Cara Memilih Motherboard Yang ideal : Pahami Faktor Penting & Istilah Yang Seringkali Hadir
Gimana sih cara memilih motherboard yang ideal? Ada beberapa faktor yang perlu kalian ketahui lebih pasti, entah kalian berencana ingin memilih motherboard berdasarkan chipset AMD atau Intel. Untuk itulah, mari kita ungkap lebih dalam pada artikel tutorial kami kali ini. Setidaknya, akan ada banyak manfaat yang bisa kalian dapatkan.
Baca juga : Prosesor Desktop Intel Generasi Ke-11 Rocket Lake-S : Hal Yang Perlu Kalian Ketahui
Table of Contents
Begini Cara Memilih Motherboard Yang ideal
Ketika bicara mengenai motherboard alias mobo, ini merupakan komponen penting pada PC agar semua komponen lain bisa menjalin komunikasi, seperti CPU, VGA, RAM ataupun storage. Semua komponen ini akan berinteraksi satu sama lain dan menghadirkan harapan kinerja yang sesuai dengan apa yang di inginkan pengguna.
Ada banyak pilihan seru yang sudah hadir, dan terkadang pilihan mahal enggak selalu sesuai dengan harapan, atau pilihan murah terkadang jauh dari apa yang bisa kalian pikirkan. Untuk itulah, mengetahui poin penting bisa jadi modal awal yang positif untuk mendapatkan motherboard ideal.
Chipset Motherboard
Pertama, kalian perlu mengetahui chipset motherboard itu sendiri. Ini merupakan simbol tentang kemampuan perangkat hardware ini bisa memberikan efek untuk semua komponen yang menjalin komunikasi melalui mobo.
Mengetahui chipset sangat penting, karena bisa membantu kebutuhan yang sesuai dengan apa yang di inginkan pengguna saat akan memakai perangkat PC maupun target budget yang akan dikeluarkan.

Chipset bisa jadi perwakilan dari kelas tertentu. Misal, chipset entry level seperti AMD A520 bisa menggambarkan kelas entry level dengan opsi umum yang ditawarkan pada mobo ini biasanya enggak mendukung port USB yang banyak, lebih sedikit soket memori, lebih sedikit port SATA atau bahkan VRM yang lemah. Biasanya ideal buat kasual user yang punya anggaran sangat terbatas dan beban pekerjaan yang ringan.
Socket Motherboard
Kemudian soket motherboard, yang bisa jadi penunjuk bagaimana hardware ini mendukung sejumlah generasi CPU tertentu. Mengetahui hal ini bisa memberikan kepastian tentang prosesor mana yang bisa dipasang dan bekerja pada motherboard yang ingin kalian pakai.

Inti dari Soket motherboard itu sendiri merupakan konektor pada motherboard yang menampung CPU. Soket menggunakan Pin Grid Array (PGA) atau LGA (land grid array) yang menggunakan pin dan sebagai indikator agar pengguna bisa memasang prosesor dengan pas sesuai dengan soket yang dibawa prosesor.
Sebagai contoh, motherboard dengan soket LGA 1200 tentu enggak kompatible dengan prosesor Intel Gen 9, apalagi dengan prosesor AMD. Itu karena soket ini lebih dikhususkan untuk prosesor terbaru Intel 10th gen maupun 11th gen.
Bentuk Faktor
Ukuran alias bentuk faktor motherboard juga bisa mempengaruhi, dan umumnya motherboard itu sendiri memiliki 4 ukuran, yaitu Extended ATX (EATX), ATX, Micro ATX, dan mini-ITX. Pilihan terbesar ada ditangan EATX umumnya, meskipun ada opsi lain yang jauh lebih besar. Namun untuk hitungan konsumen mainstream, standar untuk ukuran mobo ada di pilihan ini dengan ukuran sekitar 30×33 cm. EATX bisa mewakili motherboard mewah yang bisa menampung banyak komponen high-end, seperti multi-GPU, storage dan sebagainya. Meskipun hari ini cukup jarang juga sih.

ATX merupakan pilihan paling umum untuk motherboard dengan ukuran 30×24 cm, biasanya hadir untuk kelas mid-range hingga pilihan premium. Ukuran yang cukup luas ini bisa memberikan banyak keuntungan, seperti bisa menampung lebih banyak komponen peripheral maupun GPU, slot memori yang lebih banyak ataupun kemampuan daya yang juga lebih besar.
Sedangkan Micro-ATX atau biasa disebut mATX motherboard boleh dibilang menyederhanakan ukuran dengan dukungan komponen yang mencukupi, enggak banyak tapi pas. Seperti jumlah memori terkadang hanya dua slot, storage maupun opsi PCIe juga terbatas. Pilihan ini bisa mewakili kelas entry level dengan budget terbatas, namun ada juga sih opsi premiumnya.

Dan terakhir adalah mini-ITX, pilihan paling kecil untuk sebuah motherboard secara umum dengan ukuran standar 17x17cm. Bentuknya yang unik dan bisa bawa benefit tersendiri, seperti enggak butuh ruang extra terkadang bawa estetika tersendiri buat user. Harga relatif, ada yang mahal, ada juga masuk dalam hitungan terjangkau, tergantung chipset yang dibawa maupun merk. Mobo tipe ini bisa nampung komponen sangat terbatas, termasuk kompabilitasnya.
Voltage Regulator Module (VRM)
Salah satu bagian penting lainnya saat akan memilih motherboard adalah kehadiran Voltage Regulator Module (VRM). Modul-modul ini yang bertanggung jawab memberikan voltase bersih dan stabil ke CPU dan komponen lainnya. Jadi, ketika prosesor membutuhkan sejumlah daya yang pas, maka VRM motherboard akan memasok jumlah tegangan yang sesuai dengan apa yang diminta CPU.

Dan tidak hanya prosesor saja, namun sejumlah komponen lain seperti memori, chipset, dan sirkuit yang terpasang di motherboard. Biasanya, memeriksa VRM bisa jadi cara yang ideal untuk menentukan kualitas dan masa pakai motherboard secara keseluruhan, seperti kualitas kapasitor, MOSFET Driver, Power Phase, PWM Controller dan sebagainya.
Kesimpulan Awal
Jadi, gimana menurut kalian sejauh ini? kita harap apa yang kami ungkap akan memberikan manfaat besar saat kalian berencana akan membeli motherboard yang pas dan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa istilah di atas bisa jadi patokan untuk mendapatkan komponen berharga ini. Enggak semua sih kami ungkap, namun yang pasti semoga bermanfaat ya!
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
