>

Lonjakan Harga DRAM Dorong Pendapatan Industri Melonjak di Q3 2025

Lonjakan Harga DRAM Dorong Pendapatan Industri Melonjak di Q3 2025

Riset terbaru TrendForce menunjukkan bahwa industri DRAM global kembali memasuki fase pertumbuhan agresif. Pada kuartal ketiga 2025, pendapatan DRAM dunia menembus US$41,4 miliar, naik 30,9% QoQ, didorong oleh kenaikan harga kontrak DRAM, peningkatan pengiriman bit, serta tingginya permintaan HBM (High Bandwidth Memory) dari sektor AI.

Baca juga: Siap-Siap, Harga GPU AMD Bakal Naik Hingga 10% – NVIDIA Menyusul?

Harga Bersiap Meledak di Q4 2025

TrendForce memperingatkan bahwa kuartal keempat akan menjadi titik panas berikutnya. Stok DRAM para pemasok berada di titik hampir habis, sementara pengiriman bit diperkirakan tidak lagi tumbuh seagresif sebelumnya. Dengan Cloud Service Providers (CSP) yang masih bersedia membayar harga premium untuk mengamankan pasokan, aplikasi lain di pasar — termasuk PC, smartphone, dan GPU — praktis terpaksa mengikuti kenaikan harga.

Sebagai akibatnya, harga kontrak DRAM diproyeksikan melonjak 45–50% QoQ, sementara total harga kontrak (gabungan DRAM + HBM) bisa naik hingga 50–55%.

Lonjakan Harga DRAM Dorong Pendapatan Industri Melonjak di Q3 2025

Peta Persaingan

SK hynix mempertahankan posisi nomor satu dengan pendapatan US$13,75 miliar (+12,4% QoQ). Meski angka bit shipment meningkat tajam, persaingan sengit membuat pangsa pasarnya turun menjadi 33,2%Samsung mencatat kejutan positif dengan lonjakan pengiriman bit, mendorong pendapatan naik 30,4% menjadi US$13,5 miliar dan pangsa pasar 32,6%.

Micron menjadi bintang kuartal ini: dengan pertumbuhan ASP dan bit shipment yang solid, pendapatannya melesat 53,2% ke US$10,65 miliar, memperluas pangsa pasar menjadi 25,7%Tren ini mengindikasikan bahwa “Big Three” — Samsung, SK hynix, dan Micron — sama-sama menikmati rebound besar yang dipicu oleh permintaan AI dan persediaan yang menipis.

Produsen Taiwan Ikut Panas

Di luar tiga raksasa industri, para pemasok Taiwan juga menikmati momentum kuat. Seluruh perusahaan mencatat pertumbuhan lebih dari 20% QoQ, didorong oleh permintaan tinggi untuk DRAM node matang yang kini mengisi kekosongan akibat agresifnya migrasi node dari pemain besar.

  • Nanya menjadi yang paling bersinar dengan pertumbuhan 84% QoQ ke US$627 juta, hasil dari kombinasi kenaikan volume dan ASP.
  • Winbond meraih pendapatan US$222 juta (+21,4% QoQ).
  • PSMC, yang hanya memproduksi DRAM konsumer, mencatat lonjakan 62,8% ke US$33 juta, sementara pendapatan foundry-nya ikut naik hingga total pertumbuhan 36%.

Dengan harga DRAM yang diperkirakan terus naik hingga awal 2026, pasar gadget dan komputasi kemungkinan akan mengalami gelombang kenaikan harga — mulai dari PC, laptop, hingga GPU gaming. Produsen yang tak bisa mengamankan pasokan HBM dan DRAM bisa menghadapi hambatan produksi signifikan, terutama di sektor AI dan gaming.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.