GPU 8GB Harga 5 Jutaan ke Atas? Sudah Nggak Masuk Akal di 2025
Meski Nvidia sering disorot karena menjual GPU mid-range mahal dengan hanya 8GB VRAM, AMD pun ikut mempertahankan strategi serupa. Di tahun 2025, saat kebutuhan game modern meningkat drastis, pendekatan ini makin dipertanyakan—terutama karena produk tersebut dijual dengan harga yang sudah tidak bisa dibilang murah.
Frank Azor dari AMD baru-baru ini membela kehadiran Radeon RX 9060 XT 8GB, menyebut bahwa kapasitas tersebut masih cukup untuk gaming 1080p. Namun kenyataannya, segmen harga di atas Rp 4–5 jutaan (sekitar $300+) bukan lagi ditujukan hanya untuk game esports atau resolusi rendah.
Baca juga: Amankah Laptop Dipakai Terus Sambil Dicas? Begini Penjelasannya!
Harga Naik, VRAM Tetap?
GPU di kelas harga tersebut sudah sewajarnya digunakan untuk lebih dari sekadar bermain Dota 2 atau CS2. Banyak gamer memilih kartu di kisaran harga Rp 5–7 jutaan karena ingin memainkan game AAA yang menuntut aset grafis besar, bahkan dengan bantuan DLSS atau FSR. Sayangnya, GPU 8GB justru jadi bottleneck utama saat menghadapi game berat, meskipun performa chip grafisnya mumpuni.
Benchmark dari Techspot tentang RTX 5060 dan 5060 Ti menunjukkan bahwa keterbatasan 8GB VRAM menghasilkan stuttering, drop frame, hingga crash, bahkan di 1080p. Sementara versi 16GB dari kartu yang sama berjalan lebih stabil dan lebih konsisten.
Ironisnya, Intel Arc B580 dengan 12GB VRAM yang dijual lebih murah lebih dari Rp 1 juta dibanding RTX 5060 Ti 8GB justru menawarkan pengalaman gaming yang lebih mulus. Ini membuktikan bahwa kapasitas memori bukan cuma angka, tapi krusial untuk kenyamanan bermain di jangka panjang.
Sekitar 55% pengguna Steam memang masih main di 1080p, tapi tren ke arah resolusi dan aset grafis yang lebih berat tak terbendung. Apalagi dengan rumor konsol next-gen yang akan mengusung VRAM di atas 20GB, membeli GPU 8GB di 2025 seperti berinvestasi pada produk yang akan kedaluwarsa lebih cepat.
Lebih Baik Berinvestasi ke VRAM Besar
Di titik harga Rp 5 juta ke atas, idealnya konsumen sudah mendapatkan GPU dengan VRAM minimal 10GB atau lebih. Kalau GPU sudah tidak murah, maka kompromi di sisi VRAM justru merugikan nilai jangka panjang. Daripada beli kartu grafis mahal yang akan tersendat satu atau dua tahun ke depan, lebih bijak sedikit tambah biaya demi VRAM yang memadai untuk game masa kini dan mendatang.
Di 2025, GPU 8GB seharga Rp 5 jutaan lebih layak disebut “budget premium”, bukan “mid-range”, apalagi jika tujuannya bermain game AAA. Konsumen cerdas sebaiknya memprioritaskan VRAM lebih besar, karena performa mentah tak ada artinya kalau game-nya nge-lag atau crash.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

