Negeri Tiongkok Siap Berlakukan Pemindai Wajah Sebagai Alat Pembayaran Praktis
Evolusi baru pemindai wajah di masa depan tampaknya bisa jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan sekedar identitas. Karena dengan hanya fitur tersebut, ini bisa mewakili semuanya, bahkan bisa menjadi alat pembayaran yang jauh lebih praktis. Dan ternyata, hal tersebut juga mulai diberlakukan oleh pemerintah Tiongkok, dimana negara ini bisa menjadi yang pertama dalam membawa teknologi canggih tersebut untuk masyarakatnya.
Meski masih dalam tahapan beta, kehadiran pemindai wajah dengan banyak fitur canggih tersebut sudah hadir di negara ini, atau tepatnya stasiun kereta bawah tanah Shenzhen, Kawasan yang dikenal populer dalam urusan teknologi yang bahkan sudah didukung oleh jaringan 5G, seperti yang diungkap oleh South China Morning Post.
Baca juga : Pemerintah AS Ancam Jerman Batasi Akses Intelijen Jika Masih Gunakan Perangkat 5G Huawei
Uji coba terbatas pada satu stasiun ini akan membawa era baru dalam tahapan pemindai wajah para pengguna kereta lebih efekif. Setiap orang yang memasuki stasiun dapat memindai wajah mereka di layar tempat mereka biasanya mengetuk ponsel atau kartu kereta bawah tanah. Ongkos mereka kemudian secara otomatis dikurangi dari akun tertaut. Hanya saja, mereka harus mendaftarkan data wajah mereka terlebih dahulu dan menautkan metode pembayaran ke akun kereta bawah tanah mereka.
Ada beberapa keunggulan yang dibawa sistem ini. Misalnya, pengendara tidak perlu khawatir tentang lupa kartu kereta bawah tanah atau saldo rendah, tetapi pada saat yang sama, itu berarti bahwa setiap perjalanan mereka melalui kereta bawah tanah akan dilacak hingga piksel wajah mereka. Tidak jelas apakah sistem pelacakan tersebut bisa membawa kontrol tersendiri oleh pemerintah. Bahkan, ini mungkin bisa menjadi bagian usaha lain dari Tiongkok yang memberlakukan banyak sistem kamera pengintai secara luas yang mencatat wajah, usia, jenis kelamin, dan berapa lama mereka tinggal di daerah tersebut.
Algoritma untuk teknologi pengenalan wajah itu sendiri dirancang di laboratorium yang diawasi oleh Shenzhen Metro dan pembuat ponsel Huawei. Metro Shenzhen belum memberikan batas waktu kapan pengenalan wajah bisa mencapai semua stasiun dan jalur kereta bawah tanah, namun tampaknya itu akan berlaku secara global dalam waktu yang tidak lama lagi. Ada banyak sisi positif yang disajikan dari kehadiran teknologi tersebut, namun juga sisi negatif juga bisa jauh lebih besar.
Baca Juga :
- Takut Diretas, Banyak Perusahaan Asal Amerika Kini Tidak Lagi Memakai Kabel Listrik Dari Tiongkok
- Pemerintah AS Ancam Jerman Batasi Akses Intelijen Jika Masih Gunakan Perangkat 5G Huawei
- Pejabat Samsung Jelaskan Mengapa Galaxy Fold Bisa Lebih Baik Dibanding Huawei Mate X
- “Amerika Tidak Bisa Hancurkan Kami”, Ungkap Pendiri Huawei
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
