>

Perlu Gak Sih Update BIOS Motherboard Setiap Ada Versi Baru?

Perlu Gak Sih Update BIOS Motherboard Setiap Ada Versi Baru?

Bagi para pemilik PC desktop maupun laptop, melihat notifikasi pembaruan software biasanya jadi hal yang lumrah. Mulai dari sistem operasi Windows, driver kartu grafis, hingga aplikasi harian, rutin melakukan pembaruan dianggap sebagai langkah terbaik untuk menjaga keamanan dan performa. Namun, aturan tersebut tidak bisa disamaratakan ketika kita berbicara tentang BIOS (Basic Input/Output System) atau UEFI pada motherboard.

Setiap kali produsen motherboard seperti ASUS, ASRock, Gigabyte, atau MSI merilis versi BIOS baru di situs resminya, muncul pertanyaan klasik di kalangan perakit PC: Apakah BIOS wajib atau harus selalu di-update tiap kali ada versi teranyar?

Jawabannya singkatnya: Tidak perlu, bahkan sangat tidak disarankan untuk asal update jika sistem saat ini berjalan normal dan lancar.

Baca juga: Cara Berlangganan Starlink Resmi: Kini Bisa Bayar Pakai GoPay!

BIOS merupakan firmware dasar yang tertanam di dalam chip motherboard. Tugas utamanya adalah mengenali seluruh komponen hardware—mulai dari prosesor, RAM, kartu grafis, hingga media penyimpanan—sebelum komputer masuk ke dalam sistem operasi.

Berbeda dengan update aplikasi biasa yang kalau error tinggal di-uninstal, kegagalan saat proses update BIOS bisa berakibat fatal.

Perlu Gak Sih Update BIOS Motherboard Setiap Ada Versi Baru?

Jika listrik tiba-tiba padam, sistem freeze, atau file BIOS korup di tengah proses flashing, motherboard bisa mengalami brick (mati total dan tidak bisa booting sama sekali). Memperbaikinya butuh servis khusus flashing chip eksternal atau bahkan mengganti motherboard baru jika tidak memiliki fitur BIOS Flashback.

Aturan Emas: “If It Ain’t Broke, Don’t Fix It”

Di dunia perakitan komputer, ada pepatah lama yang sangat relevan untuk urusan ini: Jika sistem tidak bermasalah, jangan diotak-atik.

Kalian TIDAK PERLU update BIOS jika:

  • Komputer atau laptop berjalan stabil tanpa kendala error, blue screen, atau masalah suhu.
  • Tidak ada rencana mengganti komponen hardware baru (khususnya prosesor baru) dalam waktu dekat.
  • Versi BIOS baru yang dirilis produsen hanya berisi pembaruan minor yang tidak berdampak pada penggunaan harian pengguna.

Lantas, Kapan Waktu yang Tepat?

Meskipun berisiko, update BIOS bukannya dilarang sama sekali. Ada beberapa kondisi khusus di mana meng-update BIOS menjadi hal yang wajib dilakukan:

1. Upgrade ke Prosesor Generasi Lebih Baru

Ini adalah alasan paling umum. Misalnya, kalian menggunakan motherboard soket AM4/AM5 atau Intel generasi lama, lalu ingin mengganti prosesor ke seri yang lebih baru tanpa mengganti motherboard.

Sistem memerlukan versi BIOS terbaru agar microcode prosesor baru tersebut bisa dikenali dan berjalan dengan benar.

2. Masalah Stabilitas atau Bug Berbahaya

Kadang kala produsen merilis update BIOS khusus untuk menambal bug kritis pada tingkat hardware atau masalah kompatibilitas memori (RAM).

Contohnya: Update BIOS untuk mengatur batas voltase prosesor agar tidak cepat rusak, penanganan bug keamanan skala global (seperti Spectre/Meltdown), atau perbaikan masalah memory training pada RAM generasi baru seperti DDR5.

3. Fitur Baru yang Sangat Spesifik

Beberapa update BIOS menghadirkan dukungan fitur baru yang sebelumnya belum ada, seperti mengaktifkan fitur Resizable BAR / Smart Access Memory (SAM) untuk meningkatkan performa VGA, atau dukungan untuk kapasitas RAM yang lebih tinggi.

Tips Aman Jika Memang Harus Update BIOS

Jika berada dalam kondisi yang mengharuskan update BIOS, pastikan menjalankan langkah-langkah pencegahan berikut agar prosesnya aman:

  • Gunakan Fitur BIOS Flashback atau Menu M-Flash / EZ Flash: Jangan pernah update BIOS melalui aplikasi di dalam Windows jika tidak terpaksa. Lakukan update langsung dari menu BIOS menggunakan flashdisk berformat FAT32.
  • Pastikan Listrik Rumah Stabil: Hindari update BIOS saat cuaca buruk atau potensi mati listrik tinggi. Jika memungkinkan, hubungkan PC ke perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply).
  • Reset Settingan ke Default: Sebelum melakukan update, kembalikan dulu seluruh setelan BIOS (seperti profil XMP/EXPO RAM atau overclocking) ke posisi default/standard.

Kesimpulan

Update BIOS bukanlah ritual bulanan yang wajib di ikuti setiap kali ada deretan versi baru di situs web produsen.

Anggaplah BIOS sebagai “fondasi rumah”. Selama fondasinya kokoh dan tidak ada retak yang mengganggu fungsi rumah, pengguna tidak perlu membongkarnya kembali. Update-lah BIOS hanya saat membutuhkan dukungan hardware baru, membenahi kendala stabilitas yang nyata, atau atas rekomendasi resmi dari produsen.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.