ASUS Prediksi Kenaikan Harga PC & Laptop Mulai Jinak di Q3
Bagi yang sempat berencana membeli laptop atau merakit PC baru dalam beberapa bulan ke belakang, guncangan harga di pasar hardware pasti terasa sangat menyiksa dompet. Kelangkaan pasokan digabung dengan meroketnya biaya produksi membuat label harga komputer melambung tinggi tanpa ampun.
ASUS menjadi salah satu raksasa teknologi yang paling vokal merespons badai ini. Pada akhir kuartal pertama (Q1) lalu, General Manager Division Joint Technology Systems ASUS, Yi-Hsiang Liao, sempat mengumumkan langkah ekstrem dengan menaikkan harga jual PC mereka hingga 30 persen sekaligus di Taiwan, yang kemudian langsung diikuti oleh penyesuaian harga di seluruh pasar global.
Kenaikan ugal-ugalan itu terpaksa diambil akibat kombinasi maut antara kelangkaan pasokan prosesor (CPU) serta harga cip memori DRAM dan SSD (NAND Flash) yang kompak melonjak drastis sejak akhir tahun 2025.
Baca juga: Review PCCooler KN850: PSU 850W Gold Termurah, Harga Merusak Pasar!
Kuartal 3 Jadi Titik Balik
Kabar baiknya, masa-masa kelam kenaikan harga hingga puluhan persen tampaknya mulai menemui titik jenuh. Berdasarkan laporan terbaru dari Money UDN, ASUS memproyeksikan bahwa gelombang kenaikan harga produk PC mereka pada kuartal ketiga (Q3) ini akan jauh lebih jinak.
Bukannya naik drastis seperti awal tahun, penyesuaian harga di kuartal ini diprediksi hanya akan menyentuh angka single-digit alias di bawah 10 persen saja. Melandainya tren ini menjadi sinyal positif bagi industri komputer. Meskipun harga barang belum bisa dikatakan “turun”, fakta bahwa grafik kenaikannya mulai mendatar memberikan ruang bernapas yang sangat melegakan bagi konsumen maupun produsen. Kenaikan harga yang terlalu ekstrem terbukti ikut memukul angka penjualan para produsen PC, sehingga tanda-tanda stabilisasi ini diharapkan bisa memicu gairah pasar untuk kembali bangkit dalam beberapa bulan ke depan.
Kenapa harganya tidak bisa langsung turun? Analisis industri menunjukkan bahwa harga modal komponen dari sisi supplier—terutama NAND Flash, DRAM, dan CPU—saat ini memang sudah terkunci di angka yang sangat tinggi, sehingga mustahil bagi ASUS atau produsen lain untuk memberikan diskon besar-besaran dalam waktu dekat.
Namun, lonjakan harga komponen di tingkat hulu terpantau sudah kehabisan bensin untuk naik lebih tinggi lagi. Angka kenaikan double-digit yang terus terjadi sejak akhir tahun lalu kini telah mencapai batas maksimalnya (exhausted). Para pengamat industri optimis tren ini akan berevolusi menjadi fase stagnasi harga (harga menetap/stabil) dalam beberapa kuartal ke depan, sebelum akhirnya rantai pasok global benar-benar pulih total pada tahun depan dan membuka peluang terjadinya penurunan harga.
Angin Segar Buat Kaum Rakit PC (DIY)
Stabilisasi di sektor pabrikan besar (OEM) seperti ASUS ini ternyata membawa efek domino yang menguntungkan bagi para antusias rakit PC mandiri alias kaum DIY.
Selama beberapa kuartal terakhir, pasokan cip RAM dan SSD retail di pasar bebas sempat seret karena habis diborong secara masif oleh pabrikan-pabrikan laptop besar demi mengamankan jalur produksi mereka. Nah, dengan mulainya stabilisasi produksi komputer di Q3 ini, tekanan serapan dari kubu OEM diprediksi bakal melonggar. Alhasil, ketersediaan komponen RAM dan SSD di pasar retail diharapkan bisa melimpah lagi, sehingga para perakit PC rakitan bisa mendapatkan opsi barang yang lebih banyak dengan harga yang tidak lagi digoreng terlalu tinggi.
Kesimpulannya, pasar komputer saat ini perlahan tapi pasti sedang berjalan menuju arah pemulihan yang lebih sehat. Jadi untuk kalian yang sudah menahan diri dari awal tahun, kuartal ini bisa menjadi momen yang cukup rasional untuk mulai melirik kembali PC atau laptop incaran!
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
