ASUS ProArt Display PA279CV Review : Monitor Profesional 4K Berharga, Harga Masuk Akal

Mau enggak sih kalian ngeluarin budget 15 jutaan buat sebuah monitor? Buat sebagian besar user mungkin itu berlebihan. Tapi buat kalangan professional, budget segitu mungkin enggak ada artinya. Seperti halnya monitor yang bakal kita ungkap, yaitu ProArt Display PA279CV dari ASUS. Terkadang, buat gamer atau kasual, monitor ini enggak ada artinya sama sekali. Tapi buat pembuat konten atau bahkan kalangan pro, ASUS bisa bawa harapan baru dengan nilai yang lebih pantas.

Mau tau lebih? Simak selengkapnya dibawah ini.

Baca juga : ASUS ROG Zephyrus G14 2021 Preview : Desain, Spesifikasi & Harga

ASUS ProArt Display PA279CV : Apa Yang Kami Tahu Sejauh ini

Percaya atau enggak, sebuah monitor professional itu bisa punya harga selangit, bahkan bisa diatas nilai 100 jutaan. Cuma waktu terus berputar dan makin banyak pilihan budget pada harga yang lebih terjangkau. Disisi lain, kualitas yang ditawarin juga sebenernya enggak kalah serunya.

ASUS ProArt Display PA279CV

Salah satunya adalah ASUS ProArt Display PA279CV, monitor terbaru yang dikhususkan buat konten creator ini kita rasa punya segudang pesona positif. Dengan label harga sekitar 15 jutaan (SRP 15,299,000), kalian udah bisa mendapatkan sebuah perangkat visual yang cukup memukau, termasuk solid dari desain, spesifikasi maupun materi.

  1. Desain

Desain sih mungkin enggak sekeren monitor gaming kayak ROG series, tapi estetika tetep positif. Betapa tidak, kualitas yang dibawa ASUS enggak datang dengan sembarangan, apalagi dengan harga 15 jutaan.

ASUS ProArt Display PA279CV

Dengan berat sekitar 8.6 kg ketika stand udah terpasang dan ukuran layar 27”, monitor ini pasti butuh ruang extra di meja. Tapi, fungsi estetikanya tetep kerasa dengan bahan materi yang solid. Bezel tipis di sekitar layar juga bisa ngasi rasa premium.

Monitor ini juga dukung banyak fungsi, seperti ngatur kemiringan, swivel ± 45 °, pivot ± 90 ° dan nyesuain ketinggian.

ASUS ProArt Display PA279CV

Tombol juga lengkap, nyampe 6 tombol.

Ngaturnya pun cukup mudah. Hal yang sama juga berlaku buat pemasangan, dan enggak terlalu ribet. Sayangnya, ASUS enggak menyediakan software extra buat ngatur tombol, meskipun manual juga udah mencukupi sih.

  1. Konektivitas

Bicara konektivitas, ASUS ProArt Display PA279CV juga memberikan solusi yang sangat mencukupi, termasuk dua port HDMI 2.0, sebuah DisplayPort 1.2, USB-C, audio dan 4 port USB 3.0. Kehadiran USB-C punya fungsi extra juga seperti power delivery nyampe 65W.

kabel-kabel juga lengkap, termasuk kabel DP maupun kabel USB-C.

  1. Spesifikasi inti

  • Panel Size (inch) : 27
  • Aspect Ratio : 16:9
  • Display Viewing Area (H x V) : 596.74 x 335.66 mm
  • Display Surface : Non-Glare
  • Backlight Type : LED
  • Panel Type : IPS
  • Viewing Angle (CR≧10, H/V) : 178°/ 178°
  • Pixel Pitch : 0.155mm
  • Resolution : 3840×2160
  • Color Space (sRGB) : 100%
  • Brightness (Typ.) : 350cd/㎡
  • Contrast Ratio (Typ.) : 1000:1
  • ASUS Smart Contrast Ratio (ASCR) : 100000000:1
  • Display Colors : 1073.7M (10 bit)
  • Response Time : 5ms(GTG)
  • Refresh Rate (Max) : 60Hz
  • HDR (High Dynamic Range) Support : HDR10
  • Flicker-free : Yes
  • Speaker : Yes(2Wx2)
  • I/O Ports : USB-C x 1, DisplayPort 1.2 x 1, HDMI(v2.0) x 2
  • USB Hub : Yes(4 ports USB 3.1)
  • USB-C Power Delivery : 65W
  • Digital Signal Frequency : 29~160 KHz (H) / 40~60 Hz (V)
  • Power Consumption : < 32W
  • Power Saving Mode : < 0.5W
  • Power Off Mode : 0W (hard switch)
  • Voltage : 100-240V, 50/60Hz
  • Mechanical Design : Tilt : Yes (+35° ~ -5°), Swivel : Yes (+45° ~ -45°), Pivot : Yes (+90° ~ -90°), Height Adjustment : 0~150mm
  • VESA Wall Mounting : 100x100mm
  • Kensington Lock : Yes
  • Dimensions (Esti.) : Phys. Dimension with Stand (W x H x D) : 614 x (373.5~523.5) x 227.82 mm
  • Box Dimension (W x H x D) : 680 x 516 x 161 mm
  • Weight (Esti.) : Net Weight with Stand : 8.6 Kg, Gross Weight : 11.2 Kg
  • Harga : Rp 15.299.000

Nah, poin penting yang ditawarin monitor ini sebenernya ada di spesifikasi inti. Dukungan resolusi 4K jadi salah satunya, termasuk panel IPS dengan sudut pandang yang luas juga berlaku. Tapi alasan utama dibalik monitor ini bisa jadi standar warna industri sRGB 100%, ProArt bahkan udah dikalibrasi pabrikan dengan tingkat warna Delta E <2, termasuk label Calman Verified.

Mengapa itu bisa penting? Sebagaimana kami ketahui, atau jika kalian belum tau pasti, terkadang kita enggak terlalu peduli dengan kualitas warna yang hadir pada monitor, yang penting nyaman dan adem, entah itu saat main game atau nonton film. Cuma buat pembuat konten atau kalangan profesional, kualitas warna yang hadir, seperti tingkat akurasi bisa ngaruh banget.

ASUS ProArt Display PA279CV

Kalangan profesional seperti editor video, fotografer, atau artis ngeliat kalo monitor itu sebagai alat kerja serius, harus sesuai dengan realitas yang dihasilin pada hasil karya yang dibuat. Ada tuntutan besar dalam pekerjaan mereka yang luas, jadi mereka perlu tau kalo gambar yang bakal hadir bisa ngewakili warna sebenarnya.

Contoh paling nyata mengapa akurasi dalam monitor ngaruh banget buat profesional adalah ketika ngeliat warna dasar misal merah, monitor kasual mungkin menghasilkan warna sedikit pucat, monitor gaming mungkin terlalu banyak efek tambahan, maka monitor profesional perlu ngehasilin kalibrasi warna sesunguhnya dari warna dasar itu sendiri.

Tapi mengapa standar sRGB harus 100%? buat konten asli sRGB, 100% ideal. Apa pun di bawahnya pasti terasa pudar, diatas 100% terkadang terlalu terang.

Lalu, apa sih Delta E? ini boleh dibilang sebagai standar pengukuran akurasi warna. Itu berarti bakal ngereproduksi warna yang superior dan akurat, perbedaan warna yang lebih baik bisa diliat dengan jelas dibanding diliat secara kasat mata. Secara umum, semakin rendah angka Delta E, semakin dekat kecocokan dengan warna input yang direproduksi. Angka Delta E yang lebih rendah bisa nunjukin tingkat akurasi yang lebih persisten, sedangkan level Delta E yang tinggi nunjukin ketidakcocokan yang signifikan.

Delta E diukur pada skala dari 0 hingga 100, di mana 0 punya tingkat akurasi yang hampir sama, sedangkan semakin besar menunjukkan distorsi ketidaksesuaian warna.

  1. Fitur Extra

Hanya itu saja? Enggak juga, monitor ini sebenernya menawarkan banyak fitur extra, dimana semua itu bisa kalian coba lewat tombol pengaturan. Seperti ngatur beberapa mode buat nyesuain warna, entah itu mode sRGB, Rec.709, DCI-P3 dan sebagainya.

Lalu ada juga ProArt Palette yang bisa ngemungkinkan user nyesuaikan tampilan lewat banyak parameter, seperti nyesuain rona warna, suhu, atau gamma. Itu semua bisa diakses lewat menu.

Dan enggak cuma itu aja, monitor ini juga nawarin QuickFit Virtual Scale. Fitur pintar ini bakal nunjukin grid pada layar, bisa untuk nyesuain gambar dalam ukuran sebenarnya sebelum dicetak.

Kesimpulan

Hingga pada akhirnya, ASUS ProArt Display PA279CV kami rasa bisa ideal buat memenuhi kebutuhan besar kalangan pekerja kreatif atau pembuat konten, seperti pengeditan foto dan video hingga desain grafis.

Poin penting dari monitor ini ada di spesifikasi internal yang solid, seperti ukuran layar yang pas, resolusi besar, standar warna sRGB yang sesuai dengan kebutuhan kalangan pro, tingkat akurasi warna yang baik, konektivitas yang lengkap maupun fitur extra yang dibawanya.

Semua hal tersebut tentu enggak bisa dilewatkan begitu aja, meskipun kalo harga sih bisa cukup mahal buat kebanyakan orang dengan nilai SRP sebesar Rp 15.299.000. Tapi buat kalangan professional bisa sepadan.

Kita rasa monitor ini layak dapat salah satu penghargaan terbaik kami sebagai monitor yang punya rekomendasi tinggi, harga yang lebih masuk akal, fitur extra yang dibawa, kualitas, dan yang performa.

Jadi, itu dia ulasan singkat tentang ASUS ProArt Display PA279CV. Enggak semua sih kami ungkap, cuma yang pasti semoga bermanfaat ya!

Comments

Related Posts