Kurangi Ketergantungan NVIDIA, SpaceX Berencana Produksi GPU Sendiri
Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dilaporkan tengah bersiap menghadapi tantangan besar: memproduksi chip AI atau GPU secara mandiri. Langkah ini terungkap dalam dokumen pengajuan S-1 SpaceX menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang direncanakan pada musim panas tahun ini.
Baca juga: Ubisoft Umumkan Assassin’s Creed Black Flag Resynced: Rilis 9 Juli 2026
Dalam dokumen tersebut, SpaceX mengidentifikasi bahwa keterbatasan pasokan chip dan biaya perangkat keras komputasi yang tinggi sebagai risiko operasional dan finansial yang serius. Saat ini, SpaceX masih sangat bergantung pada pemasok pihak ketiga (seperti NVIDIA) tanpa kontrak jangka panjang, yang membuat mereka rentan terhadap lonjakan harga atau kelangkaan barang di pasar global.
Ambisi SpaceX untuk memproduksi GPU sendiri dikaitkan erat dengan proyek Terafab. Proyek ini merupakan kolaborasi manufaktur antara Tesla, SpaceX, xAI, dan Intel yang berlokasi di Austin, Texas. Kompleks manufaktur canggih ini dirancang untuk memproduksi prosesor yang dibutuhkan untuk kendaraan otonom, robot humanoid (Optimus), hingga pusat data berbasis ruang angkasa.
Announcing TERAFAB: the next step towards becoming a galactic civilization https://t.co/IDKey07mJa
— Tesla (@Tesla) March 22, 2026
Tantangan Manufaktur Skala Besar
Membangun GPU bukanlah perkara mudah. Proses produksi chip mutakhir membutuhkan investasi miliaran dolar, material khusus, dan ribuan langkah manufaktur yang sangat presisi. Belum jelas apakah istilah “GPU” yang digunakan dalam dokumen tersebut merujuk pada unit pemrosesan grafis secara teknis, atau sekadar istilah umum untuk akselerator AI.
Hingga saat ini, belum ada detail mengenai siapa yang akan menangani teknologi fabrikasi di dalam Terafab. Namun, langkah ini mempertegas visi Musk untuk membangun infrastruktur AI internal yang terintegrasi di seluruh lini perusahaannya, guna memastikan operasional jangka panjang tanpa gangguan dari pihak luar.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
