Langkah Tegas Negeri Tiongkok Terhadap Meningkatnya Harga RAM

Harga memori masih tinggi, namun langkah dari negeri tirai bambu ini mungkin bisa memberikan harapan positif bagi konsumen. Baru-baru ini, instansi pemerintah negara Tiongkok dan firma hukum terus memperhatikan gejolak harga RAM, dan tampaknya mereka sedang meningkatkan tekanan pada vendor DRAM, termasuk juga mengembangkan produksi DRAM domestic sendiri untuk menghindari kekurangan pasokan di masa depan.

Menurut laporan baru dari analisis analis TrendForce, DRAMeXchange, Micron telah bertemu dengan Biro Perdagangan Anti-Monopoli China untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait dengan terus meningkatnya harga DRAM. Keprihatinan yang sama dan menjadi bagian dari gugatan class action yang menjulang dari perusahaan Hagens Berman di AS kini memiliki pendapat yang sama dengan negara Cina. Tentu saja harga memori yang terus menjulang tinggi menjadi pertanyaan umum, termasuk dugaan keterlibatan produsen memori dalam penetapan harga DRAM.

Baca juga : Harga Memori Semakin Tinggi, Firma Hagens Ajukan Gugatan Terhadap Samsung

Langkah Tegas Negeri Tiongkok Terhadap Harga RAM

Negeri Tiongkok sendiri merupakan salah satu konsumen terbesar untuk urusan chip memori, bahkan memiliki pasar hingga 20% dari NAND dan DRAM dunia, yang kemudian berubah menjadi produk ekspor ke seluruh dunia. Dengan demikian, kenaikan harga yang berkelanjutan untuk DRAM memiliki dampak besar layaknya kebutuhan pangan seperti roti dan mentega.

Untuk itulah, negara Cina terus memperhatikan kenaikan harga DRAM. Dan ketika banyak dari kita sudah merasa bahwa pilihan harga memori kini jauh lebih irasional, negara ini mengambil tindakan dengan mengadakan banyak pertemuan, termasuk dengan sejumlah produsen memori. Contohnya, mereka melakukan pertemuan dengan Micron, tepat setelah pertemuan negara tersebut dengan Samsung pada bulan Desember. Intinya, Cina tampaknya sedang mengajukan berbagai pertanyaan terhadap produsen memori, termasuk dugaan praktik monopoli yang berkaitan dengan harga yang terus melambung tinggi.

Samsung kemudian menandatangani Memorandum of Agreement (MOU) baru dengan Cina, yang intinya bahwa perusahaan tersebut diyakini siap untuk berinvestasi dan bekerja sama dalam mengembangkan teknologi next-gen dengan negara tersebut. Banyak analis berspekulasi bahwa mereka siap menghadirkan solusi baru, terutama untuk menekan harga memori dengan membuat produk sendiri dari negara tersebut. Menurut DRAMeXchange, pertemuan Cina dengan Samsung awal tahun ini bisa atau harus mengarah pada beberapa moderasi dalam peningkatan harga untuk DRAM, dan intervensi negara dapat menghasilkan peningkatan produksi.

Harga RAM
Via trendforce.com

Micron sendiri sebenarnya masih terhitung pemain kecil di pasar DRAM, yang hanya menyumbang 22,6% dari pasokan global, sementara Samsung dan SK Hynix merupakan pemilik saham yang lebih besar. Belum ada laporan lanjutan mengenai pertemuan negara ini dengan pembuat chip Korea Selatan SK Hynix, tetapi mengingat iklim saat ini, kita semua berharap China juga bisa segera mengarahkan pertanyaan runcingnya di perusahaan ini terkait meningkatnya harga memori.

Produksi DRAM bukanlah bentuk produksi yang mudah untuk dilakukan, karena fitur yang memerlukan latihan, modal dan waktu, sehingga bisa perlu waktu lama untuk merubah skala besar dalam menangani harga memori yang terus melambung tinggi. Meskipun begitu, harapan tetap menjadi impian semua orang, terlebih dalam urusan perangkat yang satu ini.

Dan ketika mereka berhasil mengembangkan produksi memori sendiri, sebagian besar produksi DRAM domestik ini diperkirakan hanya akan dijual di dalam negeri, terlebih dalam urusan pelanggaran hak paten. Dampak yang dihasilkan mungkin tidak terlalu signifikan, namun kita semua perlu mengapresiasi langkah mereka, terlebih bisa menjadi contoh bagi pemerintah kita untuk membuat jalan dan solusi baru mengenai semua hal gila ini, terlebih untuk urusan harga memori yang semakin menjulang tinggi.

 Baca Juga :



Comments

Related Posts