>
Prediksi Horor Lenovo: Kenaikan Harga RAM & SSD Bakal Awet Sampai 2030! - Murdockcruz

Prediksi Horor Lenovo: Kenaikan Harga RAM & SSD Bakal Awet Sampai 2030!

Prediksi Horor Lenovo: Kenaikan Harga RAM & SSD Bakal Awet Sampai 2030!

Bagi kalian yang berharap harga komponen komputer bakal segera turun atau minimal stabil dalam waktu dekat, bersiaplah untuk kecewa berat. Proyeksi yang sangat suram baru saja dilemparkan oleh raksasa PC dunia, Lenovo, terkait masa depan harga memori RAM (DRAM) dan penyimpanan NAND Flash (SSD).

Berdasarkan laporan terbaru dari Wall Street News China dalam ajang ISC 2026, Lenovo secara blak-blakan menyatakan bahwa tren kenaikan harga memori harian yang terjadi saat ini sebenarnya baru saja dimulai. Parahnya lagi, lonjakan harga tersebut diprediksi bakal bergeser menjadi sebuah standar normal baru (new norm) di industri hardware. Era perangkat elektronik murah meriah tampaknya harus resmi kita lupakan untuk beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Apple Resmi Naikkan Harga iPad & Mac Akibat Badai Harga RAM SSD

Pabrik BaruTetap Gak Cukup

Sebagai salah satu produsen PC terbesar di planet bumi, Lenovo memiliki akses berkala untuk memantau jalur pasokan langsung dari para raksasa semikonduktor hulu. Kemampuan mereka dalam memproyeksikan rasio antara permintaan pasar (demand) dan ketersediaan barang (supply) jelas tidak perlu diragukan lagi.

Hasil analisis internal Lenovo menunjukkan fakta yang cukup mengerikan. Meskipun tiga penguasa memori dunia—Samsung, SK hynix, dan Micron—saat ini sedang jor-joran mempercepat pembangunan pabrik (fab) semikonduktor baru demi mendongkrak kapasitas produksi, langkah tersebut dinilai tetap tidak akan cukup untuk mengejar badai permintaan di pasar.

Belum jelas apakah kapasitas pabrik baru ini yang memang kurang mumpuni atau kalkulasi proyeksi global yang meleset, namun yang pasti, Lenovo yakin kelangkaan pasokan DRAM dan NAND Flash akan bertahan jauh lebih lama dari perkiraan awal semua orang.

Prediksi Horor Lenovo: Kenaikan Harga RAM & SSD Bakal Awet Sampai 2030!

Efek Serakah Data Center

Jika kilas balik sedikit, grafik kenaikan harga hardware ini pertama kali merangkak naik pada awal kuartal keempat (Q4) tahun 2025 lalu. Nah, menurut perhitungan taktis Lenovo, tren pendakian harga ugal-ugalan ini berpotensi besar untuk terus melaju konsisten hingga akhir dekade ini, alias tahun 2030 bahkan lebih!

Biang kerok utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah masifnya pembangunan infrastruktur pusat data (data center) global yang dipicu oleh menjamurnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Selama korporasi raksasa terus berebut dan memborong stok chip memori untuk kebutuhan server mereka, maka harapan bagi para antusias rakit PC (DIY) untuk mendapatkan RAM atau SSD murah dalam waktu dekat dipastikan bakal sirna.

Nasib harga pasar ke depannya akan sepenuhnya bergantung pada seberapa cepat dan masifnya kapasitas produksi yang bisa disemburkan oleh SK hynix, Samsung, dan Micron untuk menyeimbangkan pasar harian.

Pernyataan Lenovo ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Jika sebelumnya ASUS sempat memproyeksikan kenaikan harga mulai melandai di kuartal ketiga tahun ini, laporan jangka panjang dari Lenovo justru mengingatkan bahwa “jenuhnya” harga tersebut hanyalah fase istirahat sementara sebelum harganya mendaki lagi. Jadi, kalau kalian memang punya dana dan butuh upgrade RAM atau SSD untuk kerja rodi sekarang, menunda pembelian dengan harapan harganya bakal anjlok tahun depan tampaknya bukan lagi strategi yang rasional.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.