>

Hati-hati, Banyak Antivirus Android Palsu Yang Beredar Di Luar Sana

Hati-hati, Banyak Antivirus Android Palsu Yang Beredar Di Luar Sana

Seberapa efektif sih perangkat lunak Antivirus Android itu? Sementara banyak dari kita yang percaya bahwa semua pilihan tersebut bisa menangkal hampir semua bahaya yang bisa terjadi melalui perangkat mobile, namun apa yang diungkap oleh AV-Comparatives tampaknya bisa membuat banyak orang cukup terkejut.

Betapa tidak, dari 250 Aplikasi keamanan Android, ternyata hanya 80 yang mampu memblokir lebih dari 30% sampel malware. Beberapa diantaranya bahkan ternyata tidak memiliki fungsi antivirus sama sekali. Itu berarti hanya 32% dari software keamanan yang memiliki kemampuan yang cukup baik bagi pengguna, sementara sisanya adalah sesuatu yang sangat tidak layak.

Baca juga : 5 Pilihan Software Gratis Untuk Mengecek Suhu Prosesor

AV-Comparatives itu sendiri merupakan kelompok riset industri yang menilai program antivirus berdasarkan bagaimana efektifnya software keamanan tersebut di perangkat Android. Dan kali ini, mereka baru saja melakukan penelitian terhadap produk antivirus Android dari Google Play Store, dimana hasilnya sangat mengejutkan.

Mereka menguji setiap aplikasi dengan 2.000 ancaman malware Android paling umum dan mencatat software mana yang tertangkap dan software mana yang membiarkannya masuk. Tes ini sepenuhnya otomatis dan dilakukan pada ponsel nyata daripada emulator. Tentu, hal tersebut dilakukan dirancang agar mudah dan sebagai hasilnya, sebagian besar aplikasi antivirus nyata mendeteksi 100% sampel. Secara keseluruhan, ada sekitar 50 aplikasi yang mendapat skor di atas 90%.

Sebagai kontrol, mereka juga menguji aplikasi bersih untuk melihat apakah aplikasi antivirus benar-benar memindai telepon. Dan apa yang mereka temukan ternyata banyak aplikasi antivirus yang seharusnya menandai setiap aplikasi lain di ponsel pengguna sebagai “sesuatu” yang mencurigakan kecuali jika itu ada dalam daftar aplikasi yang diizinkan, ternyata banyak yang tidak memiliki nilai efektivitas sama sekali.

Disamping itu, perusahaan riset ini juga menemukan plagiarisme yang merajalela di antara aplikasi yang kurang sah. Banyak yang hanya menggunakan mesin antivirus dari aplikasi terkemuka lainnya, meskipun masih mengenakan biaya untuk aplikasi mereka sendiri. Beberapa aplikasi bahkan menyalin sisi interface aplikasi yang sah.

Antivirus Android

Untuk itulah, dan demi menghindari pilihan Antivirus di Android yang kurang efektif bagi konsumen, pihak perusahaan merekomendasikan agar pengguna tetap memilih software kemanan yang populer, yang bisa kita lihat juga pada seri Desktop sehingga terhindar dari aplikasi penipuan.

Nama-nama populer tersebut yang direkomendasikan adalah Avast, AVG, Avira, Bitdefender, BullGuard, Emsisoft, ESET, F-Secure, Lab Kaspersky, McAfee, Sophos, STOPzilla, Symantec, Tencent, Trend Micro, VIPRE, Lookout, Malwarebytes, CheckPoint, Webroot dan Zemana. Kamu bisa melihat laporan lengkapnya disini.

 Baca Juga :



Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com