Chip Apple M6 2nm & M5 Ultra Resmi Meluncur di Mac
Apple kembali melompati batas teknologi system on a chip (SoC) dengan meluncurkan dua chip kelas berat terbaru mereka: Apple M6 dan Apple M5 Ultra. Kedua chip ini masing-masing didebutkan pada perangkat Mac mini terbaru dan pembaruan lini profesional Mac Studio.
Langkah ini menandai sejarah baru bagi Apple Silicon. Chip M6 menjadi prosesor komersial pertama Apple yang dibangun menggunakan teknologi fabrikasi 2-nanometer (2nm). Sementara itu, M5 Ultra hadir sebagai monster komputasi kelas desktop tertinggi yang mengusung arsitektur quad-die pertama di lini M-series.
Baca juga: Pangsa Pasar Intel Anjlok di Bawah 70%, AMD Cetak Rekor Tertinggi!
Apple M6
Chip M6 dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna harian, developer, hingga kreator konten yang membutuhkan efisiensi daya tinggi namun tetap haus akan performa on-device AI.
Mengusung kombinasi 12-core CPU (naik 2 core dibanding M5), Apple memperkenalkan pembagian klaster CPU baru yang terdiri dari 2 Super Cores, 4 Performance Cores, dan 6 Efficiency Cores. Apple mengklaim Super Cores milik M6 mencatatkan performa single-threaded tercepat di dunia, dengan performa multithreaded 1,2 kali lebih kencang dari M5 dan 2,4 kali lipat dibanding M1.
Untuk urusan pemrosesan kecerdasan buatan (AI), M6 dibekali Dual 16-core Neural Engine yang mampu mengeksekusi dua framework model AI secara bersamaan. Kapasitas ini memberikan peningkatkan performa peak compute hingga 2x lipat dari generasi sebelumnya.
Di sisi grafis, M6 membawa 12-core GPU yang mana pada tiap-tiap core-nya disuntikkan Neural Accelerator. Hasilnya, proses interaksi prompt pada model Large Language Model (LLM) lokal berjalan 30% lebih cepat dibanding M5. Fitur grafis kelas atas seperti hardware-accelerated ray tracing, Dynamic Caching, serta bandwidth memori hingga 170 GB/s (mendukung RAM hingga 32 GB) menjadikan Mac mini berbasis M6 mesin kerja ringkas yang sangat powerful.
Apple M5 Ultra
Jika M6 mengedepankan efisiensi fabrikasi 2nm, maka M5 Ultra diciptakan untuk para profesional yang membutuhkan performa ekstrem tanpa kompromi, seperti pemrosesan efek visual 3D rumit hingga menjalankan model AI skala besar (frontier AI).
M5 Ultra memanfaatkan generasi baru teknologi interconnect UltraFusion untuk menggabungkan dua chip M5 Max (berisi total empat die) menjadi satu kesatuan prosesor quad-die. Jalur koneksi antar-die ini menghasilkan bandwidth internal raksasa melampaui 4,4 TB/s.
M5 Ultra dibekali CPU hingga 36-core (12 Super Cores + 24 Performance Cores) yang menghasilkan performa single-thread 1,25x lebih cepat dibanding M3 Ultra. Sektor grafisnya disokong GPU raksasa hingga 80-core yang juga dilengkapi Neural Accelerator di setiap core-nya, menyajikan peningkatan kinerja pemrosesan AI hingga 4,5x lipat dibandingkan M3 Ultra.
Salah satu nilai jual paling fantastis dari M5 Ultra adalah dukungannya terhadap kapasitas unified memory hingga 512 GB dengan kecepatan bandwidth mencapai 1,2 TB/s (50% lebih tinggi dari M3 Ultra). Kapasitas RAM raksasa ini memungkinkan developer dan ilmuwan data untuk memuat seluruh dataset raksasa maupun model LLM berukuran ratusan miliar parameter (hundreds of billions of parameters) langsung di dalam memori lokal secara aman tanpa perlu bantuan koneksi cloud.
Melalui framework pengembang seperti Core AI, Core ML, Metal, dan Xcode, Apple memastikan para developer dapat langsung memanfaatkan kombinasi unik hardware M6 dan M5 Ultra. Integrasi erat ini memungkinkan optimasi beban kerja secara otomatis di seluruh CPU, GPU, dan Neural Engine untuk menjalankan fungsi Apple Intelligence maupun model AI buatan pengguna secara lokal di dalam perangkat Mac.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :


