AMD Ryzen G Series Mungkin Fenomenal, Namun Update Bios Bisa Menjadi Masalah

AMD Ryzen G Series Mungkin Fenomenal, Namun Update Bios Bisa Menjadi Masalah

Update BiosAMD Ryzen G Series dengan GPU Vega didalamnya sudah diluar sana sebagai solusi jitu untuk pembangun anggaran, dan mereka benar-benar berdampak positif bagi pengguna. Hanya saja, ada sejumlah masalah, pilihan motherboard AM4 lama benar-benar harus diupgrade dalam urusan biosnya untuk bisa menampilkan display. Masalahnya adalah, bagaimana jika pengguna tidak memliki CPU sebelumnya, sedangkan mobo yang perlu di update perlu memiliki CPU untuk menjalankannya terlebih dahulu?

Kita tahu bahwa pilihan prosesor ini merupakan solusi lengkap, ketika mereka atau dua dari CPU ini mampu memberikan kinerja gaming yang solid tanpa harus repot membeli kartu grafis dedicated. Hasilnya, CPU ini menjadi hits hanya dalam waktu singkat, sehingga memberikan dampak yang positif ketika pilihan GPU masih langka diluar sana.

Namun, untuk bisa memastikan bahwa motherboard lama mereka bisa bekerja dengan CPU terbaru ini, tentunya mobo memerlukan update firmware. Tanpa itu, ini hanya akan mendukung CPU seri sebelumnya yang murni hadir tanpa GPU. Sementara beberapa motherboard sudah mendukung pemasangan update firmware tanpa CPU yang bekerja, ternyata banyak juga yang belum diupgrade. Jadi pengguna pastinya dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan, yakni meng-flash firmware yang membutuhkan CPU untuk bisa bekerja terlebih dahulu.

Update Bios

Ini bukan pertama kalinya situasi seperti tersebut terjadi. Di masa lalu, Intel dan AMD telah menimbulkan teka-teki ini. Ini sangat umum setiap kali sebuah prosesor baru keluar yang bekerja pada motherboard yang lama mereka. Dalam beberapa bulan, sebagian besar motherboard di saluran tersebut seharusnya memiliki firmware baru yang terpasang di pabrik, menyelesaikan semua masalah, namun saat ini, pembeli masih terjebak. Respons yang biasa dari perusahaan chip itu akurat, jika tidak membantu- “keluar dan beli prosesor termurah yang kompatibel, gunakan untuk flash firmware, dan kemudian gunakan prosesor baru” -dan itu juga akan berhasil di sini, tapi hampir tidak respon yang user-friendly.

Untuk chip baru ini, bagaimanapun, AMD sebenarnya sudah melangkah terlebih dahulu untuk membantu. Kita hanya perlu mengikuti petunjuk di halaman dukungan perusahaan dan perusahaan akan mengirimkan apa yang disebutnya “kit boot” untuk menggerakkan firmware. Yang sebenarnya berarti bahwa kita akan meminjam CPU sementara dual core A6-9500, yang mungkin merupakan CPU paling murah dan paling lambat dengan GPU terintegrasi yang dimiliki AMD. Sehingga, kita dapat mengupdate firmware bios terbaru. Tapi, hal tersebut nyatanya tidak berlaku, dan sangat sulit untuk melihat realitasnya.

Nah, untuk itulah ketika anda berencana untuk membeli barisan CPU AMD Ryzen G Series yang fenomenal ini, maka sebaiknya pastikan bahwa mobo yang rencana akan anda beli sudah menerima update terbaru. Namun jika anda nyatanya sudah membelinya dan memiliki masalah tersebut, maka sebaiknya bawa perangkatnya ke tempat dimana anda membelinya. Lakukan proses upgrade disana, maka semuanya akan baik-baik saja. Ataupun juga, anda bisa mengupgrade sendiri untuk urusan bios dengan meminjam CPU lama dari teman atau siapapun mereka.

 Baca Juga :

 

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com