Kiamat Harga PC 2026: Harga CPU AMD Naik 15%, ASUS Susul 30%
Para perakit PC dan antusias teknologi harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Kombinasi kelangkaan stok dan tingginya biaya produksi komponen utama memaksa para produsen raksasa untuk menaikkan harga jual di tingkat ritel maupun OEM.
Baca juga: Intel Umumkan Arc Pro B70 & B65: GPU “Battlemage” Terkuat dengan VRAM 32GB!
Table of Contents
AMD Ryzen Naik 15%, Stok Menipis
AMD dilaporkan akan menaikkan harga prosesor Ryzen hingga 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Masalah utamanya bukan sekadar inflasi, melainkan pergeseran fokus produksi:
- Prioritas Server & AI: Kapasitas produksi wafer lebih banyak dialokasikan untuk CPU server dan data center, membuat jatah untuk pasar PC konsumen (client) berkurang drastis.
- Inden Melama: Waktu tunggu pengiriman CPU yang biasanya hanya 1-2 minggu, kini membengkak menjadi 8 hingga 12 minggu. Pesanan bulan April kemungkinan baru sampai di tangan pembeli pada bulan Juni.
- Krisis di Vendor Besar: Raksasa seperti HP dan Dell sudah mulai merasakan celah lebar antara permintaan pasar dengan ketersediaan stok dari AMD maupun Intel.
ASUS Naikkan Harga 30% di Seluruh Lini
Kabar paling mengejutkan datang dari General Manager ASUS, Yi-Hsiang Liao. Ia mengumumkan rencana kenaikan harga sebesar 30% untuk seluruh ekosistem produk mereka. Alasan di baliknya sangat kompleks:
- Biaya Memori & Storage: Harga chip DRAM dan SSD yang melambung tinggi.
- Kelangkaan CPU: Pasokan prosesor yang tidak menentu dari pemasok utama.
- Beban Vendor: ASUS mengklaim tantangan ini dihadapi oleh seluruh manufaktur PC asal Taiwan, sehingga kenaikan harga kemungkinan besar akan terjadi secara kolektif di industri ini.
Prediksi Situasi Pasar PC (April – Juni 2026)
| Komponen | Status Pasokan | Prediksi Kenaikan Harga |
| CPU AMD Ryzen | Sangat Terbatas | +15% |
| CPU Intel Core | Terbatas | +10% |
| Lini Produk ASUS | Menipis | +30% |
| DRAM & SSD | Krisis Wafer | Signifikan (Fluktuatif) |
Kita sedang memasuki fase “Sempurna” dari krisis komponen. Jika biasanya hanya satu komponen yang langka, kali ini CPU, RAM, dan SSD bermasalah secara bersamaan. Kenaikan 30% dari ASUS menunjukkan betapa tertekannya margin keuntungan manufaktur saat ini.
Bagi kalian yang berniat merakit PC, jika menemukan stok dengan harga MSRP sekarang, sebaiknya segera amankan sebelum gelombang kenaikan harga di bulan April benar-benar mendarat di toko-toko lokal.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
