Drama Wajah Grace di Resident Evil Requiem: Capcom Malah Senang DLSS 5 Bikin Ribet?
Peluncuran teknologi DLSS 5 dari NVIDIA awalnya digadang-gadang sebagai revolusi neural rendering. Namun, bagi para penggemar Resident Evil Requiem, teknologi ini justru memicu kontroversi besar gara-gara perubahan wajah karakter ikonik, Grace. Alih-alih merasa terganggu dengan protes netizen, petinggi Capcom justru punya sudut pandang yang cukup unik menanggapi kegaduhan ini.
Baca juga: Reinkarnasi RTX 3060 12 GB: NVIDIA Siap Rilis Di Bulan Juni
Dalam wawancara terbaru dengan Eurogamer, Masato Kumzawa selaku produser game tersebut, justru melihat amukan pemain sebagai indikator positif. Menurutnya, banyaknya komentar yang tidak ingin desain asli Grace diubah membuktikan bahwa timnya sudah berhasil menciptakan desain karakter yang sangat dicintai.
“Fakta bahwa banyak pemain yang sangat menyukai desain asli Grace dan tidak ingin melihatnya berubah adalah hal positif—itu artinya kami berhasil membuat desain yang tepat,” ujar Kumzawa. Baginya, ini adalah bukti nyata bahwa Grace sudah punya basis penggemar yang loyal dalam waktu singkat.
Namun, ada satu isu yang masih menggantung. Pihak Capcom tetap bungkam mengenai tuduhan bahwa mereka tidak melibatkan, atau bahkan tidak memberi tahu tim pengembang game sendiri mengenai potensi perubahan desain karakter akibat sistem AI pada DLSS 5 tersebut.
Rekor Penjualan Tercepat Sepanjang Sejarah
Meski wajah Grace jadi bahan perdebatan teknis, hal itu terbukti tidak menghambat antusiasme pasar. Hanya dalam waktu 16 hari sejak peluncuran, Resident Evil Requiem sudah ludes terjual lebih dari 6 juta unit di seluruh dunia.
Pencapaian ini menobatkan Requiem sebagai judul dengan penjualan tercepat dalam sejarah franchise Resident Evil. Direktur Koshi Nakanishi mengaku lega karena strategi mereka untuk menutup rapat kejutan plot—terutama soal kembalinya pemain ke Raccoon City—terbukti manjur membuat para pemain kegirangan.
Langkah Capcom yang melihat kontroversi sebagai validasi kesuksesan desain ini memang pintar secara public relations. Tapi di sisi lain, ini jadi alarm buat para vendor hardware. Kalau teknologi sekelas DLSS 5 sampai mengubah estetika karakter yang sudah paten, itu bukan lagi sekadar optimasi performa, tapi sudah masuk ke ranah perubahan visi artistik tanpa izin.
Melihat angka penjualan yang tembus 6 juta unit, sepertinya gamer lebih peduli sama nostalgia Raccoon City daripada sekadar urusan “operasi plastik” mendadak akibat AI.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
