AMD Ryzen Threadripper 1950X & 1920X Review : High-end CPU Workstation Sesungguhnya

AMD Ryzen Threadripper 1950X & 1920X Review : High-end CPU Workstation Sesungguhnya

AMD Ryzen Threadripper akhirnya dirilis, dan prosesor High-end terbaru ini tampaknya mampu memenuhi harapan banyak kalangan yang membutuhkan sebuah CPU profesional terbaik yang bisa mereka dapatkan dengan jangkauan biaya jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Ya, prosesor dengan jumlah 16 inti dan 32 thread ini mampu membangkitkan kembali persaingan sengit yang telah lama dirindukan banyak orang pada tingkat tertinggi dari CPU untuk konsumen. Hari-hari ketika tim biru selalu sendirian dalam memimpin kompetisi tampaknya sudah berakhir, dan kita akan lihat bagaimana persaingan yang sebenarnya akan hadir, khususnya mengenai prosesor terbaru dari AMD ini. Jadi, mari kita lihat ulasan singkat mengenai AMD Ryzen Threadripper ini.

Sebagaimana kita tahu bahwa Intel sebelumnya selalu berada terdepan untuk urusan CPU high-end, dan mereka selalu menguasai bar-bar tertinggi dalam urusan kinerja. Dan itu semua kini telah berubah semenjak AMD mengeluarkan prosesor terbaru generasi “Zen” yang memiliki kekuatan meyakinkan dari semua lini, apalagi salah satu keunggulan dari CPU ini adalah biaya yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan tim biru. Inilah salah satu faktor yang belum bisa disentuh Intel dengan semua teknologi terbaiknya.

Semenjak Ryzen dirilis, banyak kegembiraan yang dirasakan para penggemar setianya ketika barisan CPU “Zen” ini mampu mengisi persaingan sengit dalam setiap lini, mulai dari seri entry level hingga level tertinggi yang hari ini hadir sebagai sebuah persembahan yang sangat baik untuk kalangan profesional, Ryzen Threadripper. Ya, Threadripper merupakan jawaban bagi mereka yang menginginkan sebuah prosesor dengan kinerja terbaik untuk urusan workstation seperti rendering, multimedia dan semua pekerjaan dalam satu paket termasuk streaming, gaming dan workload yang cukup intensif bisa dihadirkan secara bersamaan. Disisi lain, pilihan harga yang jauh lebih terjangkau  merupakan salah satu faktor keunggulan dari prosesor ini.

Threadripper Line-up

AMD tampaknya menargetkan jajaran Threadripper untuk pengembang perangkat lunak, insinyur video / audio, dan tentu saja termasuk juga gaming, terutama mereka yang melakukan pekerjaan streaming atau multitask dengan beban yang sangat berat. Rangkaian Ryzen 7 yang sudah hadir sebelumnya lebih kompetitif dalam membahas spektrum aplikasi profesional yang lebih rendah, dimana memori dual-channel membatasi jangkauannya. Sehingga, untuk melengkapi dan menyempurnakan kekurangan Ryzen 7, Threadripper hadir dengan pengontrol memori quad-channel, dimana ia menyediakan memori yang cukup untuk menangani aplikasi profesional yang jauh lebih berat. Dan ketika kita melontar pada slot PCIe, ia hadir dengan fitur yang gemuk serta menyediakan banyak port penyimpanan NVMe, selain itu juga mendukung hingga empat GPU untuk komputasi heterogen.

AMD Ryzen Threadripper memiliki 3 model, dimana salah satunya merupakan seri yang sebelumnya tidak diumumkan. Untuk yang tertinggi ada Threadripper 1950X dengan tag harga 13.5 jutaan, ia memiliki kekuatan 16C / 32T yang sangat mengganggu. Lalu ada pula 1920X dengan kisaran harga $ 799 atau sekitar 11 jutaan, ia akan menanggung kekuatan 12C / 24T dengan base clock yang sama dengan 1950X. Sedangkan yang terakhir hadir sisi terendah pada barisan prosesor ini, yakni 1900X dengan tag harga sebesar $549 atau sekitar 7.5 jutaan dengan kekuatan 8C /16. Mungkin ia mirip dengan Ryen 7 1800X, namun memiliki fitur pembeda yang sebenarnya jauh lebih besar, seperti dukungan quad channel memori, XFR yang lebih besar serta PCIE Lane hingga 64.

AMD juga menyediakan slide yang menggambarkan keuntungan sumber daya Threadripper jika dibandingkan dengan jajaran prosesor Intel. Secara keseluruhan, inti AMD, cache, dan keunggulan PCIe memang sangat mengesankan. Meski faktor ini tidak selalu menyamai untuk performa yang lebih baik, mereka pasti setidaknya bisa menata fondasi yang kuat. AMD juga mengingatkan kita bahwa ia mendedikasikan empat jalur 64 PCI Threadripper ke chipset X399.

SpesifikasiThreadripper 1950XThreadripper 1920XThreadripper 1900X
Interface/ChisetTR4 / X399TR4 / X399TR4 / X399
Cores/Threads16/3212/248/16
TDP180W 180W180W
Base Frequency (GHz)3.4 3.5 3.8 
Boost Frequency (GHz)4.0 (4.2 XFR)4.0 (4.2 XFR)4.0 (4.2 XFR)
L3 cache (L2+L3)40 MB38 MB20 MB
Memory SupportDDR4-2667DDR4-2667DDR4-2667
Memory ControllerQuad ChannelQuad ChannelQuad Channel
Unlocked MultiplierYesYesYes
PCIe Lanes646464
Harga (dalam Dollar)$999$799$549

Ryzen Threadripper 1950X

Ryzen Threadripper 1950X merupakan pemimpin tertinggi desktop high-end AMD saat ini dengan kekuatan 16C / 32T. Sama seperti jajaran line-up Ryzen-nya, prosesor AMD Threadripper menawarkan lebih banyak inti daripada Intel pada setiap titik harga. Dan kali ini, mereka memiliki 64 jalur PCIe 3.0 (empat di antaranya didedikasikan untuk chipset) yang lebih besar daripada Core i9-7980XE unggulan dari Intel hanya sebesar 44-lane.

Threadripper 1950X memiliki frekuensi dasar 3,4 GHz yang akan meningkat secara otomatis menjadi 3,6 GHz saat beban kerja semakin berat. Model Mainstream Ryzen ini memiliki dual-core Precision Boost selama tugas threaded ringan, namun karena desain dual-die Threadripper, ia bisa memperluas dorongan hingga 4.2 GHz. Sama seperti seri Intel Skylake-X, AMD juga menawarkan pengganda yang tidak terkunci untuk semua model Threadripper, termasuk 1950X ini.

Setiap die Zeppelin juga memiliki 16MB cache L3, sehingga Threadripper 1950X memiliki total 32MB. Ia memiliki cache tertinggi dari Intel yang hanya sebensar 24,75MB pada Core i9-7980XE 18C / 36T yang akan datang. Dengan kisaran harga 13.5 jutaan, 1950X menyediakan cache L3 18.25MB lebih banyak daripada Core i9-7900X. Tentu saja, cache latency dan bandwidth kadangkala bisa jauh lebih penting daripada kapasitas, jadi kita harus mengukur keseimbangan masing-masing antara ukuran dan kecepatan.

Arsitektur dual-die AMD juga hadir dengan rating TDP 180W, yang relatif cukup tinggi dari Skylake-X. Walaupun begitu, TDP tidak memetakan secara langsung konsumsi daya selama semua beban kerja. Apalagi AMD memiliki serangkaian fitur pengurangan kekuatan  daya yang ekstensif dalam suite SenseMI yang seharusnya bisa membantu untuk urusan ini.

Disisi lain, prosesor TDP 180W yang besar ini juga akan memerlukan solusi termal yang keras, namun tidak ada pendingin air yang dirancang khusus untuk penyebar panas besar pada Threadripper (hingga saat ini). Sehingga, anda mungkin perlu menyertakan braket Asetek bawaan dari AMD untuk memberikan kompatibilitas ke berbagai pendingin loop tertutup yang ada. Solusi saat ini cukup memadai sampai solusi TR4 kustom tiba, namun cakupannya mungkin tidak optimal.

Threadripper memiliki pengendali memori dual-channel independen, satu per die, yang menggabungkan untuk menyediakan dukungan quad-channel dengan berbagai tingkat transfer data berdasarkan konfigurasi memori. Platform ini juga mendukung memori ECC dan batas fungsional 256GB RAM, meskipun sebenarnya juga ia dapat mendukung kapasitas hingga 2TB saat kerapatan memori meningkat.

Ryzen Threadripper 1920X

Threadripper 1920X hadir diposisi kedua setelah 1950 X pada jajaran tertinggi prosesor AMD. Ia memiliki 12 core dan 24 thread yang menakjubkan dari kekuatan multi-processing simultan, sementara disisi lain ia memiliki 32MB L3 cache dengan frekuensi dasar sebesar 3.5 Ghz. Pada kisaran harga 10 jutaan, prosesor memiliki berada ditengah-tengah antara 7900X yang memiliki harga 13,5 jutaan dan 7820X di kisaran 8 jutaan, tapi mengalahkan mereka berdua dalam jumlah hitungan inti murni. Apalagi 1920X memiliki semua 60 + 4 jalur PCIe yang sama dengan 1950X, sementara chip Intel masing-masing memiliki 44 dan 28. Selain itu, 1920X juga akan mengambil soket baru yang sama dengan kakaknya yang lebih tinggi dalam hal jumlah inti.

Fitur Baru : Creator Mode & Game Mode

Paket besar Threadripper ini tampaknya menyembunyikan banyak kerumitan di bawahnya, namun setidaknya kita bisa menyederhanakan dan menguraikan bagaimana hal itu terkait dengan fitur Creator dan Game Mode yang cukup inovatif dari AMD. AMD menghubungkan dua die Zeppelin melalui Infinity Fabric-nya, sehingga data yang berada di “remote” memory banks tampaknya akan menderita latensi yang lebih tinggi. Untuk solusinya, perusahaan ini menghadirkan dua pengaturan baru yang akan membantu mengimbangi beberapa kinerja yang bisa dihadirkan pada prosesor tersebut, diantaranya :

  • Creator Mode : Mode ini menawarkan jumlah penuh sumber daya komputasi dan memori untuk beban kerja produktivitas.
  • Game Mode : dalam mode ini, ia akan mencoba menyimpan data yang berada dalam memori “lokal” dan membatasi pemrosesan.

Gagasan tentang mode khusus ini tentu saja merupakan sesuatu yang baru di desktop, dan memerlukan reboot setelah anda melakukan perubahan, namun ini ternyata bisa menawarkan manfaat kinerja nyata dalam beban kerja game.

Chipset X399

Chipset X399 juga memulai debutnya dengan soket TR4 baru di belakangnya, namun ini sebenarnya merupakan platform kelas atas yang memiliki akar di pusat data. Itu berarti motherboard ini akan membawa sisi “premium” pada AMD’s AM4 line-up, dan bahkan bisa menyaingi harga papan X299 untuk Intel seri-X. Sehingga, AMD memiliki daftar motherboard motherboard yang solid yang sudah siap untuk diluncurkan bersamaan dengan  Threadripper-nya. Ini juga untuk menghindari penundaan menjengkelkan yang pernah kita alami dengan prosesor Ryzen pertama.

Chipset X399 mendukung dua port USB 3.1 Gen2 dan enam port USB 3.1 Gen1, bersama dengan enam koneksi USB 2.0. Dua jalur PCIe 3.0 memungkinkan vendor motherboard menambahkan lebih banyak konektivitas penyimpanan (empat SATA atau dua SATA Express), dan delapan jalur PCIe 2.0 yang umum mengakomodasi pengendali lainnya, seperti Ethernet atau WLAN / Bluetooth. Delapan port SATA juga melengkapi pilihan konektivitas chipset, dan anda dapat memanfaatkan beberapa konfigurasi RAID dengan perangkat SATA yang terpasang. Sayangnya, NVMe RAID tidak didukung, meski perangkat lunak RAID masih menjadi pilihan.

Prosesor Threadripper menyediakan delapan port USB 3.1 Gen1 tambahan dan empat koneksi SATA (didukung oleh perangkat keras RAID). 60 jalur PCIe yang tersisa mendukung hingga tujuh perangkat PCIe. Secara keseluruhan, platform ini menyediakan banyak pilihan luas.

Disisi lain, chipset X399 yang cukup mewah menawarkan perluasan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk array multi-GPU dan NVMe yang serius. Contohnya, hadirnya DDR4 quad channel, dukungan ECC, dan overclocking yang tidak terkunci membuat X399 menjadi kunci bagi pengguna yang bergantung pada komputasi yang serius.

Spesifikasi umum chipset X399 :

  • Quad-Channel DDR4 Memory
  • 66 PCI Express® Gen 3.0 Lanes2
  • 8 PCI Express® Gen 2.0 Lanes3
  • Multi-GPU Support (AMD CrossFire™ and SLI) 2
  • Up to 2 native USB 3.1 Gen2 Ports
  • Up to 14 native USB 3.1 Gen1 Ports
  • Up to 6 native USB 2.0 Ports
  • Up to 12 SATA Ports
  • SATA RAID 0, 1, 10
  • Overclocking Support

Zeppelin Die Primer

Arsitektur Zen ini menggunakan blok bangunan CCX (CPU Complex) empat inti. AMD menghiasi setiap CCX dengan cache L3 8MB dibagi menjadi empat irisan, yakni setiap inti di CCX mengakses semua irisan L3 dengan latency rata-rata yang sama. Sementara dua CCXes berkumpul untuk menciptakan delapan inti Ryzen 7 die dan mereka berkomunikasi melalui interkoneksi Infinity Fabric AMD. CCXes berbagi controller memori dual-channel yang sama. Ini pada dasarnya merupakan dua CPU quad-core yang saling berbicara satu sama lain melalui jalur Infinity Fabric yang juga menangani lalu lintas northbridge dan PCIe.

Socket TR4

Ryzen Threadripper merupakan prosesor Threadbreaker yang cukup besar dari AMD sehingga ia membutuhkan interface baru. Hasilnya, Socket TR4 (SP3r2) hadir untuk motherboard X399 dengan menawarkan 4094 pin, yang jauh lebih kompleks daripada LGA 2066 Intel yang terdapat pada motherboard X299. Soket Socket TR4 menandai transisi AMD dari PGA (Pin Grid Array) dengan model Ryzen pertama ke implementasi LGA (Land Grid Array).

 Prosesor ini menggunakan proses pemasangan yang unik yang seharusnya bisa lebih aman daripada mekanisme latching normal, sementara ia bisa hadir untuk tetap sederhana. Anda hanya perlu melepaskan saja tiga sekrup Torx dalam urutan yang telah ditentukan sebelumnya dan mekanisme retensi akan terbuka. Ada rakitan lain di bawahnya yang juga perlu anda ayunkan. Tarik penutup plastik internal, lalu geser prosesor yang terkandung dalam plastik oranye – ke dalam gerbongnya. Penting untuk meninggalkan penutup hitam di atas soket sampai Anda menginstal prosesor. Itu karena Pin agak rapuh dan kita perlu hati-hati untuk urusan ini.

Setelah menggeser prosesor ke dalam gerbongnya, anda tinggal melepaskan penutup soket dan memasukkan prosesor ke dalam soket. Kemudian Anda mengayunkan mekanisme pemasangan dan kencangkan pengencang dengan kunci pas Torx T20 yang dibundled bersama prosesor.




Benchmark

Jadi, bagaimana kinerja prosesor terbaru dari AMD ini? apakah layak sebagai bintang baru dalam dunia prosesor high-end yang selama ini masih diragukan beberapa kalangan. Untuk urusan tersebut, kami akan menghadirkan hasil review dari beberapa situs dan video chanel terkemuka dan terpercaya untuk hal ini. Diantaranya hasil benchmark dari Anantech, Tomshardware dan Hardware Unboxed. Jadi mari kita lihat hasilnya.

Tes Aplikasi Multimedia

Dalam tes aplikasi, ada beberapa program yang mewakili bagaimana kinerja intensif CPU nantinya akan digunakan, seperti aplikasi untuk rendering, video encoding dan lain-lain, diantaranya :

Cinebench R15, HandBrake & Blender

Cinebench merupakan suite uji lintas platform dunia nyata yang mengevaluasi kemampuan kinerja komputer, sehingga aplikasi ini merupakan alat yang sempurna untuk membandingkan kinerja CPU dan grafis di berbagai sistem dan platform (Windows dan OS X). Versi terbaru dari CineBench ini merupakan salah satu tolok ukur bagaimana CPU ‘digunakan di manapun’, terutama sebagai indikator kinerja single thread dan multi thread.

HandBrake merupakan alat untuk mengkonversi video dari hampir semua format ke pilihan codec modern yang banyak didukung. Seperti disebutkan di atas, transcoding video adalah topik hangat dalam metrik kinerja karena semakin banyak konten dibuat. Dan aplikasi ini akan menentukan seberapa jauh ia mampu menangani aplikasi ini.

Blender masih merupakan alat yang sangat populer untuk mengukur kinerja CPU dalam urusan CPU rendering dan ini masih menjadi salah satu alat open source yang lebih besar di luar sana.

Corona 1.3 &  PC Mark 10 & Adobe Premiere Pro CC

Corona adalah paket standalone yang dirancang untuk membantu perangkat lunak seperti 3ds Max dan Maya dengan photorealism melalui ray tracing. Renderer photorealistic biasanya membutuhkan CPU yang memiliki kinerja tinggi , sehingga uji coba pada Corona akan menunjukan hasil bagaimana CPU bisa bekerja dengan yang lainnya.

PCMark 10 adalah tolok ukur lengkap untuk aplikasi modern. Ini adalah tes ideal untuk organisasi yang mengevaluasi PC dengan berbagai kebutuhan kinerja. Tes dalam tolok ukur ini mencakup berbagai kegiatan mulai dari tugas produktivitas sehari-hari hingga kinerja yang paling menuntut seperti konten media digital.

Adobe Premiere Pro adalah aplikasi editing video berbasis timeline yang dikembangkan oleh Adobe Systems dan diterbitkan sebagai bagian dari program lisensi Adobe Creative Cloud. Aplikasi ini akan menunjukan bagaimana performa sesungguhnya pada aplikasi video editing yang akan menunjukan bagaiman performa CPU.

Game Benchmark

Walaupun sebenarnya prosesor ini tidak ditujukan sepenuhnya untuk performa gaming, namun game merupakan bagian dari uji coba yang akan memperlihatkan bagaimana kinerja CPU juga selain daripada GPU. Disisi lain, Ryzen Threadripper tampaknya lebih cocok bagi mereka yang memiliki pekerjaaan streaming dan gaming lebih mudah dengan kualitas jauh lebih tinggi. Hanya saja, performa untuk gaming, tim biru jauh lebih unggul untuk urusan ini. Mari kita lihat hasil pada beberapa game dibawah ini.

Ashes of the Singularity: Escalation

Ashes of the Singularity merupakan permainan strategi real-time video game yang dikembangkan oleh Oxide Games dan Stardock Entertainment. Permainan ini tentu saja perlu akan memperlihatkan bagaimana performa CPU yang intensif.

Civilization VI

Sid Meier’s Civilization VI merupakan video game 4X berbasis giliran dan judul utama keenam dalam seri Civilization.Tentu saja jika anda ingin maksimal dalam permainan ini, pilihan CPU yang terbaik akan mempengaruhinya, apalagi dalam gaming 4K.

Battlefield 1

Permainan lainnya yang cukup intensif adalah Battlefield 1. Ya, permainan FPS ini tentu saja akan memperlihatkan bagaimana kinerja CPU dalam peperangan yang cukup intensif.

Overclocking & Pendingin

AMD tidak menggunakan pasta termal antara prosesor Ryzen Threadripper Die dan penyebar panas yang terintegrasi. Sebagai gantinya, ia memiliki solder yang bagus. Keputusan ini ternyata terbukti penting dalam hal overclocking.

Sebagian besar pengulas kami lihat menerima pendingin cairan all-in-one untuk CPU Threadripper mereka. Mereka dibundled dengan Thermaltake dan termasuk radiator 360mm dengan tiga kipas 120mm.

Ketika sepenuhnya dirakit, ia duduk di samping motherboard dan stik memori RGB, semua lampu menyala layaknya sebuah pesta. Semuanya (hampir) berfungsi penuh. Satu-satunya pengecualian adalah termal pasta asli bawaan Asetek. Anda tampaknya memerlukan thermal pasta yang terbaik untuk mendinginkan suasana untuk overclocking, karena hasilnya akan lebih baik dari bawaan.

Bundled bawaan dari AMD setidaknya menunjukan anda harus memiliki pendingin terbaik untuk 1950X. Tentu saja anda tidak akan mengeluarkan anggaran untuk pendingin “biasa” pada CPU seharga 13 jutaan ini bukan?

Ryzen Threadripper 1950X dapat dengan mudah dioverclock hingga 4.0 GHz dan 1.45V dengan cukup mudah. Namun, solusi pendinginan air all-in-one dalam kit tampaknya  tidak dapat menjaga sistem tetap stabil pada tingkat lebih tinggi. Ini karena konsumsi daya prosesor meningkat hingga lebih dari 250W selama rendering. Sehingga, untuk  penggunaan sehari-hari, solusi pendinginan air pasti akan cukup berkat penyebar panas solder, yang membuat prosesor AMD jauh lebih sedikit tantangan daripada Intel Core i9-7900X.

Konsumsi Daya

Threadripper hadir dengan nilai TDP 180W dan ia tampil sebagai lompatan besar dari platform AMD sebelumnya yang hanya melayang antara 45-95W, atau platform Intel yang memiliki sub- arus utama hingga 140W untuk desktop kelas atas. Tapi bukanlah yang tertinggi, karena AMD pernah memiliki prosesor dengan TDP 220W dalam bentuk FX-9590 yang mampu berjalan pada 5 GHz.

Tapi ternyata, nilai yang dihasilkan konsumsi daya prosesor ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan Core i9 7900X yang memiliki konsumsi daya maksimal hingga 388 Watt pada OC sebesar 4.5 Ghz saat sedang bekerja pada aplikasi Corona. Walaupun begitu, urusan daya memang cukup besar pada CPU yang memiliki jumlah 16 core ini. Dalam keadaan idle saja ia sudah mengkonsumsi daya sebesar 45 Watt.

Kesimpulan

AMD memang menghadirkan arsitektur dan strategi Zen yang sama ke desktop kelas atas, dan kita telah melihat bagaimana reaksi Intel dalam bentuk harga yang lebih rendah untuk line up Skylake yang masih mahal. Tapi kita disini untuk menyimpulkan beberapa hasil, diantaranya :

Pertama, AMD menempatkan Threadripper untuk penciptaan konten, multi-tasker yang berat, dan gamer yang melakukan streaming ke layanan seperti Twitch. Ia juga secara khusus tidak ditujukan untuk game beresolusi rendah, terutama jika anda berniat akan memainkan game ringan.

Inti tambahan Threadripper dapat memungkinkan kinerja lebih banyak di masa depan seiring hadirnya perangkat lunak yang semakin berkembang untuk memanfaatkannya dengan lebih baik, jadi kami juga menyertakan bagan dengan permainan baru yang memanfaatkan sumber pengolahan host secara lebih menyeluruh. Namun untuk urusan sepenuhnya dalam hal gaming, ia sangat tidak ideal untuk hal ini.

Sudah jelas bahwa Intel Core i9-7900X menawarkan frame rate yang lebih baik selama uji coba permainan murni.  Sehingga, kami tidak merekomendasikan unggulan utama Ryzen Threadripper 1950X dan 1920X untuk game yang ketat. Tapi jika anda ingin kombinasi permainan antara streaming, gaming 4k dan rendering disaat yang bersamaan, ia bisa menjadi pilihan ideal untuk hal tersebut. Bahkan anda tidak akan melihat penurunan tingkat framerate yang siginifikan pada Threadripper.

Dan dari semua hal ini, Ryzen Threadripper 1950X dan 1920X merupakan pilihan terbaik sebagai CPU workstation terbaik hari ini dengan anggaran biaya yang jauh lebih rendah. Ia memiliki segalanya mulai dari kekuatan multi-tasking yang kuat, Streaming 4K, dan cocok bagi mereka yang rutin menggunakan aplikasi tebal atau memiliki persyaratan PCIe berat. Namun jika anda benar-benar mencari performa gaming terbaik, anda lebih baik dilayani dengan alternatif lain.

Sumber referensi & Benchmark : Hardware Unboxed



Baca Juga :

Loading…

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com