AS Tuduh Antivirus Kaspersky Lab Sebagai Bagian Dari Spionase Rusia

AS Tuduh Antivirus Kaspersky Lab Sebagai Bagian Dari Spionase Rusia

Ada kalanya ketika sebuah negara tidak hanya bersitegang dengan negara lain, namun bisa juga dengan sebuah perusahaan Antivirus. Itu semua karena baru-baru ini, pemerintah AS dengan sebuah perusahaan software Antivirus yang sangat terkenal di dunia, Kaspersky Lab mengalami perseteruan yang benar-benar membuat semua orang was-was, bahkan bisa meruncing pada perseteruan yang jauh lebih besar.

Sebagaimana kita tahu bahwa Kaspersky Lab yang berbasis di Moskow telah menjadi perusahaan keamanan teratas dengan kontrak pemerintah di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Bahkan pada bulan September lalu, perangkat lunak tersebut adalah salah satu aplikasi antivirus dengan rating tertinggi, dimana ada lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia, menurut perusahaan tersebut. Namun, baru-baru ini ada sebuah isu yang membuat pemerintah AS membuat keputusan yang benar-benar membuat reputasi dan penjualan software keamanan dari Kaspersky berantakan, khususnya di negara AS.

Baca juga : Wikileaks Ungkap Cara Bagaimana CIA Mampu Meretas komputer Secara Offline

Jadi, mengapa pemerintah AS memiliki masalah dengan Kaspersky?

Ini semua karena muncul dugaan bahwa Kaspersky memiliki hubungan khusus dengan pemerintah Rusia, khususnya yang berkaitan dengan spionase. Sehingga, Komite House of Science, Space and Technology AS mengadakan sidang pada hari Rabu mengenai risiko bahwa produk Lab Kaspersky bisa menimbulkan ancaman yang potensial bagi negara tersebut. Ini terkait dengan perkembangan terbaru dari meningkatnya serangan yang sering terjadi, khususnya yang berkaitan dengan para hacker dari Rusia, sebuah isu keamanan nasional yang telah mendorong anggota parlemen untuk melihat ancaman potensial terhadap sistem seperti jaringan tenaga listrik dan proses pemilihan.

Tuduhan tersebut meliputi beberapa hal yang dilihat pemerintah AS sebagai ancaman yang sangat potensial, selain mereka melihat kedekatan Kaspersky yang bekerja dengan pemerintah Rusia, sehingga mereka menduga bahwa Kremlin tengah mengintai perangkat lunak antivirus dan menggunakannya tanpa sepengetahuan perusahaan sebagai mesin pencari data-data penting.

Ini semakin dikuatkan oleh beberapa fakta , termasuk apa yang dirilis oleh sebuah artikel Bloomberg pada bulan Juli, dimana mereka mengatakan bahwa email internal menunjukkan bahwa Lab Kaspersky bekerja sama dengan FSB Rusia, setara dengan agen rahasia FBI. Ini terjadi sebulan setelah agen FBI mengunjungi karyawan Kaspersky di AS.

Lalu, apa yang telah dilakukan pemerintah AS

Pada bulan September, Senat mengeluarkan sebuah undang-undang yang melarang perangkat lunak Kaspersky untuk digunakan oleh semua komputer federal. Lalu, pada tanggal 13 September, Departemen Keamanan Dalam Negeri memerintahkan semua agen federal untuk menghapus perangkat lunak Kaspersky dari sistem komputer mereka. Hal tersebut berimbas pada beberapa toko besar seperti Best Buy, Office Depot dan Staples yang mengikuti dan menghapus perangkat lunak Kaspersky dari rak mereka. Sehingga, ini semua berdampak pada penjualan yang secara dramatis sangat merugikan pihak Kaspersky, khususnya dinegara paman Sam.




Bagaimana Tanggapan Kaspersky Lab?

Eugene Kaspersky menyebut bahwa semua hal yang dituduhkan oleh pemerintah AS merupakan “tuduhan palsu,” dengan alasan bahwa tidak ada bukti faktual yang muncul, bahkan dia meluncurkan penyelidikan internal yang terkait mengenai isu-isu yang diangkat. Pada hari Rabu, menjelang persidangan di Kongres, Lab Kaspersky merilis rincian pendahuluan dari penyelidikan internal. Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa mata-mata Rusia tidak memerlukan perangkat lunak antivirusnya untuk mencuri informasi dari staf NSA, ketika tuduhan AS bahwa antivirus mereka sudah disusupi dan mengambil data penting pada laptop agen FBI, itu karena mereka menyatakan bahwa laptopnya sudah terinfeksi malware sebelumnya. Bahkan, Kaspersky mengatakan bahwa agen tersebut justru telah mematikan perlindungan antivirus saat mendownload software bajakan.

Awal pekan ini, perusahaan tersebut juga mengumumkan inisiatif transparansi, dimana mereka juga berjanji untuk mengizinkan tinjauan pihak ketiga yang hadir secara independen atas perangkat lunaknya, termasuk kode sumber, kode update dan aturan deteksi ancaman. Pusat pemeriksaan transparansi pertama akan dibuka pada 2018, dengan dua pembukaan lagi pada tahun 2020 untuk wilayah Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Sumber : cnet.com

 Baca Juga :



Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com