>

eGPU Dan Pilihan Konektivitas Yang Paling Ideal

eGPU Dan Pilihan Konektivitas Yang Paling Ideal

Kita tahu bahwa hari ini, kemajuan teknologi memberikan kemudahan kepada hampir semua orang, termasuk dalam bentuk external GPU alias eGPU yang bisa memberikan kinerja grafis jauh lebih baik, baik untuk laptop maupun standar Desktop PC. Namun, banyak pertanyaan yang hadir kepada kami, dan salah satunya adalah bisakah perangkat tersebut dipakai dengan konektvitas port USB biasa?

Fitur portable yang hadir pada bentuk eGPU benar-benar memberikan harapan sebagai pilihan upgrade yang mudah, tapi ternyata tidak semua perangkat bisa memakainya sebagai pilihan paling jitu. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui untuk memakai perangkat tersebut, namun yang paling penting adalah ada dua faktor yang membatasi semua perangkat untuk memulai, yakni latensi dan bandwidth.

Baca juga : 5 Pilihan HDD External Terbaik Dibawah 1 jutaan

eGPU Dan Pilihan Konektivitas Yang Paling Ideal

Ada banyak pilihan yang paling ideal sebagai eGPU yang sangat handal dalam kinerja grafis diluar sana, termasuk dari produsen sekelas Gigabyte dengan seri Gaming Box-nya. Terkadang, kita suka berpikir, bisakah pilihan perangkat tersebut dipakai pada laptop yang biasa kita pakai sehari-hari dengan port USB standar seperti USB 3.0?

Namun, tidak semua pilihan perangkat sangat ideal untuk memakai eGPU, karena kenyataan bahwa kinerja kartu grafis (termasuk external kartu grafis) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah bandwith dan latensi. Dua hal tersebut sangat penting untuk dilihat sebagai faktor utama bagaimana sebuah GPU bekerja dengan baik. Untuk lebih jelasnya, mari kita jelaskan lebih detail dibawah ini.

eGPU

Bandwith bisa memperlihatkan seberapa banyak informasi yang dapat dikomunikasikan antar perangkat dalam jangka waktu tertentu. Ini penting karena dalam sebuah GPU, ia harus menangani aliran data konstan dari CPU untuk menghitung apa yang terjadi di layar. Bahkan jika GPU anda sangat cepat, jika tidak menerima informasinya cukup cepat, maka ia tidak akan berfungsi dengan baik.

Sedangkan Latensi adalah waktu yang diperlukan untuk mulai berkomunikasi antar perangkat. Ini sangat penting, karena GPU dan CPU Anda melakukan banyak komunikasi, dan mereka kebanyakan berukuran kecil. Bahkan jika Anda memiliki banyak bandwidth, jika Anda melakukan banyak transfer kecil dan latensi tinggi, maka kita mungkin tidak dapat memanfaatkan bandwith sepenuhnya, karena anda hanya menghabiskan banyak waktu menunggu komunikasi dalam memulai.

Dan ketika berbicara tentang konektivitas GPU, latensi ternyata bisa lebih penting daripada bandwith. GPU biasanya terhubung melalui spesifikasi PCIe x16 3.0, yang memiliki bandwidth 15,8 GB / s dan latensi pecahan mikrodetik (~ 1e-7 detik). Sebenarnya, bandwith ini sedikit didepan jika masalahnya adalah Anda menjalankan GPU pada slot x8 di setengah bandwith tanpa banyak pelambatan.

Nah, ketika anda memiliki USB 3.0 pada laptop anda, maka ia tidak bisa mengefektifkan kinerja bandwith yang ideal untuk sebuah kartu grafis. Hal tersebut karena USB 3.0 memiliki bandwidth 640 MB / s, yang sebenarnya tidak mengerikan. Intinya bahwa pilihan ini bisa dipakai, namun kita tidak akan melihat peningkatan kinerja atau potensi yang bisa dipakai pada GPU tersebut.

Nah, kemudian latency yang sangat berpengaruh dan bisa “membunuh” kinerja eGPU di sini. Sementara latensi PCIe sangat rendah, latensi USB 3.0, biasanya sangat variabel, rata-rata sekitar 30 mikrodetik (~ 3e-5 detik). Dua urutan peningkatan besar biasanya akan menghancurkan kinerja perangkat tersebut. Jadi, kami tidak menyarankan untuk menggunakan pengaturan eGPU melalui USB 3.0. Masalah latensi akan membuatnya tidak sesuai dengan waktu yang ideal untuk memulai.

Jadi, Pilihan Konektivitas Mana Yang Paling Ideal Untuk eGPU?

Nah, pilihan paling jitu untuk memaksimalkan potensi eGPU adalah port Thunderbolt yang terkenal sangat canggih dan cepat. Bandwidth untuk Thunderbolt sendiri adalah 5 GB / s, yang meskipun masih agak rendah, sangat dekat dan bisa memadai. Namun, port thunderbolt itu sendiri memiliki beberapa generasi, dan yang paling terbaru adalah Thunderbolt 3 dengan kinerja bandwoth hingga lebih dari 40Gbps. Jadi, pastikan perangkat yang akan anda gunakan mendukung pilihan ini, baik pada laptop maupun standar desktop.

Nah, latensi juga sangat berpengaruh, meskipun pengukuran latensi sulit untuk digali karena sangat bervariasi dan tergantung pada ukuran informasi dan kualitas pengontrol, tetapi perkiraan untuk penggunaan eGPU meletakkannya pada urutan 1 mikrodetik (~ 1e-6 detik) yang lebih dekat dengan urutan besarnya PCIe, dan juga hambatan latensi sangat berkurang.

Jadi solusi sesungguhnya di sini adalah membangun desktop atau mendapatkan laptop yang lebih baik dengan kemampuan ekspansi, meskipun kami berharap itu tidak terjadi, tetapi sayangnya itu adalah keharuan sebuah hardware untuk bisa mendapatkan kinerja terbaik dengan eGPU. Namun, pengguna MacBook lama biasanya sudah bisa memakai eGPU dengan mudah, karena perangkat ini sudah tersedia port Thunderbolt bawaan secara default.

 Baca Juga :



Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com