>

Mouse Kok Pake Layar Sentuh? Turtle Beach MC7: Inovasi Jenius atau Cuma Gimik Mahal?

Mouse Kok Pake Layar Sentuh? Turtle Beach MC7: Inovasi Jenius atau Cuma Gimik Mahal?

Turtle Beach baru saja memperkenalkan lini periferal high-end terbaru mereka, Command Series, yang membawa desain cukup radikal. Produk jagoannya, mouse nirkabel MC7, hadir dengan fitur yang sangat tidak biasa: sebuah layar sentuh berukuran 2,25 inci di sisi bodinya.

Jika kita mengesampingkan layarnya sejenak, MC7 sebenarnya adalah mouse gaming dengan spesifikasi monster. Ia dibekali sensor optik “Owl Eye” 30K DPI, switch optik “Titan”, serta polling rate asli 8K.

Mouse ini mendukung triple-mode connectivity (2.4GHz, Bluetooth, dan kabel) serta memiliki sistem dua baterai hot-swappable 1.000 mAh. Masing-masing baterai diklaim tahan hingga 10 jam pada performa penuh (8K polling), atau 15 jam jika lampu LED dan LCD dimatikan.

Baca juga: NVIDIA Rilis GPU Laptop RTX 5070 12 GB: Solusi VRAM Lega dengan Modul GDDR7 Baru

Layar Sentuh

Layar 2,25 inci pada MC7 ditempatkan di sisi kiri, tepat di atas sandaran jempol. Turtle Beach mengklaim layar ini memudahkan pengguna mengatur DPI, profil, makro, hingga kontrol streaming seperti OBS Studio secara langsung.

Namun, posisi ini memicu kritik keras dari para antusias hardware. Menempatkan panel sentuh di area yang sering menjadi tumpuan jempol saat sesi gaming intens berisiko tinggi menyebabkan salah tekan (accidental touch). Alih-alih mempermudah, layar ini bisa menjadi gangguan bagi kenyamanan genggaman (grip), terutama bagi gamer yang memiliki gaya main agresif. Kita diingatkan pada nasib Apple Touch Bar—sebuah inovasi kontrol sentuh yang akhirnya ditinggalkan karena jarang digunakan dan sering kali justru memperumit navigasi fisik yang sudah mapan.

Lini Command Series Lainnya

Selain MC7 yang dibanderol seharga $160 (sekitar Rp2,7 jutaan), Turtle Beach juga menyiapkan varian yang lebih “normal”:

  • MC5: Versi nirkabel tanpa layar dengan daya tahan baterai hingga 40 jam.
  • MC3: Versi kabel dengan performa zero-latency.

Tak hanya mouse, lini ini juga menghadirkan keyboard KB7 TKL Hall-Effect ($200) dengan layar sentuh lebih besar (4,3 inci) dan KB5 full-size dengan layar 2,4 inci. Berbeda dengan mouse, penempatan layar pada keyboard terasa lebih masuk akal karena berada di area statis yang tidak digenggam terus-menerus.

Mari bicara jujur: saat sedang bertempur di game FPS kompetitif, apakah kita punya waktu untuk melepaskan jempol dari posisi stabil hanya untuk mengusap layar di samping mouse? Jawabannya hampir pasti tidak.

Layar di mouse terasa kontradiktif dengan prinsip “memori otot” (muscle memory) dalam gaming. Kita butuh tombol fisik yang bisa dirasakan tanpa melihat, bukan permukaan licin yang menuntut presisi visual. Kecuali kalian adalah seorang streamer yang sering melakukan kustomisasi on-the-fly saat sedang santai, layar pada MC7 ini lebih terasa seperti aksesori estetika yang mahal ketimbang solusi fungsional.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.