HP Gandeng Produsen Memori China di Tengah Krisis Global RAM Shortage
Raksasa teknologi HP dilaporkan sedang mengambil langkah drastis untuk mengamankan rantai pasokannya. Di tengah lonjakan harga dan kelangkaan memori yang mencekik, HP mulai melakukan kualifikasi terhadap pemasok memori asal China untuk mengurangi ketergantungan pada “Tiga Besar”: Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Analis senior dari Barron’s, Tae Kim, mengungkapkan bahwa manajemen HP telah menyampaikan kepada Bank of America mengenai langkah kualifikasi ini. Strategi ini menjadi sinyal kuat bahwa krisis memori global yang dipicu oleh ledakan infrastruktur AI telah mencapai titik di mana produsen PC besar harus mencari alternatif di luar pemain tradisional.
Baca juga: Gelombang Kenaikan Harga Komponen PC: PSU & CPU Cooler Diprediksi Naik hingga 10%
Table of Contents
Peluang bagi Produsen China
Berbeda dengan chip AI eksklusif seperti milik NVIDIA, chip memori (DRAM dan NAND) dianggap sebagai komoditas. Artinya, komponen ini lebih mudah diganti antar-merek asalkan memenuhi standar teknis.
HP kemungkinan besar melirik produsen seperti CXMT (ChangXin Memory Technologies) yang kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 300.000 wafer per bulan pada tahun 2026.
Untuk tahap awal, HP diprediksi akan menyematkan memori asal China ini pada produk yang ditujukan untuk pasar Asia dan sebagian Eropa guna menghindari kerumitan regulasi atau tarif impor AS yang masih dinamis.
HP management told BofA they are qualifying additional memory suppliers from China
What I wrote yesterday: “Unlike the proprietary AI chips made by Nvidia, memory chips are commodities, meaning they can be easily replaced. There is a higher degree of disruption risk. It may be a… pic.twitter.com/VNWvebj52g
— tae kim (@firstadopter) January 8, 2026
Krisis 2026: Harga “Gila-gilaan” & Penurunan Spesifikasi
Data pasar terbaru menunjukkan bahwa kelangkaan memori bukan sekadar masalah stok, tetapi sudah menjadi beban finansial bagi konsumen. Samsung dilaporkan telah menaikkan harga kontrak memori hingga 60% – 70%. Bahkan, harga retail memori DDR5 di beberapa wilayah telah berlipat ganda sejak pertengahan 2025.
Untuk menjaga harga tetap kompetitif, HP dan vendor lain (seperti Lenovo dan Dell) mulai memperingatkan akan adanya penurunan spesifikasi. Laptop yang sebelumnya memiliki standar RAM 16 GB mungkin akan kembali ke 8 GB dengan harga yang tetap mahal.
Nasib Smartphone
Analis memprediksi harga ponsel di tahun 2026 bisa meroket hingga Rp 1.000.000 lebih mahal. Ponsel dengan RAM 16 GB diprediksi akan “punah” dari segmen menengah, digantikan oleh model dengan RAM lebih kecil atau penggunaan teknologi “RAM Virtual” untuk menekan biaya produksi yang naik 10% – 25%.
Prediksi: Shortage Hingga 2027?
Meskipun produsen memori utama bisa saja meningkatkan kapasitas produksi, pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu bertahun-tahun. Fasilitas baru milik SK Hynix (M15X) baru akan beroperasi penuh pada akhir 2026, sementara pabrik baru Micron diperkirakan baru aktif di paruh kedua 2027.
Ini berarti, fenomena panic buying oleh para perakit sistem dan produsen besar akan terus mendorong harga ke atas setidaknya hingga awal 2027.
Saran bagi Konsumen: Jika kalian berencana membeli laptop atau ponsel baru, para analis menyarankan untuk melakukannya sesegera mungkin sebelum stok lama dengan harga “normal” benar-benar habis.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

