Dilema Rakit PC 2026: Solusi Mahal Antara SSD 512GB vs RAM 16GB
Krisis harga memori (DRAM) dan penyimpanan (NAND Flash) memaksa para perakit PC untuk memutar otak. Berdasarkan data dari Lexar, ada pergeseran prioritas yang cukup ekstrem saat seseorang merakit PC baru dengan anggaran terbatas.
Dalam kunjungan media terbaru ke markas besar Lexar di Tiongkok, ada temuan menarik soal perilaku belanja gamer di tengah “badai” harga hardware tahun 2026 ini. Grace Su, General Manager Lexar Eropa, mengungkapkan bahwa meskipun harga RAM dan SSD lagi sama-sama mahal, cara konsumen berkompromi ternyata sangat berbeda.
Baca juga: Stok Melimpah, NVIDIA Dikabarkan Stop Produksi RTX 5060 Ti 8GB Selama 2 Minggu!
Solusi Mahal: SSD 512GB vs RAM 16GB
Menariknya, Lexar menemukan bahwa pengguna lebih bersedia mengalah di sektor RAM daripada harus memakai SSD berkapasitas kecil. SSD dengan kapasitas di bawah 512 GB dilaporkan tidak laku di pasaran.
Alasannya masuk akal: game modern zaman sekarang ukurannya sudah ratusan gigabyte. Saking butuhnya ruang penyimpanan, Grace Su menyebutkan bahwa konsumen lebih memilih balik menggunakan Hard Disk (HDD) tambahan daripada harus membeli SSD yang kapasitasnya terlalu mepet.
Di sisi lain, RAM 16GB sekarang sudah dianggap sebagai standar paling bawah untuk menjalankan Windows 11 dengan lancar. Namun, dengan banyaknya game dan aplikasi yang semakin berat, kebutuhan naik ke 32GB sebenarnya sangat mendesak.
Masalahnya, harga RAM sedang berada di titik yang tidak masuk akal. Seperti yang pernah dibahas di Murdockcruz, harga spot DDR4 sempat meroket hingga 2.200% dalam setahun terakhir. Meskipun ada koreksi kecil sebesar 5% di bulan Maret kemarin, harga tersebut masih tetap jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal di tahun-tahun sebelumnya.
Situasi ini menciptakan dilema:
- Pilih RAM Besar? Harus siap bayar harga “selangit” tapi sistem lebih lancar buat multitasking.
- Pilih SSD Besar? Bisa simpan banyak game, tapi mungkin performa sistem agak terhambat kalau RAM-nya mepet plus harga 512 juga tidak murah.
Data dari Lexar ini membuktikan kalau storage sekarang sudah jadi kebutuhan primer yang nggak bisa ditawar. Orang lebih pilih sabar menunggu loading aplikasi (RAM kecil) daripada nggak bisa instal game sama sekali karena memori penuh (SSD kecil). Selama permintaan chip untuk AI masih tinggi, harapan untuk melihat harga RAM balik ke harga “normal” sepertinya masih harus disimpan dalam-dalam.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
