Apa Sih USB-C Itu? Begini Penjelasan Simpelnya

Semakin banyak orang mengenal USB-C, konektor yang sebenernya punya banyak manfaat nyata dengan kemampuan selain transfer data yang besar, namun juga bisa berfungsi banyak hal juga.

USB-C memiliki bentuk konektor yang lebih kecil dibanding standar port USB dan posisinya fleksibel, seperti dibalik sehingga lebih mudah dicolokkan. Kabel USB-C dapat membawa daya yang lebih besar, sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat yang lebih besar seperti laptop.

Baca juga : Keuntungan Ganti HDD ke SSD Untuk Laptop Kesayangan Kamu

Disisi lain, ini juga menawarkan kecepatan transfer jauh lebih powerful, dimana generasi Type C 3.2 gen 2 misalnya, ini menawarkan kecepatan bandwith hingga 20 Gbps (perlane bisa hingga 10 Gbps).

Dirilis tahun 2014, tepatnya tanggal 11 agustus, ini boleh dibilang sebagai konektor USB 24-pin dengan memiliki simetris. Nah, mengapa disebut USB -C (biasa juga dikenal sebagai dikenal sebagai USB Type-C)? Ini mengacu pada bagian fisik USB, khususnya konektor di ujung kabel dan port di sisi perangkat yang berbentuk seperti huruf C, bukan dari kapasitas untuk data atau daya listrik.

Apa Sih USB-C Itu?

Nah, konektor Tipe-C tidak selalu mengimplementasikan USB untuk transfer daya semata, namun ini bisa membawa fungsi extra, seperti pengiriman atau Mode Alternatif lain. Contoh, konektor ini memungkinkan user punya adaptor yang dapat menghasilkan HDMI, VGA, DisplayPort, atau jenis koneksi lain dari port USB tunggal.

Contoh nyatanya adalah USB-C Apple yang menawarkan banyak hal, entah untuk menghubungkan HDMI, VGA, konektor USB Tipe-A yang lebih besar, dan konektor USB Tipe-C yang lebih kecil melalui satu port. Jadi, daripada banyak port yang hadir di laptop, entah USB, HDMI, DisplayPort, VGA, dan port daya, produsen bisa menyederhanakan lewat satu jenis port.

Generasi USB-C

Hingga saat ini, dua generasi terbaru yang sering (atau masih belum) ditemukan. Pertama ada USB 3.2, yang dirilis pada September 2017, menggantikan standar USB 3.1. Ini mempertahankan mode data USB 3.1 SuperSpeed dan SuperSpeed+ dengan memperkenalkan dua mode transfer SuperSpeed+ baru melalui konektor USB-C lewat operasi dua jalur, dengan kecepatan data 10 dan 20 Gbit/dtk (1 dan ~2,4 GB/dtk).

Opsi paling fresh adalah USB4, dirilis pada 2019, adalah standar protokol transfer USB pertama yang hanya tersedia melalui USB-C. Ini bisa menawarkan tiga keunggulan superior dibandingkan versi USB sebelumnya. Kecepatan Maksimum bisa mencapai 40 Gbps: Dengan menggunakan kabel dua jalur, perangkat dapat beroperasi hingga 40 Gbps, kecepatan yang sama seperti Thunderbolt 3. Data ditransmisikan dalam dua set empat jalur dua arah

Simpulan Awal

USB-C menyediakan cara baru untuk banyak disukai semua kalangan. Bentuknya yang fleksibel memudahkan pengguna memasukan konektor ini tanpa khawatir posisi salah. Disisi lain, ini jadi solusi untuk satu konektor USB tunggal dengan banyak fungsi, entah buat transfer data, pengisian daya atau banyak hal lain yang biasanya dulu butuh banyak perangkat extra.

Jadi, pengguna tidak perlu menyimpan banyak kabel USB yang berbeda dengan bentuk konektor yang berbeda pula untuk banyak perangkat. Dan ini tidak akan memiliki port yang lebih besar yang menghabiskan ruang besar.

Comments

Related Posts