Anak Jaman Now Hari ini Ternyata Sudah Memiliki Identitas Online Bahkan Sebelum Mereka Lahir
Terkadang kita suka tidak menyadari bahwa anak-anak pada jaman digital hari ini sebenarnya telah tumbuh dan memiliki identitas secara online bahkan semenjak mereka (atau sebelum) lahir. Dan terkadang pula, mereka tidak menyadarinya sampai mereka melihat akun media sosial orang tuanya yang memperlihatkan berbagai foto anak-anak mereka melalui konten “berbagi”, sejak tumbuh hingga sampai mereka mengerti dunia ini.
Ada yang setuju, namun ada juga yang merasa keberatan saat anak-anak mereka mulai melihat identitas mereka yang sudah dikenali banyak orang sebelum dirinya sendiri. Namun, tidak sedikit dari mereka pula yang merasa aneh mengapa semua hal tersebut dilakukan melalui fitur berbagi ini bersama orang-orang yang tidak dikenalnya sama sekali.
Baca juga : Makna Positif Yang Bisa Kita Ambil Dari Bill Gates, Sosok Ayah Yang hebat
Sebuah artikel dari The Atlantic menunjukan bahwa anak-anak modern jaman now terkadang bisa dikatakan lebih memiliki mental digital jika dibandingkan mereka yang lahir di tahun 2000-an atau bahkan 90-an. Itu bisa berlaku positif, namun terkadang lebih banyak potensi sisi negatif, meskipun tergantung para orang tua mereka yang memberlakukan berbagai makna tersendiri mengenai sisi kehidupan nyata yang seimbang.
Dan itu pun tidak terlepas dari “identitas” online yang sudah mendahului mereka bahkan sebelum mereka lahir melalui konten berbagi pada media sosial tersebut. Sementara menempatkan gambar anak-anak di media sosial bisa memberikan sesuatu yang mungkin bermanfaat untuk dikenali oleh berbagai keluarganya, namun itu juga dapat membuat mereka malu, termasuk risiko potensial yang terlibat.
Namun, itu tidak selalu sependapat dengan sebagian orang. Seorang seorang ibu yang memiliki anak perempuan berusia 14 tahun, mengatakan bahwa jika ia berhenti memposting foto putrinya, ” maka itu akan berarti mematikan bagian penting dari diri saya, yang tidak selalu baik untuk saya atau dia.” Benarkah demikian?
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan keamanan internet AVG, hampir seperempat anak-anak memulai kehidupan digital mereka ketika orang tua mengunggah scan calon bayi mereka ke internet. Studi ini juga menemukan bahwa 92 persen balita di bawah usia 2 bahkan sudah memiliki identitas digital mereka sendiri yang unik. “Orang tua sekarang membentuk identitas digital anak-anak mereka jauh sebelum orang-orang muda ini membuka email pertama mereka.
Pengungkapan yang dilakukan orang tua secara online pasti akan mengikuti anak-anak mereka hingga dewasa”ungkap sebuah laporan oleh Fakultas Hukum Universitas Florida Levin. “Orang tua ini bertindak sebagai penjaga gerbang informasi pribadi anak-anak mereka dan sebagai narator kisah pribadi anak-anak mereka.” Dan terkadang, inilah yang membentuk kepribadian anak-anak jaman now dalam era digital yang terus menggerus makna kehidupan nyata. Itu bisa berlaku positif atau sebaliknya, tergantung bagaimana kita memandang dan memberlakukan semua hal tersebut sepenuhnya.
Baca Juga :
- Rusia Berencana Untuk Memutuskan Internet Sepenuhnya Untuk Melihat Kemungkinan Terburuk
- Sisi Baik Dan Buruk Dari Kekuatan Media Sosial Hari Ini
- Facebook Gunakan Teknologi AI Untuk Atasi Hoax
- WhatsApp Kini Batasi Pengguna Untuk Meneruskan Pesan, Upaya Untuk Melawan Hoax Jauh Lebih efektif
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
