Instagram Uji Coba “Features”: Video Horizontal Hingga 90 Menit!
Instagram kembali menunjukkan ambisinya untuk mengusik domain platform video panjang. Anak perusahaan Meta ini dilaporkan mulai menguji coba format baru bernama “Features”, yang memungkinkan para kreator mengunggah video berformat horisontal (landscape) dengan durasi hingga 90 menit.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Head of Instagram, Adam Mosseri, bersama VP of Product, Tessa Lyons. Setelah sempat diuji coba terbatas di Brasil, pengujian fitur Features kini resmi diperluas ke jajaran kreator terpilih di Amerika Serikat. Sasaran utamanya sangat jelas: merangkul para pembuat podcast, komika, dan kreator konten durasi panjang yang selama ini menjadikan YouTube sebagai rumah utama mereka.
Baca juga: Imbas PCB Langka, Harga Komponen PC Bakal Meroket Hingga 2030
Selama ini, mayoritas podcaster dan kreator video panjang memanfaatkan cuplikan klip pendek di Instagram Reels hanya sebagai umpan untuk mengarahkan pengikut (followers) menonton episode utuh di platform lain seperti YouTube atau Spotify.
Lewat format Features, Instagram ingin memangkas rantai tersebut. Pengguna nantinya bisa langsung mengeklik tautan di klip Reels untuk menonton tayangan versi penuh berdurasi hingga 1,5 jam tanpa harus keluar dari aplikasi. Selain muncul di linimasa utama, video berformat Features ini juga bakal direkomendasikan secara khusus di halaman Explore.
Masalah Klasik: Belum Ada Bagi Hasil Monetisasi Iklan
Langkah Instagram menghidupkan kembali format durasi panjang tentu memicu ingatan publik pada kegagalan IGTV, layanan video panjang yang dirilis pada 2018 lalu akhirnya disuntik mati pada 2022. Hambatan terbesar Instagram dalam menggoyang dominasi YouTube masih berada pada skema monetisasi.
YouTube memiliki ekosistem pembagian keuntungan iklan (ad revenue share) yang sudah sangat mapan bagi para anggotanya. Sebaliknya, Instagram mengonfirmasi bahwa mereka belum memiliki rencana menerapkan sistem bagi hasil iklan untuk Features dalam waktu dekat.
Perwakilan Instagram menyebutkan bahwa saat ini perusahaan hanya memberikan pendanaan secara langsung (direct funding) kepada beberapa kreator pilihan. Bagi kreator mapan, opsi pendapatan sementara masih bergantung pada sponsorship independen atau konten berbayar (branded content) yang mereka bawa sendiri. Tanpa adanya jaminan pendapatan berulang dari iklan, bakal sulit membujuk para pembuat konten populer untuk memindahkan fokus utama mereka dari YouTube.
Siap Ekspansi ke Layar TV
Beda dari era IGTV yang terlalu memaksakan format vertikal di ponsel, kali ini Instagram tampak lebih serius menggarap pengalaman menonton di layar lebar (smart TV).
Aplikasi Instagram for TV yang pertama kali menyambangi platform Amazon Fire TV pada Desember 2025 lalu, kini dilaporkan resmi hadir di perangkat Apple TV untuk wilayah AS. Ketersediaan aplikasi khusus TV ini memperjelas strategi Meta yang ingin membawa konten Features langsung ke ruang keluarga pengguna.
Meski menawarkan kemudahan integrasi dari cuplikan Reels ke episode penuh durasi 90 menit, masa depan fitur Features di Instagram masih sangat bergantung pada model bisnis yang ditawarkan. Tanpa adanya skema monetisasi iklan yang jelas dan adil bagi kreator, format baru ini mungkin hanya akan berakhir sebagai sarana promosi tambahan alih-alih pengganti YouTube.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
