Harga DDR5 Mulai Stabil, Tapi Masih Rentan Fluktuasi
Setelah mengalami lonjakan harga dalam beberapa bulan terakhir, pasar memori mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, terutama di segmen konsumer. Menurut data terbaru dari TrendForce, harga DDR5 dan NAND flash mulai mendingin, sementara segmen penyimpanan enterprise justru terus menguat berkat permintaan dari infrastruktur AI.
Baca juga:Â PSU 80 Plus Ruby: Standar Efisiensi Baru Lebih Tinggi Dari Titanium?
Harga spot DRAM, khususnya DDR5, telah mengalami kenaikan stabil sejak akhir 2024. Namun, kini tren tersebut mulai melambat. Beberapa harga spot DDR5 bahkan melampaui harga kontrak, sebuah fenomena yang mendorong banyak pembeli dan pedagang kembali melirik DDR4 sebagai opsi yang lebih stabil dan aman secara investasi.
Salah satu contoh nyata, chip DDR4 populer 1Gx8 3200MT/s mengalami lonjakan harga dari $2.18 menjadi $2.46 dalam seminggu—naik 12,8 persen. Meski demikian, para analis memperkirakan ruang untuk kenaikan harga lebih lanjut cukup terbatas. Ke depan, harga spot diprediksi naik lebih lambat, sembari menunggu harga kontrak menyusul dan menyempitkan gap yang ada.
Di sisi NAND flash, tren serupa juga terlihat. Setelah meroket sejak Februari 2025, harga spot kini mulai tergelincir. Harga wafer TLC 512Gb turun tipis sebesar 0,18 persen minggu ini ke angka $2.73. Minat beli mulai menurun, dan pasar menunjukkan sinyal keraguan. Para pemasok pun mendorong lebih banyak stok ke pasar, yang makin menekan permintaan jangka pendek.
Meski segmen konsumer mulai tenang, penyimpanan enterprise tetap panas. Laporan sebelumnya dari TrendForce menyebutkan bahwa permintaan AI dari perusahaan cloud besar di Amerika Utara mendorong lonjakan permintaan enterprise SSD. Investasi untuk server AI terus meningkat, sehingga harga SSD enterprise diperkirakan naik hingga 10% pada Q3 2025. Ketersediaan inventaris masih ketat, dan pasokan diperkirakan kesulitan mengejar lonjakan kebutuhan.
Tahun lalu, harga DRAM sempat diperkirakan akan menurun di awal 2025 karena penyesuaian stok dan strategi pembelian hati-hati dari OEM. Namun, kenyataannya kini lebih kompleks: segmen konsumer mulai stabil, sementara enterprise memanas karena AI.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :


