ASUS ROG Pelta Review: Rekomendasi Headset Gaming Terbaik 2026?
Pasar headset gaming saat ini sebenarnya sudah sangat ramai. Dengan budget sekitar Rp1 jutaan, pengguna sudah bisa mendapatkan headset dengan kualitas audio yang cukup baik, desain nyaman, bahkan konektivitas wireless. Karena itu ketika sebuah headset hadir di angka 2 jutaan, ekspektasinya otomatis ikut naik.
Salah satu produk yang mencoba bermain di kelas tersebut adalah ASUS ROG Pelta Gaming Headset. Produk ini membawa sejumlah fitur menarik seperti koneksi tri-mode, driver titanium 50 mm, mikrofon boom detachable, hingga RGB Aura Sync. Secara positioning, jelas ini bukan headset entry level, melainkan headset premium yang menyasar gamer yang sudah berada di ekosistem ROG.
Namun seperti biasa, label premium belum tentu selalu berarti sempurna.
Baca juga: ASUS ExpertBook P3 (PM3406) Review: Rekomendasi Laptop Bisnis 2026?
Table of Contents
Desain & Build Quality
Dari sisi desain, ROG Pelta masih membawa DNA khas ROG. Tampilan headset ini terlihat cukup clean namun tetap terasa “gaming”. Logo mata ROG di bagian earcup menjadi elemen visual yang paling menonjol, apalagi karena didukung RGB Aura Sync yang bisa disinkronkan dengan perangkat ASUS lain lewat software.
ASUS juga menyediakan dua pilihan warna, hitam dan putih, yang cukup jarang ditemukan di headset gaming ROG sebelumnya.
Build quality-nya bisa dibilang solid. Material plastik yang digunakan terasa tebal dan tidak ringkih. Engsel dan rangka headset juga terasa cukup kokoh saat digunakan.
Satu hal yang cukup menarik adalah desain elastic headband dengan tiga level penyesuaian. Headband ini bisa dilepas atau dipasang untuk menyesuaikan ukuran kepala pengguna. Jika headset terasa terlalu longgar, strap ini bisa membantu membuatnya lebih pas.
Pendekatan seperti ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi efektif.
Dengan bobot sekitar 309 gram, ROG Pelta termasuk relatif ringan untuk headset gaming wireless.
Earcup-nya berbentuk oval dengan mesh fabric ear cushions yang breathable. Material kain seperti ini memang punya kelebihan dalam hal sirkulasi udara dibandingkan kulit sintetis.
Hasilnya, headset terasa cukup nyaman digunakan dalam waktu lama. Tidak terlalu panas di telinga dan tekanan di kepala juga tidak terasa berlebihan.
Namun ada satu konsekuensi dari desain ear cushion yang breathable ini. Isolasi suara tidak terlalu rapat, sehingga suara dari luar masih bisa sedikit masuk. Bagi sebagian orang mungkin tidak masalah, tapi bagi yang ingin pengalaman audio lebih immersive, ini bisa jadi catatan.
Konektivitas Tri-Mode
Salah satu nilai jual utama dari ROG Pelta adalah konektivitas tri-mode, yang terdiri dari:
- Wireless 2.4 GHz (ROG SpeedNova)
- Bluetooth
- USB-C Wired
Pendekatan ini membuat headset bisa dipakai hampir di semua perangkat, mulai dari PC, Mac, PlayStation, Nintendo Switch, hingga smartphone.
Mode 2.4 GHz dengan teknologi ROG SpeedNova menawarkan latency rendah yang lebih cocok untuk gaming. Audio terasa sinkron dengan visual game tanpa delay yang mengganggu.
Jika ingin lebih praktis, pengguna juga bisa menggunakan Bluetooth, misalnya untuk terhubung dengan smartphone atau tablet. Sementara USB-C wired bisa digunakan jika ingin bermain sambil mengisi daya. Secara konsep, fleksibilitas ini memang sangat menarik.
Namun dalam penggunaan sehari-hari, pairing Bluetooth kadang tidak selalu mulus. Saat mencoba menghubungkan ke smartphone atau PC melalui Bluetooth, perangkat kadang tidak langsung terdeteksi, sehingga proses pairing bisa sedikit lebih lama dari yang seharusnya.
Ini bukan masalah besar, tapi cukup terasa untuk produk di harga dua jutaan.
Kualitas Audio
ROG Pelta menggunakan driver 50 mm titanium-plated diaphragm dengan rentang frekuensi 20Hz – 20kHz. Karakter suara yang dihasilkan cenderung cukup balanced untuk sebuah headset gaming.
Bass terasa cukup dalam tanpa terlalu berlebihan, mid masih cukup jelas untuk dialog atau komunikasi dalam game, sementara treble terdengar cukup detail. Untuk game kompetitif seperti FPS, suara langkah kaki dan efek reload masih bisa terdengar cukup jelas.
Namun jika dibandingkan dengan beberapa headset di kelas harga yang sama, kualitas audionya tidak bisa dibilang yang terbaik di kelasnya. Suaranya bagus, tapi tidak sampai level yang benar-benar luar biasa.
Untungnya ASUS menyediakan dukungan software melalui Armoury Crate, yang memungkinkan pengguna untuk:
- Mengatur EQ audio
- Menyesuaikan pengaturan mikrofon
- Mengecek status baterai
- Mengatur RGB lighting
Sayangnya, software ini hanya tersedia di PC. Untuk pengguna Android atau iPhone, tidak ada aplikasi khusus untuk mengatur headset ini.
Mikrofon
ROG Pelta menggunakan 10 mm detachable super-wideband boom microphone.
Secara kualitas, mikrofon ini termasuk cukup bagus untuk kebutuhan gaming atau voice chat. Suara yang dihasilkan terdengar cukup jelas dan natural, tanpa distorsi berlebihan.
Boom mic-nya juga bisa dilepas pasang, serta mudah disesuaikan posisinya. Ada juga indikator lampu merah di ujung mikrofon untuk menunjukkan ketika mic sedang di-mute.
Ini fitur kecil, tapi cukup membantu saat sedang bermain game online.
Kontrol &Penggunaan
ASUS menempatkan berbagai kontrol langsung di earcup kiri, seperti:
- Tombol mute microphone
- Volume scroll wheel
- Tombol fungsi
- Power switch untuk berpindah antara Bluetooth dan 2.4 GHz
Secara penggunaan, kontrol ini cukup intuitif dan tidak terasa rumit. Semua fungsi penting bisa diakses tanpa harus membuka software.
Baterai & Pengisian Daya
Untuk ukuran headset wireless, baterai ROG Pelta termasuk cukup impresif. Dalam mode 2.4 GHz, headset ini bisa bertahan hingga:
- 70 jam dengan RGB mati
- sekitar 45 jam dengan RGB aktif
Sementara dalam mode Bluetooth, daya tahan baterai bahkan bisa mencapai 90 jam.
Pengisian daya juga cukup cepat. 15 menit charging bisa digunakan hingga sekitar 3 jam pemakaian, yang cukup membantu jika headset tiba-tiba kehabisan baterai sebelum bermain.
Harga & Posisi di Pasar
Di Indonesia, ROG Pelta dijual di kisaran Rp2,1 jutaan. Harga ini jelas menempatkannya di segmen premium. Artinya pasar headset ini tidak terlalu luas, karena banyak gamer yang mungkin lebih memilih headset di kisaran Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta yang sudah cukup baik.
Namun seperti biasa, brand ROG punya daya tarik tersendiri. Bagi banyak gamer, logo mata ROG bukan sekadar logo, tetapi juga bagian dari identitas setup gaming mereka.
link pembelian ASUS ROG Pelta: Shopee
Kesimpulan
ASUS ROG Pelta merupakan headset gaming yang menawarkan fleksibilitas koneksi yang sangat luas, desain nyaman, dan build quality yang solid. Konektivitas tri-mode membuat headset ini bisa dipakai hampir di semua perangkat, sementara baterai panjang menjadi nilai tambah yang cukup besar.
Namun di sisi lain, harga Rp2 jutaan terasa cukup tinggi, terutama ketika kualitas audio-nya masih berada di kategori “bagus”, bukan “luar biasa”. Ditambah lagi beberapa hal kecil seperti pairing Bluetooth yang kadang tidak langsung mulus serta tidak adanya aplikasi mobile. Bagi pengguna yang sudah berada di ekosistem ROG dan ingin headset wireless fleksibel dengan desain nyaman, ROG Pelta masih cukup menarik.
Tapi bagi yang hanya mencari headset gaming dengan kualitas audio terbaik di harga yang sama, pilihan di pasar sebenarnya masih cukup banyak.
Singkatnya, ROG Pelta masih menjadi pilihan headset yang solid, fleksibel, dan nyaman — tapi harganya mungkin membuat sebagian orang berpikir dua kali. Jadi keputusan akhirnya sebenarnya cukup sederhana. Kalau kalian punya budget lebih dan ingin headset dengan build quality bagus, fleksibilitas koneksi lengkap, serta masuk ke ekosistem premium ROG, maka ROG Pelta sangat layak untuk dipertimbangkan.
Tapi kalau masalah utama ada di harga, pasar headset gaming saat ini sangat luas. Dengan dana lebih rendah, kalian masih bisa menemukan banyak opsi yang secara performa sudah sangat cukup untuk gaming sehari-hari. Dengan kata lain, ROG Pelta bukan headset yang buruk — hanya saja tidak semua orang benar-benar membutuhkan headset 2 jutaan.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :














