hoax
- Berita Terbaru, Internet, Serba-serbi, Sosial Media

Facebook Gunakan Teknologi AI Untuk Atasi Hoax

Facebook sebagai salah satu media sosial terbesar di dunia memang membawa banyak manfaat, namun juga bisa menjadi sumber bencana. Tentu, salah satunya adalah penyebaran informasi yang salah dan bisa membawa dampak buruk, baik bagi seseorang, komunitas bahkan hingga negara. Untuk itulah, Facebook kini mengambil langkah lebih jauh dengan menghadirkan teknologi AI sebagai pemeriksa fakta ketiga.

Terlebih lagi, mereka juga bekerjasama dengan pihak lain yang juga akan akan meninjau dan menilai keakuratan berbagai potongan konten, termasuk gambar teks, dan video dalam sebuah posting. Ini mungkin karena ada banyak tekanan dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah untuk selalu mengatur dan menjaga konten posting dari Hoax.

Baca juga : Hoax dan Social Engineering, Mimpi Buruk Dalam Sosial Media Dan Cara Mencegahnya

Tampaknya kerja keras perusahaan tersebut akhirnya mulai membuahkan hasil, apalagi ketika posting blog yang diterbitkan beberapa hari lalu melalui Manajer Produk Facebook Antonia Woodford, membahas beberapa perubahan besar yang telah dilakukan perusahaan untuk mengurangi penyebaran “Hoax”.

Facebook kini resmi menggunakan “teknologi baru” yang menggunakan kekuatan pembelajaran mesin (AI) untuk mengidentifikasi konten yang “berpotensi salah” secara otomatis, terlebih lagi juga untuk mempercepat proses bekerja di belakang layar. AI ini juga tidak membuat keputusan final untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, ia meneruskannya ke salah satu checker fakta yang disebutkan sebelumnya untuk ditinjau.

Untuk menangani beban kerja yang segera meningkat, Facebook berjanji untuk memperluas program pengecekan fakta untuk foto dan video ke 17 negara di seluruh dunia, plus membawa mitra baru ini di sepanjang jalan.

Jadi, bagaimana cara kerja sistem baru Facebook? AI yang memuat konten perusahaan tersebut menggunakan “engagement signals” (seperti sharing, komentar, suka, atau umpan balik langsung) untuk menemukan konten yang dapat dibesar-besarkan atau menyesatkan. Setelah itu, pemeriksa fakta akan menggunakan “teknik verifikasi visual” (visual verification techniques) dan strategi penelitian umum untuk bisa menyampaikan kesimpulan tentang akurasi sebuah konten.

Facebook mengatakan bahwa sumber-sumber yang digunakan pemeriksa fakta dapat dipercaya, sehingga mereka mungkin tidak akan bergantung pada sumber lainnya untuk informasi mereka. Nah, kami masih belum mengetahui apakah ini juga akan bekerja di negara kita atau tidak. Kami akan terus update semua informasi terbaru mengenai hal tersebut dalam artikel terbaru.

 Baca Juga :



Comments
Loading...

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat