Micron Sebut Robot Humanoid Bakal Tetap Bikin RAM Mahal!
Para perakit PC dan konsumen teknologi global yang sudah mengurut dada melihat tingginya harga memori akibat lonjakan kebutuhan AI data center sepertinya harus membuang jauh-jauh mimpi melihat RAM murah dalam waktu dekat.
Banyak pihak berspekulasi bahwa jika AI bubble alias gelembung investasi AI pecah, harga DRAM dan SSD akan kembali melantai. Namun, produsen memori raksasa asal Amerika Serikat, Micron, punya analisis yang justru menjadi sinyal buruk bagi kantong konsumen global: era Physical AI dan robot humanoid siap menjadi “pembeli raksasa” berikutnya yang menjaga harga memori tetap melambung hingga 2027 dan seterusnya.
Baca juga: Tips Pengadaan Laptop: Alasan ASUS ExpertBook & Expert Warranty Wajib Dipilih?
Dalam panduan keuangan (earnings guidance) untuk Tahun Fiskal 2027, Micron menegaskan bahwa physical AI—termasuk robotik dan kendaraan otonom—diperkirakan bakal menggeser data center sebagai pendorong utama permintaan memori dan media penyimpanan (storage).
CEO Micron, Sanjay Mehrotra, membeberkan angka yang cukup mengejutkan untuk skala manufaktur industri. Satu unit robot humanoid diprediksi membutuhkan setidaknya 200 GB DRAM dan beberapa terabyte (TB) penyimpanan berkecepatan tinggi.
Proyeksi Kebutuhan Memori Robotik per Unit
- DRAM : ~200 GB+
- Storage : Multi-Terabyte (TB) NVMe
- Penggerak : Autonomous & Physical A
Angka ini jauh melampaui konsumsi memori laptop atau PC gaming kelas atas sekalipun. Mehrotra menambahkan bahwa permintaan physical AI ini akan terakselerasi signifikan pada akhir dekade ini, memicu siklus permintaan memori yang “substansial dan bertahan selama berdekade-dekade.”
$MU says humanoid robots could need 200GB+ of DRAM and multiple terabytes of storage per unit with several physical AI customers already sampling next gen products.
Micron says physical AI can become a “significant driver of memory and storage demand by the end of this decade”… pic.twitter.com/67K2xJbJWN
— Shay Boloor (@StockSavvyShay) September 30, 2026
Demand Masih 50% Lebih Tinggi dari Stok
Lantas, apakah penambahan pabrik baru (cleanroom) dari para pemain industri memori bisa menjadi juru selamat? Jawabannya: Sangat kecil kemungkinannya.
Meskipun industri semikonduktor memicu rekor ekspansi fasilitas produksi DRAM secara global, Micron memproyeksikan bahwa ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan (supply-demand mismatch) tidak akan selesai dalam waktu dekat.
Dalam wawancaranya dengan CNBC, Mehrotra mengungkapkan bahwa saat ini permintaan pasar terhadap chip memori berada 50% lebih tinggi daripada total kapasitas produksi yang ada.
Proyeksi optimis pasar robotik ini juga diamini oleh lembaga keuangan Morgan Stanley. Pasar robot humanoid diperkirakan siap mengalami pertumbuhan eksponensial, dengan proyeksi pengiriman berkisar antara 250.000 hingga 1,2 juta unit per tahun pada 2030, sebelum akhirnya melonjak hingga 930 juta unit bernilai $5 triliun per tahun pada 2050.
Tingginya harga pasaran DRAM tak dipungkiri telah membukukan rekor keuntungan fantastis bagi trio raksasa memori: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Sementara para pekerja pabrikan menuntut pembagian bonus besar dari “durian runtuh” (windfall profits) ini, posisi konsumen biasa justru semakin terjepit.
Kemunculan robot humanoid sebagai komoditas industri skala masal memastikan bahwa memori bukan lagi sekadar komponen komputasi biasa, melainkan infrastruktur strategis global. Bagi konsumen yang menunggu waktu terbaik untuk upgrade RAM atau SSD, pesan dari Micron sangat jelas: jangan berharap keajaiban harga murah datang dalam waktu dekat.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :