- Berita Terbaru, Cooler, Hardware, Serba-serbi, Tutorial

Bagaimana Sih Cara Kerja Liquid Cooling System Itu? Begini Penjelasannya

Jadi, ada sesuatu yang bermanfaat bagi kami saat menghadiri acara yang diadakan Thermaltake kemarin di Bandung yang didukung sepenuhnya oleh beberapa produsen besar seperti ASUS, TEAM, serta beberapa peserta dari komunitas Unimod. Ini semua tentang LCS alias cara kerja Liquid Cooling System, dimana pilihan sistem pendingin yang super elegan ini benar-benar bisa membawa sesuatu yang nyata untuk kinerja.

Meskipun acara tersebut sedikit terbatas dalam jumlah peserta (for Dealers Only), namun ada banyak hal yang bisa kami bagikan kepada anda, khususnya bagi mereka yang ingin sekedar mengenal dunia LCS dan bagaimana semua anggapan mengenai hal tersebut yang selama ini selalu ditakutkan ternyata tidak benar. Apalagi, acara yang dipandu oleh salah seorang master yang benar-benar berpengalaman dalam bidang ini, Bung Waroq Rig ternyata mampu memberikan sesuatu yang mudah untuk dimengerti, khususnya mengenai Liquid Cooling System seutuhnya. Jadi, bagaimana kalo kita ungkap sekilas mengenai hal tersebut?

Baca juga : Sistem Pendinginan Apa Yang Anda Butuhkan? Air Cooling Atau Liquid Cooling

Jadi, Bagaimana Cara Kerja Liquid Cooling System itu ?

Liquid Cooling System pada dasarnya adalah radiator untuk prosesor di dalam komputer. Sama seperti radiator untuk mobil, sistem pendingin cair akan menyalurkan cairan melalui heat sink yang terpasang pada prosesor. Saat cairan melewati heat sink, panas dipindahkan dari prosesor ke cairan pendingin. Cairan panas kemudian bergerak ke radiator dan memindahkan panas ke udara sekitar di luar casing. Cairan yang didinginkan kemudian berjalan kembali melalui sistem ke komponen untuk melanjutkan proses yang berulang tersebut.

Keduanya mengambil keuntungan dari prinsip dasar termodinamika – bahwa panas bergerak dari benda yang lebih hangat ke objek yang lebih dingin. Sebagai objek pendingin menjadi lebih hangat, benda yang lebih hangat menjadi lebih dingin. Ini menjadi satu-satunya tujuan dari sistem pendingin ini, dimana ia akan mentransfer panas (energi) dari komponen komputer yang penting secepat dan seefektif mungkin, biasanya ke lingkungan sekitar dengan mengusir panas melalui radiator.

Apa saja sih komponen LCS itu?

Ada sejumlah komponen penting untuk membangun Liquid Cooling System yang perlu anda ketahui, khususnya ketika anda berencana untuk membangun sistem ini. Beberapa komponen tersebut diantaranya :

  • Water Block : Komponen watercooling ini mirip dengan heatsink, namun menggunakan komponen air sebagai proses pendinginannya. Ia bisa digunakan pada berbagai komponen komputer, seperti CPU, GPU, motherboard, RAM bahkan juga bisa digunakan juga untuk SSD. Komponen ini digunakan untuk mentransfer panas dari sumber ke dalam cairan yang mengalir melalui blok air. Ini menjadi bagian penting dari lingkaran LCS yang akan memungkinkan kita untuk bisa mencapai suhu terdingin, bahkan juga untuk menghadirkan pilihan overclock tertinggi.

  • Reservoir : Reservoir atau tangki dimaksudkan untuk menahan air ekstra dalam satu lingkaran agar gelembung udara perlahan diganti dengan air saat beredar. Ini juga berfungsi sebagai titik pengisian cairan pendingin. Reservoir bisa berupa unit yang berdiri sendiri atau datang sebagai combo dengan pompa.

  • Pompa : Komponen ini layaknya jantung yang hadir dalam setiap pendingin cair. Pompa memberikan sirkulasi pendingin dalam lingkaran dengan mendorong cairan melalui komponen lainnya. Pompa bisa hadir dalam paket bersama Reservoir atau juga terpisah, dimana ia biasanya terbuat dari motor pompa dan pompa atas dengan port inlet dan outlet.

  • Radiator & Fan : Fungsi utama radiator adalah mendinginkan cairan yang mengalir di dalam loop. Saat cairan mengalir melalui pipa tembaga, sirip radiator menyerap panas dari air, kemudian siripnya didinginkan oleh kipas yang menempel pada radiator. Kipas ini juga merupakan bagian yang sangat penting karena mereka harus memberikan tekanan statis tinggi dan tetap diam pada saat bersamaan.

  • Fittings : Komponen ini digunakan untuk menghubungkan tabung atau pipa dengan komponen lain yang berbeda dalam Liquid Cooling System. Ada banyak ukuran dan bentuk yang hadir, serta mereka juga biasanya memiliki diferensiasi antara fitting untuk Hard tube dan soft tube.

  • Tubbing : Tube hadir layaknya pipa untuk menghubungkan setiap komponen dalam lingkaran. Sehingga, sebelum anda membeli, pastikan ukuran (ID dan OD) tabung sesuai dengan ukuran Fitting dan sebaliknya. Setiap Tube ditandai dengan dua angka, di mana jumlah yang lebih kecil menghadirkan diameter dalam atau ID (Inner Diameter) dan jumlah yang lebih besar menunjukkan diameter luar atau OD (Outer Diameter).

Nah, itu dia beberapa komponen penting untuk membangun Liquid Cooling System. Hanya saja, anda mungkin perlu sedikit (atau banyak) waktu untuk menyesuaikan beberapa hal untuk menyajikan bentuk yang sempurna, apalagi proses pembentukan Tube alias bending akan membutuhkan waktu sebaik mungkin agar proses pembentukan jauh lebih sempurna. Seperti apa yang dikatakan Bung Waroq ” anda tidak akan bisa membuatnya sempurna sampai anda mencobanya”.




Lalu, apa saja yang menjadi sisi keunggulan dari Liquid Cooling System itu ?

Liquid Cooling System nyatanya merupakan sistem yang jauh lebih efisien dalam menarik panas dari prosesor dan di luar sistem. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menarik kecepatan yang jauh lebih tinggi dari sebuah prosesor karena suhu sekitar CPU atau inti grafis masih sesuai dengan keadaan normal. Inilah alasan utama mengapa overclocker ekstrem cenderung menyukai penggunaan larutan pendingin cair ini. Bahkan, beberapa orang telah mampu melipatgandakan kecepatan prosesor dengan menggunakan larutan pendingin cair yang sangat kompleks.

Manfaat lain dari sistem pendinginan cair adalah pengurangan kebisingan di dalam komputer. Sebagian besar heat sink dan kombinasi kipas saat ini cenderung menghasilkan lebih banyak suara karena kipas yang hadir perlu mengedarkan volume udara yang besar ke prosesor serta melalui sistem. Banyak CPU yang memiliki kinerja tinggi memerlukan kecepatan kipas lebih dari 5000 rpm yang bisa menghasilkan suara yang sangat bising. Berbeda halnya dari apa yang dilakukan oleh Liquid Cooling System, dimana pendinginan cairan umumnya tidak memerlukan kecepatan tinggi yang dibutuhkan seperti Fan besar.

Selain itu, memiliki Liquid Cooling System juga mampu memberikan nilai estetika yang jauh lebih baik untuk sebuah rig. Anda bahkan akan mengetahui banyak diantara para pengguna yang menginginkan nilai lebih dengan membangun sistem pendingin cair sebagai inti dari sebuah sistem. Dengan hadirnya pilihan Liquid Cooling System, ia seolah hadir sebagai penyempurna untuk karya seni yang benar-benar mengesankan.

Beberapa anggapan yang “Kurang tepat” mengenai LCS

Kadangkala, ada banyak hal yang ditakutkan mengenai sistem pendingin ini, khususnya karena sistem ini berkaitan erat dengan cairan yang bisa memberikan mimpi terburuk pada komponen anda. Namun begitu, beberapa hal yang biasa menjadi kendala bagi para pembangun dijawab dengan solid oleh Bung Waroq mengenai ketakutan dan beberapa anggapan yang terlalu berlebihan, diantarnya :

  • Kebocoran : Ya, inilah yang sering menjadi alasan utama mengapa mereka menghindari untuk menggunakan Liquid Cooling System. Namun pada dasarnya, seperti apa yang dikatakan oleh master kita, Waroq Rig ” jika membuatnya dengan benar, tepat dan sebagainya, maka jauh kemungkinan pengguna akan menghadapi sistem yang bocor dalam urusan pendinginan khususnya yang berkaitan dengan LCS.
  • Perawatan yang Rumit : Alasan kedua yang sering menjadi kendala pengguna adalah mereka selama ini beranggapan bahwa LCS itu harus dirawat dengan tingkat intensitas yang tinggi, mahal dan perawatan yang benar-benar harus terjadwal. Padahal, ia hampir sama dengan pilihan Air Cooling, bahkan jauh lebih mudah untuk urusan perawatan. Anda tidak harus membersihkan sistem setiap saat dengan cara yang ekstrim, hanya dengan sebuah lap sepeti kanebo untuk membersihkan tubbing dari debu yang menempel saja sudah cukup.
  • Sering Ganti Air : Dan alasan terakhir yang sering menjadi kendala adalah sebagian besar orang memiliki anggapan bahwa kita harus mengganti airnya setiap bulan atau waktu yang relatif pendek. Padahal,cairan yang hadir dalam sistem ini mampu bertahan cukup lama, bahkan jika selama 2 tahun anda  masih belum mengganti air, ia masih memberikan kinerja yang baik untuk pendinginan.

Kesimpulan

Nah, itu dia sedikit ilmu yang bisa kami ambil dari pertemuan singkat kemarin mengenai dunia Liquid Cooling System dari acara yang diadakan oleh Thermaltake Indonesia di Bandung. Walaupun sebenarnya masih ada hal lainnya yang belum dijelaskan secara utuh, namun pada dasarnya beberapa hal yang kami utarakan diatas bisa menjadi patokan anda atau sedikit ilmu yang bisa dipetik sebagai referensi untuk melihat dan memulai bagaimana caranya dalam membangun LCS pada rig terbaik anda. Dan ingat bahwa tidak ada pilihan terjangkau pada sistem ini, karena pada dasarnya ia hadir untuk menyempurnakan rig impian anda. Pilihan sistem ini lebih idealnya untuk kalangan enthusiast yang memiliki perangkat terbaik didalamnya, meskipun juga kalangan lainnya juga bisa membangun sistem ini walaupun tidak murah. Hanya saja, ada proses yang cukup lama untuk bisa memberikan sesuatu yang sempurna dalam LCS. Jadi jika anda masih ragu untuk membangun sistem ini namun menginginkan sesuatu yang cepat, sebaiknya serahkan pada mereka yang sudah ahli dalam bidang tersebut.

 Baca Juga :



About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat