- Android, Berita Terbaru, Smartphone

Western Digital Bergabung Dengan Perusahaan Lainnya Yang Tinggalkan Huawei

Western Digital menjadi salah satu produsen lainnya yang memutuskan sementara hubungan dengan Huawei hari ini, sehingga hal tersebut semakin mempersulit perusahaan asal negeri Tiongkok ini untuk bisa bergerak lebih jauh di masa depan.

Keputusan ini resmi diumumkan oleh Western Digital, meski menurut Nikkei, mereka mengatakan bahwa itu merupakan langkah yang sangat berat bagi mereka dan bisa saja membalikkan keputusan jika pemerintah AS memiliki kesepakatan yang baik untuk memutihkan Huawei dari daftar hitam.

Baca juga : Ponsel Masa Depan Huawei Nantinya Tidak Dilengkapi Dengan Aplikasi Bawaan Facebook

Disisi lain, kehilangan akses ke Western Digital sebagai pemasok akan mempersulit Huawei untuk memproduksi smartphone-nya. Meski pihak perusahaan mengatakan telah menimbun komponen yang cukup untuk bertahan antara tiga bulan dan satu tahun penuh tanpa perlu mengisi kembali, tetapi pada akhirnya waktu itu akan berlalu. Produsen ini bahkan dilaporkan harus menunda pengembangan maupun pembuatan laptop; dan mereka harus melakukan hal yang sama untuk smartphone masa depan mereka yang bisa menjadi bencana.

Huawei masuk daftar hitam pada bulan Mei, dan meskipun banyak perusahaan mengumumkan niat mereka untuk mematuhi kebijakan AS segera setelah pengumuman itu, tidak semua melakukan langkah besar untuk bergerak maju. Beberapa menerima lisensi sementara untuk terus bekerja dengan Huawei hingga 18 Agustus, dan jika hubungan antara AS dan China membaik sebelum itu, Huawei bisa bergerak kembali secara positif.

Perusahaan Amerika sebenarnya memiliki opsi untuk mengajukan lisensi khusus untuk terus bekerja dengan Huawei. Nikkei melaporkan bahwa Western Digital sempat menimbang pilihan itu, mengutip kepala eksekutif Steve Milligan yang mengatakan perusahaan penyimpanan “bekerja dengan pemerintah AS di berbagai tingkatan yang berbeda” dan bahwa itu mungkin berlaku untuk lisensi khusus dari Biro Industri dan Keamanan AS untuk terus memasok Huawei meskipun ada larangan.

Hanya saja, itu bukan situasi yang mudah bagi perusahaan untuk bernavigasi. Gagal mematuhi hukum A.S. dapat menyebabkan denda dan hukuman lainnya. Sehingga, memutuskan sementara hubungan dengan Huawei dengan segera bisa menyelesaikan perbedaan secara efektif. Western Digital tampaknya berusaha untuk mendapatkan keduanya dengan mematuhi larangan tersebut sambil membuatnya sangat jelas bahwa mereka sebenarnya benar-benar lebih suka tidak melakukannya.

Disisi lain, keinginan untuk bermain aman tampaknya tidak sepenuhnya bersifat finansial. Milligan mengatakan kepada Nikkei bahwa Huawei menghasilkan kurang dari 10% dari pendapatan Western Digital. Tetapi perusahaan itu baru saja mengumumkan Perjanjian Kerjasama Strategis pada bulan April untuk “menyetujui tujuan bersama dari kesuksesan pasar melalui kelanjutan hubungan mereka di bidang HDD, SSD, dan teknologi penyimpanan flash NAND.”

Western Digital menjadi entri lain dalam daftar perusahaan yang memutuskan hubungan dengan Huawei. Daftar ini sudah termasuk Google, industri semikonduktor A.S., Arm dan Tokyo Electron. Dan itu akan terus bertambah sampai tenggat waktu yang ditentukan oleh pemerintah AS untuk bertindak, yakni 18 Agustus. Pada tingkat ini, tidak peduli apa yang diklaim Huawei tentang persediaan perangkat kerasnya atau kemampuan untuk membuat sistem operasinya sendiri, menjalankan bisnisnya akan semakin sulit.

 Baca Juga :



Comments

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat

1 thought on “Western Digital Bergabung Dengan Perusahaan Lainnya Yang Tinggalkan Huawei

Comments are closed.