>

Qualcomm Siap Invasi PC Desktop: Snapdragon X2 Elite Segera Hadir

Qualcomm Siap Invasi PC Desktop: Snapdragon X2 Elite Segera Hadir

Qualcomm nampaknya sudah tidak puas hanya berkuasa di kantong (smartphone) dan tas (laptop). Melalui teaser video terbaru yang diunggah di kanal YouTube resminya pada 13 Januari lalu, raksasa chip ini memberikan sinyal kuat: Era Desktop ARM telah tiba.

Video berdurasi satu menit tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa prosesor Snapdragon X Series—yang kemungkinan besar adalah generasi X2 Elite—kini siap merambah perangkat desktop untuk melayani para kreator, pengembang, hingga gamer.

Baca juga: Update Windows 11 Terbaru “Sunat” Performa GPU NVIDIA Hingga 20 FPS!

“Next-Gen Desktop”: Lebih dari Sekadar Laptop Tanpa Layar?

Dalam deskripsi videonya, Qualcomm mengeklaim bahwa terobosan yang sebelumnya mengubah wajah industri laptop kini dibawa ke PC desktop. Salah satu kalimat dalam video tersebut bahkan cukup berani (meski terasa agak janggal secara tata bahasa) dengan menyebut: “PC fleksibel ini menghadirkan apa yang tidak dimiliki desktop warisan (legacy).”

Qualcomm Siap Invasi PC Desktop: Snapdragon X2 Elite Desktop Segera Hadir

Visual dalam video tersebut memperlihatkan:

  • Unit desktop kompak berwarna hitam dan perak metalik.
  • Penggunaan periferal nirkabel yang terhubung ke monitor ultrawide.
  • Fokus pada efisiensi daya dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi ciri khas arsitektur Snapdragon.

Namun, tidak semua pihak langsung terpukau. Laporan dari VideoCardz menyebutkan bahwa pesan dalam video tersebut berpotensi menyesatkan. Alasannya? Hingga saat ini Qualcomm hanya pernah memamerkan prototip Mini PC dengan sistem pendingin pasif (tanpa kipas).

Pada ajang Snapdragon Summit 2025 di Hawaii September lalu, unit yang muncul hanyalah perangkat seukuran “tatakan gelas” atau “puck hoki”. Para kritikus mempertanyakan apakah Snapdragon X2 Elite benar-benar bisa disebut “Desktop PC” jika performanya masih dibatasi oleh form factor mikro tanpa sistem pendingin aktif yang mumpuni untuk beban kerja berat seperti gaming AAA atau rendering 3D.

Langkah Qualcomm masuk ke pasar desktop di tahun 2026 bisa menjadi strategi yang sangat berani sekaligus berisiko. Di satu sisi, efisiensi energi Snapdragon adalah solusi tepat saat tarif listrik dunia sedang tidak stabil. Di sisi lain, mereka harus meyakinkan para gamer bahwa arsitektur ARM bisa menandingi kebuasan Intel Core i9 atau AMD Ryzen 9 dalam menangani kartu grafis kelas berat seperti seri RTX 50.

Pertanyaan besarnya: Apakah vendor seperti ASUS, HP, atau Dell akan merilis PC desktop Snapdragon dalam bentuk tower besar, atau kita hanya akan melihat rentetan Mini PC yang mencoba “menyamar” sebagai komputer high-end?

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.