Penyelamat Stok RAM? Raksasa Tiongkok POWEV Mulai Produksi Massal DDR5!
Di tengah krisis memori global yang bikin harga RAM melambung, bantuan datang dari arah yang tak terduga. POWEV, sub-brand dari raksasa memori Tiongkok Jiahe Jinwei, resmi mengumumkan masuk ke pasar produksi massal DDR5.
Langkah ini dianggap sangat krusial karena pasar dunia saat ini sedang berebut jatah memori dengan industri AI yang haus data.
Baca juga: Rumor Spek “Ajaib” Radeon RX 9050, Saingan Baru RTX 5050?
Spek Standar, Tapi Kapasitas Lega
POWEV tidak langsung bermain di angka clock yang fantastis, melainkan fokus pada stabilitas dan ketersediaan. Mereka merilis DDR5 dalam berbagai format: UDIMM (untuk PC desktop), SODIMM (untuk laptop), hingga RDIMM (untuk server).
- Kecepatan: Tersedia dalam pilihan 4.800 MT/s dan 5.600 MT/s.
- Kapasitas: Mendukung hingga 64 GB per modul.
- Voltase: Berjalan efisien di 1.2 V.
Menariknya, mereka membagi lini produknya menjadi dua kategori: “Pure Domestic” untuk rakitan PC consumer dan OEM, serta lini industrial untuk kebutuhan server yang lebih berat.
Ada satu hal yang cukup misterius dari peluncuran ini. Jika Samsung atau SK Hynix selalu bangga memamerkan teknologi fabrikasi 10nm mereka, POWEV justru memilih bungkam soal teknologi apa yang mereka gunakan untuk memproduksi chip DDR5 ini.
Banyak spekulasi menyebutkan bahwa mereka memanfaatkan mesin DUV lama atau peralatan buatan lokal Tiongkok karena keterbatasan akses ke teknologi terbaru akibat sanksi perdagangan. Namun, bagi kita konsumen akhir, hal ini mungkin tidak terlalu penting selama performanya memenuhi standar JEDEC DDR5.
Akankah Masuk ke Indonesia?
Saat ini, POWEV sudah mulai mengirimkan modul DDR5 mereka ke pusat-pusat data di Tiongkok, dan ekspansi ke pasar konsumen global (termasuk pasar retail) segera dimulai. Mengingat Jiahe Jinwei adalah induk dari brand seperti Asgard dan Gloway yang sering muncul di marketplace kita, besar kemungkinan modul ini akan segera membanjiri pasar lokal.
Masuknya pemain baru seperti POWEV adalah kabar baik untuk menyeimbangkan harga. Di saat pasar memori sedang “dijajah” oleh kebutuhan infrastruktur AI, adanya tambahan suplai dari Tiongkok bisa menjadi rem agar harga RAM tidak terus-terusan naik.
Buat kalian yang berencana membangun “PC Sekali Seumur Hidup” di tahun 2026 ini, kehadiran brand seperti ini bisa jadi opsi mendang-mending yang masuk akal, asalkan mereka bisa membuktikan durabilitasnya di jangka panjang.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :



