Cloud Hosting

Kipas PWM vs DC 3-Pin, Apa Sih Bedanya?

Suka ada banyak pertanyaan tentang PC, salah satu yang seringkali kita dengar adalah kipas PWM dan DC atau disebut juga kipas 3-pin. Apa sih bedanya?

Baca juga : Intel Chipset H610 : Apa Yang Kami Tahu Sejauh ini

Kipas atau seringkali juga disebut Fan hadir enggak cuma di casing PC semata, hadir pula untuk CPU Cooler entah air cooling atau AIO juga ada. Biasanya, jumlah pin yang ada di PWM sama DC itu yang membedakan kedua tipe ini.

Kipas DC atau 3-pin jadi fondasi utama dan udah duluan hadir. Dari jumlahnya aja udah ketahuan tentang tipe yang dibawa. Biasanya jenis kipas DC itu dilengkapi dengan 3 pin utama, yaitu pin suplai (biasanya 12 V DC), ground pin, dan pin sinyal.

Kipas-PWM-2

Nah, Kipas 3 pin ini punya daya bisa dari sumber DC yang diatur atau dari pin header motherboard. Pin sinyal mengumpulkan informasi tentang kecepatan putaran kipas (output tachometer) bahkan ketika tidak ada kontrol kecepatan yang diterapkan.

Kipas-PWM-3

Beberapa komputer bisa memantau pin sinyal dan memberi sinyal peringatan saat pengoperasian kipas gagal. Sayangnya, kipas jenis ini enggak bisa diatur kecepatannya melalui software tertentu. Tapi benefit terbesarnya itu lebih irit dari sisi konsumsi daya. Biasanya kipas DC dikhususkan buat casing PC yang enggak terlalu butuh monitoring atau pengaturan lewat software.

Beda halnya ketika kalian memiliki tipe kipas PWM. Ini masih jadi bagian dari kipas DC, hanya saja ada tambahan satu kabel yang disebut PWM atau istilah lengkapnya adalah Pulse Width Modulated jadi jumlah total pinnya ada 4, dimana kabel tambahan tersebut akan mengirimkan sinyal PWM ke motor kipas yang biasanya memiliki gelombang frekuensi tinggi, bisa 25kHz atau lebih.

Kipas-PWM-1

Nah, hadirnya sinyal PWM ini bisa memungkinkan memulai atau menghentikan motor, tergantung pada status tinggi dan rendahnya. Ketika sinyal PWM tinggi, motor berjalan, jika tidak, motor tidak bergerak.

Kemajuan teknologi baru kini memberikan fungsi tambahan untuk kipas PWM di mana kecepatannya bisa dikontrol sesuai dengan kondisi CPU atau suhu casing saat bekerja. Kipas PWM umumnya hadir untuk sebagai pendingin CPU dengan konsumsi daya yang lebih tinggi.

Comments

Artikel Terkait