Shuhei Yoshida: Rilis Game PlayStation di PC Bersamaan Adalah Langkah Berisiko
Mantan bos PlayStation, Shuhei Yoshida, kembali menegaskan dukungannya terhadap strategi Sony yang tetap memprioritaskan konsol ketimbang rilis day-one di PC. Dalam wawancara terbarunya setelah pensiun, veteran yang telah 40 tahun berkarir di Sony ini menyebut bahwa menjaga eksklusivitas waktu adalah kunci keberhasilan bisnis PlayStation.
Baca juga: Pengembangan Assassin’s Creed Hexe Bermasalah? Ubisoft Pangkas 50 Developer Demi Tekan Biaya
Yoshida mengakui bahwa biaya pengembangan game Triple-A modern di era PS5 sudah membengkak luar biasa. Membawa game eksklusif seperti Horizon Zero Dawn atau God of War ke PC setelah beberapa tahun rilis di konsol justru menjadi strategi cerdas untuk memulihkan investasi besar tersebut.
Ia bahkan sempat menyebut bahwa porting ke PC bagaikan “mencetak uang” bagi Sony, terutama karena arsitektur hardware PS5 yang kini sangat mirip dengan arsitektur PC modern, sehingga proses porting menjadi jauh lebih mudah dan murah.
Menanggapi rumor liar yang beredar bulan ini mengenai kemungkinan Sony meninggalkan platform PC sepenuhnya, Yoshida menyatakan tidak melihat adanya bukti nyata ke arah sana. Menurutnya, selama generasi kesembilan (PS5) ini, strategi membawa game lama ke PC terbukti berhasil memberikan modal segar untuk mendanai proyek first-party baru tanpa mengganggu permintaan hardware konsol itu sendiri.
Menghindari Nasib Seperti Microsoft?
Salah satu poin menarik yang ditekankan Yoshida adalah risiko kehilangan loyalitas pengguna inti jika Sony merilis game secara bersamaan di PC dan Konsol (day-one multiplatform). Ia melihat langkah Microsoft dengan Project Helix sebagai jalur yang berbeda, namun bagi Sony, menjaga “kewibawaan” konsol adalah prioritas utama.
“Meskipun ada sebagian kecil pengguna yang vokal mengeluh saat game PlayStation masuk ke PC, saya tidak melihat hal itu mempengaruhi adopsi hardware PS5 secara negatif,” ujar Yoshida.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
