Apple Juga Bisa Bernasib Sama Dengan Huawei, Ungkap Goldman Sachs
Huawei benar-benar “ditelanjangi” dari segala aspek oleh pemerintah AS, namun hal tersebut juga bisa berdampak sama dengan apa yang bisa terjadi pada Apple, ketika pemerintah Tiongkok melakukan hal sama pada produk populer asal negeri Paman Sam ini.
Menurut analis Goldman Sachs, ia menulis bahwa Negeri Tirai Bambu memiliki pangsa pasar hingga 17 persen dari penjualan Apple di kuartal kedua fiskal dan mewakili 29 persen dari keuntungan perusahaan. Jika perang dagang terus meningkat, yang telah membuat Presiden Trump menaikkan tarif impor Cina senilai $ 200 miliar, Cina bersiap untuk membalas dengan melarang produk-produk Apple dari daratan, sehingga laba bersih Cupertino akan turun lebih dari $ 15 miliar per tahun.
Baca juga : Apple Siap Sajikan Pilihan MacBook Pro Terbaru Yang Lebih Tangguh, Intel Core i9 Sajian Utama
Disisi lain, Apple juga tampaknya memiliki kekhawatiran lain di luar larangan penjualan Cina. Tentu, itu karena sebagian besar proses pembuatan iPhone berada di pabrik-pabrik Cina, terutama di pabrik Foxconn di Shenzhen yang memproduksi sebagian besar handsetnya. Jika pembatasan diberlakukan, Hall percaya Apple tidak akan dapat memindahkan banyak manufaktur iPhone di luar China dalam waktu singkat. Sebelumnya dilaporkan, bahwa Apple telah mempertimbangkan untuk pindah dari negara itu karena kenaikan tarif impor AS.
Dalam catatan Hall juga, ia menambahkan bahwa kesediaan China untuk menghentikan produksi iPhone di negara itu kemungkinan akan terpengaruh oleh dampak tindakan tersebut terhadap ekonomi lokal dan ekosistem teknologi.
Hingga sejauh ini, keputusan Ekstrim pemerintah AS untuk melarang produk masa depan Huawei di semua mitra utama negeri tersebut pada hampir semua aspek bisa memberikan dampak yang sangat besar. Kerugian sudah pasti akan ditanggung Huawei, namun pihak pemerintah AS juga tampaknya akan mengalami waktu yang sulit untuk membangun kembali kerjasama penting pada beberapa produk andalan mereka seperti seri iPhone di negeri Tiongkok, atau bahkan di Asia.
Selain sengketa perdagangan yang sedang berlangsung yang dapat menyebabkan kenaikan tarif atas barang-barang Cina senilai $ 325 miliar, AS pada dasarnya melarang perusahaan melakukan bisnis dengan Huawei karena anggapan ancaman keamanan.
Sejauh ini Microsoft telah menghapus laptop Huawei dari toko online dan Arm memutuskan hubungan dengan perusahaan. Ada penangguhan hukuman selama 90 hari yang memungkinkan Google untuk terus menyediakan tambalan keamanan dan pembaruan perangkat lunak untuk perangkat Huawei, tetapi tidak jelas apa yang akan terjadi setelah berakhir.
Baca Juga :
- Penjelasan Larangan “Ekstrim” Terhadap Huawei Oleh Amerika Tidak Masuk Akal, Ungkap The Verge
- Huawei Tidak Bisa Lagi Manfaatkan Kartu SD atau microSD Pada Perangkat Masa Depan Mereka
- Google Larang Penggunaan Android Pada Ponsel Huawei di Masa Depan
- 59 Juta Smartphone Huawei Berhasil Terjual Pada Q1 2019, Meski Badai Terus Menerjang
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
