Drama Bug Hypervisor PS5: Imbalan 900 Juta Sony & Amarah Komunitas
Dunia scene jailbreak dan peretasan konsol PlayStation 5 tengah mendidih. Sony dilaporkan telah membayar imbalan (bug bounty) sebesar $50.000 AS (sekitar Rp904 juta) kepada seorang peneliti keamanan siber bernama Jordy. Imbalan fantastis melalui platform HackerOne ini diberikan setelah ia melaporkan celah keamanan (bug) kritis pada tingkat hypervisor PlayStation 5.
Namun, alih-alih dirayakan sebagai penemuan teknis yang mengagumkan, kabar yang dibagikan Jordy di platform X pada 14 Oktober lalu tersebut justru memicu amarah luas di kalangan peretas dan pengembang homebrew PS5.
Baca juga: Dampak AI Ke Ekonomi: Raksasa Tech Untung, Perusahaan Lain Buntung?
Masalah ini berakar dari bug hypervisor yang sama persis dengan yang sebelumnya ditemukan oleh Andy Nguyen (dikenal juga dengan nama TheFloW), sosok legenda di balik proyek penjalanan sistem operasi Linux di PS5.
Pada pertengahan September, Nguyen membuat keputusan mengejutkan dengan mengumumkan pengunduran dirinya dari scene PS5, termasuk membatalkan rencana pengembangan PS5 Linux untuk varian PS5 Pro yang dijadwalkan untuk tahun 2027.
Menurut Nguyen, ia telah meminta para peneliti lain untuk menahan pelaporan bug tersebut ke Sony setidaknya sampai game Grand Theft Auto VI (GTA 6) resmi dirilis. Tujuannya sederhana: agar pengguna konsol tetap bisa membeli dan memainkan GTA 6 sembari masih memiliki akses untuk menjalankan sistem Linux di PS5 mereka. Menurut Nguyen, para peneliti lain awalnya sepakat, tetapi kemudian melanggar janji tersebut dan melaporkannya ke Sony hanya dalam hitungan hari.
AI Menemukan Bug yang Sama
Jordy (yang menggunakan nama akun 2tonejordy) memberikan klaim versi yang berbeda. Dalam unggahannya yang menyertakan candaan bahwa uang $50.000 tersebut “cukup untuk membeli GTA 6”, ia menegaskan bahwa celah keamanan itu murni hasil temuannya sendiri.
Ia mengaku memang sempat menyetujui kesepakatan untuk menahan bug tersebut. Namun, beberapa jam kemudian, ada pihak lain yang dilaporkan berhasil menemukan bug yang sama menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Karena takut didahului dan kehilangan hak klaim atas imbalan dari Sony, Jordy memutuskan untuk segera mengirimkan laporan resmi ke platform HackerOne.
Penjelasan ini tidak membuat amarah netizen surut. Kolom komentar unggahannya langsung dibanjiri kritik pedas dari komunitas peretas yang menuduhnya tidak beretika dan mengorbankan proyek jangka panjang komunitas demi keuntungan finansial pribadi semata.
Implikasi Firmware & Nasib Konsol Saat Ini
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi pasti apakah Sony telah menambal celah hypervisor ini secara total. Pembaruan Firmware 14.20 yang meluncur pada 21 Oktober 2026 lalu hanya mencantumkan catatan pembaruan seputar peningkatan stabilitas dan usability.
Meskipun eksploit privat untuk Firmware 14.10 sempat muncul ke permukaan, pertahanan hypervisor pada versi tersebut masih terlihat cukup kokoh. Bagi para pemilik PlayStation 5 yang ingin mempertahankan kemampuan menjalankan sistem operasi Linux atau menjaga potensi jailbreak, tindakan paling aman saat ini adalah menahan pembaruan firmware dan tetap bertahan di versi lama semaksimal mungkin.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
