- Hardware, Prosesor

AMD Rock Tour Vol 3 Di Mata Overclocker Senior, Feat Alva Jonathan, Eki, M. Farid, Benny & Indra “Ablech” Prabowo

AMD Rock Tour Vol 3 sudah tiba, ajang bergengsi lomba overclocking (OC) prosesor Ryzen series bakal membawa banyak kejutan baru tahun ini. Pertanyaannya, apa sih yang menarik dari proses OC itu sendiri, maupun AMD Rock Tour yang kini sudah memasuki tahun ketiga?

Nah, kita akan menanyakan semua hal tersebut di mata para suhu Overclocker Indonesia yang udah terkenal, meskipun enggak semua sih kita sempat interview. Beberapa diantaranya mungkin sudah sangat familiar, termasuk Alva Jonathan, Eki “Jengkol”, Benny Lodewijk, Indra Prabowo “Ablech” & M. Farid Abdat. Mau tau lebih? Simak selengkapnya dibawah ini.

Baca juga : AMD ROCK TOUR VOL 3 2020 Udah Dibuka, Ryzen Overclocking Tournament Dengan Reward Besar Siap Menanti

Ok, First Question : Bagaimana Pandangan mereka tentang AMD Rock Tour Vol 3 itu sendiri?

Overall mereka mengapresiasi turnamen ini, bahkan bisa membawa dunia Overclocking bisa terasa lebih dekat dengan para PC Builder, yang enggak cuman bisa membawa manfaat nyata dalam hal kinerja, namun juga berpotensi menghadirkan talenta baru agar bisa berkompetisi di dunia Internasional.

Ridwan Fariz sebagai Technical Marketing Manager AMD Indonesia berharap bahwa “kedepannya, komunitas pengguna PC enthusiast dapat semakin berkembang di Indonesia dan dapat melahirkan profesional overclocker yang membawa bendera Merah Putih di kancah internasional, seperti Master Judge dari AMD Rock Tour ini Alva Jonathan – “lucky n00b”.

Sang Master Alva Jonathan disisi lain mengatakan bahwa hadirnya AMD Rock Tour Vol 3 dianggap sebagai “momen yang bisa dirayakan oleh para overclocker kompetitif yang ingin unjuk gigi, dan juga kesempatan bagi overclocker baru untuk merasakan seperti apa suasana kompetisi overclocking itu (walau online, dan tidak bisa bertemu tatap muka)”

Benny Lodewijk sebagai salah satu orang yang sudah berpengalaman dalam dunia ini juga mengatakan bahwa AMD Rock Tour Vol 3 bisa jadi “bukti kalo komunitas Overclocking itu exist (ada, nyata) dan bisa jadi pembeda di market saat ini, apalagi untuk jajaran prosesor AMD yang kebanyakan terbuka untuk fitur OC. Jadi, ya excited, apalagi dimata konsumen tim merah maupun Partner, khususnya produsen motherboard. Semoga bisa jadi benchmark baru dari performa yang bisa ditawarkan dan apa yang bakal didapatkan”.

Eki “Jengkol” yang juga bagian dari jajaran elite Overclocker Indonesia mengatakan bahwa “AMD rocktour itu kan memang konsepnya lomba online… Jadi buat overclocker pemula yang masih malu malu buat tampil secara live atau bisa dijadikan sebagai bahan uji latihan kemampuan mereka sesungguhnya. Konsep ini cocok banget buat meningkatkan passion overclock  dan sukur2 bisa menghasilkan bibit2 overclocker yang skillfull dan potensial sebagai generasi penerus. Mereka bisa masuk di kelas normal cooling dulu… Mungkin next rocktour bisa ada nyali buat coba tingkatan skillnya di level no limit”

Indra Prabowo “Ablech” memandang bahwa kehadiran “AMD Rock Tour volume 3 ini jadi obat kangen buat overclocker yang biasa turun di event2 reguler yang udah semakin sedikit, dan dengan banyaknya kelas yg dipertandingkan event ini bisa juga sebagai ajang regenerasi juga buat orang2 baru yang baru belajar overclocking dan mau coba turun kompetisi tapi mungkin masih malu2 kalo ikutan lomba live karena berbagai faktor”.

Sedangkan di mata M. Farid Abdat, ia mengatakan “AMD Rock Tour itu sangat menarik, karena membuat kegiatan khususnya overclocking jadi lebih dikenal & membuktikan bahwa overclocking di Indonesia masih tetap eksis, kebalikan dibanding di negara-negara luar, kompetisi overclocking justru berkurang drastis”

Tapi kenapa harus Overclocking, does OC really Matters?

Actually, it does, meskipun bergantung dari apa yang mereka inginkan maupun pada skenario tertentu. Proses OC bisa berlaku pada beberapa hal, bisa pada prosesor, Memori ataupun Kartu Grafis. Hanya saja, kebanyakan user lebih mengenal dunia OC biasa dilakukan pada prosesor, terlebih lagi ada manfaat nyata saat mereka melakukannya dengan baik.

Ridwan Fariz mengatakan bahwa “Salah satu keunggulan utama yang dimiliki AMD Ryzen dan tidak ditawarkan oleh kompetitor adalah ketersediaan fitur Unlocked Multiplier yang memungkinkan semua jajaran prosesor Ryzen dari seri paling terjangkau hingga seri paling tinggi dapat secara fleksibel dimaksimalkan performanya oleh para penggunanya. Partner Motherboard kami juga berlomba untuk menawarkan komponen terbaik dengan berbagai fitur menarik sebagai selling poin yang ditawarkan kepada calon penggunanya, yang tentu saja dapat meningkatkan brand image dan juga customer trust atau brand loyalty”.

Alva mengatakan bahwa istilah “OC really matters ini akan sangat tergantung skenario penggunaan, dan sistemnya apa. Kita bisa jadi akan lebih sering menjumpai kondisi dimana peningkatan overclocking yang ada terlalu minim, sehingga tidak bisa dirasakan user. Tapi sebaliknya, masih ada juga kondisi dimana overclocking bisa memberikan ekstra performa yang berguna bagi penggunanya. Yang penting di sini lebih ke arah ‘mindset’ sih, overclocking dan tuning berusaha untuk mendapatkan sesuatu semaksimal mungkin. Ada user yang menganggap itu worth the time, ada yang tidak :)”.

Benny Lodewijk melihat bahwa OC “tergantung bagaimana kita melihatnya sih. Hanya saja, overclocking bisa dibilang sebagai nilai investasi yang tinggi. Misalkan ketika seorang user membeli Prosesor AMD Ryzen 5 3600, maka fitur OC akan menjadi nilai investasi paling berharga untuk dicapai. Intinya, ketika fitur overclocking bisa memberikan kinerja lebih efektif untuk semua pekerjaan yang mereka lakukan, maka nilai value tingginya itu berada pada fitur ini”.

Bagaimana pendapat dari Eki “Jengkol”? ia mengatakan bahwa “Dari point of view saya kalo jaman dahulu memang overclocking itu Verry helpfull buat meningkatkan performance yang notabene pada waktu itu masih lelet . Selisih harga prosesor dengan range 100-200mhz itu bisa jutaan… Ini dengan mudah dilakukan dengan overclocking sehingga ga perlu beli yang lebih mahal. Kalau saat ini prosesor ataupun komponen lain itu bisa dibilang sudah berada di top notch nya… Jadi kalo saat ini sih lebih ke hobby atau passion aja. Dengan kata lain kalo saat ini ga di overclock juga udah kenceng dan mumpuni buat kerjaan atau game”

Kalo Om Ablech Aka Indra Prabowo mengatakan bahwa “sekarang ini buat orang awam overclocking dirasa udah ga perlu karena hardware yang ada sekarang udah kenceng2, tapi biar bagaimanapun juga kalau bisa bikin system pc kita yang udah kenceng jadi lebih optimal lagi akan lebih banyak membantu baik dari sisi performa, suhu, daya,  so yes, overclocking still matters”

M. Farid Abdat juga mengatakan bahwa OC really matters “Bisa penting bisa nggak, tergantung kebutuhannya, untuk gaming ada beberapa game yg unoptimized seperti Cities Skylines, ini walau 10900K OC 5.3ghz + Memory 4300 CL16 masih bisa drop di 40fpsan, apalagi kalau ga di oc. Tapi untuk mayoritas orang awam yang belum merasakan perbedaannya mungkin akan menganggap tidak signifikan, padahal OC di pc low end bisa membantu kinerja di gaming loh ;)”

So, Harapan apa saja yang bisa disampaikan dari para master Overclocker legenda ini, atau setidaknya sedikit tips mungkin?

Alva Jonathan sebagai juri utama mengatakan “Good Luck, Have Fun, Keep Pushing It! (dan semoga ada yang memecahkan berbagai rekor benchmark :p)”.

Eki “Jengkol” memiliki saran tersendiri bagi para peserta di Rock Tour Vol 3 ini, yaitu “Kalo saran dari saya yang berdasar pada pengalaman saya pertama kali ikut lomba itu yang penting siapin mental dulu. Jangan takut ngelihat nama2 besar atau overclocker senior karena saya dulu mempunyai prinsip satu : “sama sama makan nasi” kenapa harus takut. Tapi ya dengan catatan harus rajin ngelatih skill”

Bagaimana dengan Bung Benny Lodewijk? Ada tips berharga nih buat kalian yang berencana akan mengikuti lomba ini dari seorang Benny Lodewijk, dimana ia mengatakan bahwa “Siapapun kalian, apalagi jika terhitung masih pemula, harus punya keberanian. Tapi, sebelum pergi terlalu jauh, paling pertama untuk diperhatikan adalah aturan main, baca aturan main dengan benar, pelajari Benchmark yang terkadang punya karakteristik sendiri yang tidak hanya dilihat dari hal teknis saja, namun juga berlaku juga buat urusan non teknis”

Disisi lain, Indra Prabowo “Ablech” melihat bahwa “buat yang baru mau turun di event overclocking, mungkin mindset nya yg harus dirubah sih, kompetisi itu bukan buat selalu cari menang, turun di kompetisi apapun tujuan utamanya adalah menantang diri kita sendiri untuk terus memperbaiki hasil, menang kalah udah biasa di lomba, kalo kalah berarti harus lebih banyak lagi belajar, kalo pas menang anggap aja bonus dan terus belajar lagi, trust me semakin banyak kita ikutan kompetisi, semakin banyak ilmu yang didapet”. Supel sekali mangs bro!

M. Farid Abdat mengatakan sejumlah tips penting, “Untuk pemula yang ingin bergabung ke kompetisi overclock, yang terpenting pilih motherboard dengan konfigurasi slot ram (2 DIMM), karena motherboard dengan slot ram 2 DIMM akan memberikan headroom overclocking yang cukup tinggi dibandingkan dengan motherboard dengan slot ram 4 DIMM. Lalu dengan dana terbatas bisa juga pilih mobo A520 yang sudah ada fitur bclk overclocking. Jadi bisa oc cpu & memory”.

So, Tertarik untuk ikutan Lomba OC AMD Rock Tour Vol 3?

AMD Rock Tour Vol 3

Kalian bisa langsung kunjungi http://www.amdrocktour.id./ untuk melihat lebih detailnya, termasuk persyaratan umum maupun kelas yang akan dikompetisikan. Turnamen itu sendiri akan berlangsung mulai tanggal 14 September hingga 26 September 2020 dengan memperebutkan total hadiah yang mencapai lebih dari 120 Juta Rupiah.

Kelas yang akan dipertandingkan dalam ajang turnamen AMD ROCK TOUR VOL 3 diantaranya adalah:

RYZEN AM4 NORMAL COOLING:

STAGE 1: Ryzen G-Series (APU) AM4 Class (September 14th – 16th)

STAGE 2: Ryzen 3 AM4 Class (September 17th – 19th)

STAGE 3: Ryzen 5 AM4 Class (September 21st – 23rd)

STAGE 4: Ryzen 7 & Ryzen 9 AM4 Class (September 24th – 26th)

Ryzen NO LIMIT AM4 / TR4 / sTRX4 CLASS. (September 14th – 26th)

 Baca Juga :



Comments

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat