untuk Radeon RX 5700, khususnya untuk edisi awal. Kehadiran single fan tampaknya enggak memberikan kinerja pendinginan yang sangat berarti, bahkan ketika suhu terlalu tinggi, sistem akan bermasalah atau bahkan hang.
Sebagaimana apa yang kami ungkap pada saat tes gaming Battlefield V dalam waktu hanya 1 jam, suhu maksimum bisa mencapai 95° derajat, dan itu benar-benar tidak menyenangkan untuk penggunaan lebih jauh. Meski, suhu rata-rata yang disajikan bisa mencukupi batas wajar, antara 80° hingga 85° saat gaming load.
Sedangkan untuk konsumsi daya, seri ini bisa dikatakan sebagai yang terbaik dalam sejarah GPU AMD untuk urusan penghematan daya. Bahkan terasa lebih baik dibandingkan dengan Nvidia RTX 2060 SUPER dengan penggunaan konsumsi daya hanya sebesar 280 Watt saja dalam skema Battlefied V.
Kesimpulan
Hari yang benar-benar menyenangkan bagi AMD kepada penggemar, ketika mereka merilis barisan CPU hebat generasi ketiga, termasuk platform chipset baru X570, bahkan membawa sejarah tersendiri bagaimana kehebatan tim merah benar-benar terasa untuk semua kalangan. Hanya saja, ini tampaknya masih belum berlaku untuk seri GPU terbaru mereka di awal, meskipun juga membawa sejarah tersendiri sebagai GPU 7nm pertama di dunia.
Nah, ada beberapa alasan yang bisa membuatnya terlihat enggak terlalu worthed buat dipertimbangin, diantaranya adalah :
- Kompabilitas dan dukungan driver masih terbatas, yang bisa menyebabkan ketidakstabilan sistem, bahkan bisa memunculkan banyak masalah, seperti sistem hang hingga artefak.
- Sistem pendingin yang disajikan melalui single fan beneran gak terlalu worth banget, apalagi untuk sesi gaming Marathon yang membutuhkan waktu cukup lama.
- Dan hal tersebut berlaku untuk suhu yang selalu mencapai sisi maksimum, yang bener-bener enggak nyaman untuk dilalui.
Namun begitu, seri ini juga memiliki poin positif yang bisa kalian pertimbangkan sebagai salah satu sisi keunggulannya, yaitu :
- Kinerja yang superior, bahkan layak banget untuk gaming 1440p pada pengaturan maksimum
- Harga yang ditawarkan lebih terjangkau, padahal GPU ini setara dengan RTX 2060 SUPER yang memiliki selisih harga cukup tinggi.
- Dan terakhir adalah konsumsi daya yang cukup hemat dan sangat berarti. Arsitektur RDNA 7nm benar-benar membawa suguhan yang berharga bagi konsumen, tidak hanya nilai kinerja yang besar, namun juga berlaku untuk urusan konsumsi daya.
Jadi, terlepas dari semua hal yang telah kita bicarakan sebelumnya (ataupun belum), AMD Radeon RX 5700 bisa membawa nilai unggulan yang pasti untuk gaming sempurna pada harga yang pantas. Hanya saja, ini enggak terlalu worth banget untuk awalnya, dimana kalian perlu menunggu edisi berbeda dari produsen ketiga, yang biasanya nawarin pilihan pendingin yang jauh lebih baik maupun bentuk desain.
Disamping itu, kalian juga perlu menunggu driver GPU yang jauh lebih disempurnakan untuk mendongkrak maupun kestabilan kinerja akan terasa jauh lebih baik. Software Adrenalin Edition yang kami pakai (19.7.2 saat penulisan) belum memberikan jawaban sempurna bagi harapan kita semua.
Hingga pada akhirnya, sebelum semua sisi minus yang bisa disajikan oleh produsen benar-benar diperbaiki, sebaiknya kalian tahan dulu untuk membeli GPU tersebut hingga beberapa pekan kedepan, dimana bulan agustus bisa menjadi waktu terbaiknya.
Baca Juga :
- AMD Ryzen 5 3600 Review : Desktop CPU Yang Worth Banget Buat Semua Kalangan
- T-Force Vulcan Z 16GB DDR4 Series Review : Gaming Memory Murah, Kinerja Superior
- AMD Dikabarkan Tidak Lagi Produksi Radeon VII, Fokus Utama Pada Navi GPU
- Nvidia GeForce GTX 1650 (Laptop) Quick Review : Apa Yang Kami Ketahui Sejauh ini
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :















2 thoughts on “AMD Radeon RX 5700 Review : Harusnya Menyenangkan, Tapi Masih Banyak Minusnya”
Comments are closed.