>

Opsi ReBAR Segera Hadir di NVIDIA App: Bikin Game Makin Kencang?

Opsi ReBAR Segera Hadir di NVIDIA App: Bikin Game Makin Kencang?

Kabar hadirnya tombol toggle Resizable BAR (ReBAR) langsung di dalam NVIDIA App jelas jadi angin segar buat kita para perakit PC. Buat kalian yang selama ini malas mengulik menu BIOS cuma demi memastikan ReBAR sudah nyala atau belum, langkah NVIDIA ini terasa sangat memanjakan.

Tapi di balik kemudahan pencet tombol “Auto”, “Enabled”, atau “Disabled” ini, ada alasan teknis yang cukup krusial kenapa NVIDIA akhirnya memberikan kendali manual langsung ke tangan pengguna.

Baca juga: Skandal DRAM Tiongkok: CXMT Diduga Curi Blueprint 18nm Samsung

Tentang Fitur ReBAR

Fitur ReBAR sendiri sebenarnya bukan barang baru. Langkah ini diawali saat AMD pertama kali mempopulerkannya secara komersial pada akhir 2020 lalu lewat nama Smart Access Memory (SAM) di seri Radeon RX 6000 dan Ryzen 5000. Melihat ada lonjakan FPS gratisan di kubu merah, NVIDIA dan produsen lain langsung berpacu menerapkan standar PCIe tersebut ke seluruh ekosistem mereka.

Cara kerjanya sendiri cukup elegan. Tanpa ReBAR, prosesor (CPU) kita ibarat mengangkut data ke memori kartu grafis (VRAM) pakai gayung kecil berukuran 256 MB secara bertahap. Begitu ReBAR aktif, keran dibuka lebar-lebar sehingga CPU bisa mengakses seluruh kapasitas VRAM sekaligus dalam satu waktu. Pengiriman tekstur game open-world yang berat pun jadi jauh lebih lancar.

Opsi ReBAR Segera Hadir di NVIDIA App: Bikin Game Makin Kencang?

Namun, urusan ReBAR ini rupanya tidak selalu seindah teori “pasti bikin FPS naik”. Di sinilah alasan utama kenapa NVIDIA butuh menyediakan opsi manual.

Di game-game modern yang sudah teroptimasi dengan DirectX 12 atau Vulkan seperti Cyberpunk 2077 atau Forza Horizon 5, ReBAR memang terbukti ampuh mendongkrak frame rate. Tapi saat dihadapkan dengan game-game lama atau game yang optimasi kodenya berantakan, memaksa ReBAR tetap aktif justru sering bikin FPS mendadak drop atau memicu masalah stuttering. Lewat NVIDIA App, sekarang kita bisa membiarkan sistem berjalan di mode Auto sesuai profil driver, atau langsung mematikannya secara instan tanpa perlu repot-repot restart PC dan masuk ke BIOS.

Masalah Kompatibilitas

Masalahnya, untuk bisa menikmati fitur ini, ada syarat wajib yang kerap bikin pengguna PC lama gigit jari. ReBAR butuh sistem operasi yang berjalan di mode UEFI murni dengan fitur Compatibility Support Module (CSM) dalam keadaan mati total.

Pabrikan motherboard pun terbilang malas merilis pembaruan BIOS untuk lini produk jadul. Mereka secara resmi membatasi fitur ReBAR hanya untuk motherboard kelas Intel Gen 8 (Coffee Lake) ke atas atau AMD AM4. Padahal secara arsitektur, CPU tua seperti Intel Haswell Gen 4 sebenarnya sudah mampu memproses instruksi tersebut.

Opsi ReBAR Segera Hadir di NVIDIA App: Bikin Game Makin Kencang?

Kondisi inilah yang akhirnya memicu kreativitas komunitas modder hingga lahir solusi jalan ninja bernama ReBarUEFI. Modul khusus ini disuntikkan secara mandiri ke dalam file BIOS motherboard lama agar fitur akses VRAM utuh ini bisa dipaksa terbuka.

Langkah modding ini bahkan menjadi hukum wajib buat kalian yang nekat memasangkan kartu grafis modern seperti Intel Arc di motherboard lama. Arsitektur Intel Arc sangat haus akan ReBAR; tanpa fitur ini, performanya bisa anjlok parah hingga puluhan persen dan membuat game hampir tidak nyaman dimainkan. Sementara untuk GPU modern buatan NVIDIA maupun AMD, kehilangan ReBAR di motherboard lama mungkin hanya menahan potensi performa sekitar 5 sampai 15 persen saja.

Pada akhirnya, kehadiran tombol pengaturan ReBAR di NVIDIA App membuktikan bahwa optimalisasi hardware PC tidak bisa dipukul rata. Fleksibilitas ini memberi kita kebebasan penuh: menikmati performa GPU 100 persen di game-game terbaru, sekaligus punya tombol darurat jika menemukan game lama yang mendadak alergic saat ReBAR dinyalakan.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.