OpenAI Mampu Pecundangi Pemain Terbaik DOTA 2

OpenAI Mampu Pecundangi Pemain Terbaik DOTA 2

Kadangkala anda tidak membutuhkan seorang manusia untuk mengalahkan musuh dalam sebuah permainan, tapi dengan sebuah kecerdasan AI, ia bisa membuat musuh terbaik lari kalang-kabut dan penuh ketakutan. Seperti halnya ketika Bot dari permainan DOTA 2 beberapa waktu lalu mampu membuat beberapa pemain terbaik game ini seperti Dendi tidak bisa berkutik. Ya, ini terjadi saat acara The International DOTA 2 berlangsung ketika salah satu pemain terbaik di dunia mampu dikalahkan oleh tim OpenAI.

Kecerdasan buatan tidak hanya bagus saat bermain CS Go, karena  ia juga bisa tampil menang di ajang eSports. Ini ditunjukan ketika tim OpenAI yang didukung Elon Musk telah mengembangkan sistem pembelajaran mesin yang mapu mengalahkan “banyak” pemain pro Dota 2 terbaik dalam pertandingan satu lawan satu, termasuk pemain bintang Dendi saat demonstrasi langsung pada acara The International. Caranya adalah dengan tidak mengajarkan AI cara bermain game, namun bot sengaja dimainkan dengan banyak permainan melawan dirinya sendiri, sehingga mendorong perilaku ideal saat mempelajari trik dari waktu ke waktu.

Hasilnya, AI ini tidak hanya memiliki dasar-dasar yang trik yang baik, tapi juga memahami nuansa yang membuat manusia menjadi tampak seperti bot lama. Bot terbaru ini mahir dalam berbagai trik seperti zonasi (mencegah musuh untuk last hit dan mengurangi pengalaman anda serta tentunya gold). Selain itu, ia juga bisa berpura-pura (memulai animasi raze untuk mengelabui musuh agar menghindari serangan yang tidak ada). Sementara tindakan per menitnya tidak lebih baik dari pada pemain rata-rata, namun pilihannya ini membuat perbedaan besar. Dan tidak perlu waktu lama untuk belajar; Penciptaan OpenAI ternyata bisa mengalahkan Dota 2 bots  biasa setelah satu jam belajar, dan mengalahkan manusia terbaik hanya dalam waktu dua minggu.

Tentu saja, kemenangan ini terjadi dalam kondisi terkendali dan ideal. Pertandingan satu lawan satu pada dasarnya jauh lebih rumit daripada pertandingan standar lima lawan lima, dan penting bahwa sistem pembelajaran mesin tidak menggunakan berbagai taktik yang anda lihat dari pesaing manusia. OpenAI berharap untuk memiliki bot menguasai fve on five oleh Invitational tahun depan. Disisi lain, Elon Musk sedikit hiperbolik saat dia mengatakan bahwa Dota 2 “jauh lebih kompleks” daripada Go, memang benar bahkan prestasi terbatas ini sebenarnya cukup mengesankan. Tapi, apa yang telah dipelajari OpenAI dengan Dota 2 mungkin saja bisa diterjemahkan ke bidang lain dimana pemahaman semua ini bisa sangat penting bagi kesuksesan.

 




 Baca Juga :

Loading…

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com