AMD Raup Pendapatan Rekor di Q3 2025 Berkat Ledakan Permintaan AI
AMD kembali mencetak tonggak penting pada kuartal ketiga 2025. Perusahaan melaporkan pendapatan US$9.2 miliar, nilai tertinggi dalam sejarah AMD, diikuti profitabilitas yang kuat di seluruh lini bisnis. Kinerja ini disebut sebagai hasil dari lonjakan permintaan pada prosesor EPYC, Ryzen, serta keluarga Instinct AI accelerators yang kini menjadi pilar pertumbuhan baru perusahaan.
Baca juga: Dapat Suntikan US$20 Juta, CloudMile Bidik Dominasi AI Asia Tenggara
Dalam pernyataannya, CEO AMD Dr. Lisa Su mengatakan bahwa kuartal ini menunjukkan percepatan nyata dalam arah pertumbuhan AMD. “Permintaan yang luas untuk compute dan AI memberikan hasil yang sangat kuat bagi kami,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh CFO Jean Hu, yang menegaskan bahwa portofolio komputasi AMD yang terus berkembang mendorong pertumbuhan pendapatan dan arus kas yang sehat.
Table of Contents
Sorotan Keuangan Utama Q3 2025
- Revenue: US$9.2 miliar
- Gross Margin: 52% (GAAP), 54% (non-GAAP)
- Operating Income: US$1.3 miliar (GAAP), US$2.2 miliar (non-GAAP)
- Net Income: US$1.2 miliar (GAAP), US$2 miliar (non-GAAP)
- EPS: US$0.75 (GAAP), US$1.20 (non-GAAP)
Di segmen data center, AMD mencatat peningkatan permintaan untuk 5th Gen EPYC dan GPU Instinct MI350 Series, menjadikan divisi ini tetap menjadi motor utama AMD. Sementara itu, bisnis client dan gaming juga melesat, didorong oleh penjualan Ryzen yang mencapai rekor baru serta meningkatnya permintaan GPU Radeon dan semi-custom. Hanya segmen embedded yang mengalami penurunan tipis secara tahunan.
Kinerja Per Segmen
Data Center
Pendapatan: US$4.3 miliar (↑22% YoY)
Ditopang permintaan kuat untuk 5th Gen EPYC dan GPU AI Instinct MI350 Series.
Client & Gaming
Pendapatan: US$4 miliar (↑73% YoY)
- Client: Rekor baru di US$2.8 miliar (↑46% YoY) berkat penjualan Ryzen yang terus meningkat.
- Gaming: US$1.3 miliar (↑181% YoY) dari permintaan Radeon dan semi-custom.
Embedded
Pendapatan: US$857 juta (↓8% YoY).
Di luar laporan finansial, AMD juga menunjukkan momentum besar dalam ekosistem AI global. Perusahaan mengumumkan kerja sama strategis dengan OpenAI untuk penyediaan GPU dalam jumlah masif yang akan mendukung infrastruktur AI generasi berikutnya. Oracle, Cisco, IBM, Cohere, hingga berbagai platform cloud seperti Vultr dan DigitalOcean juga memperluas penggunaan GPU Instinct di layanan mereka. Selain itu, AMD memamerkan desain rack-scale “Helios” yang diadopsi beberapa mitra besar untuk membangun superkomputer dan cluster AI berskala nasional.
AMD juga menambah portofolio produk melalui peluncuran ROCm 7, prosesor Ryzen Threadripper 9000 Series, serta lini embedded terbaru yang ditujukan untuk perangkat industri dan komputasi edge. Semua ini menunjukkan strategi AMD yang semakin agresif dalam menyasar beban kerja AI, enterprise, dan komputasi performa tinggi.
Inisiatif Produk & Software Terbaru
- ROCm 7 dirilis, menghadirkan peningkatan kinerja AI dan perangkat enterprise.
- Threadripper 9000WX/9000 PRO untuk workload kreator profesional.
- FSR 4 makin luas dengan 85+ game mendukung teknologi AI-upscaling ini.
- Peluncuran EPYC Embedded 4005 dan Ryzen Embedded 9000 untuk perangkat industri & edge.
Untuk kuartal keempat 2025, AMD memproyeksikan pendapatan sekitar US$9.6 miliar, yang menandakan pertumbuhan tahunan sebesar 25%. Pada titik tengah, ini berarti:
- Pertumbuhan YoY: ~25%
- Pertumbuhan QoQ: ~4%
- Non-GAAP Gross Margin: ~54.5%
Proyeksi tersebut tidak memperhitungkan pengiriman GPU Instinct MI308 ke pasar China, sehingga masih ada potensi upside di periode berikutnya.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
