AMD Ryzen 5 2600X Review : Suhu, Konsumsi Daya & Overclocking Value

Jika anda benar-benar masih terkesima dengan hasil ujicoba sebelumnya, maka hal tersebut masih belum sempurna dengan nilai konsumsi daya, Suhu dan nilai OC yang bisa diberikan oleh Ryzen 5 2600X. PIlihan ini mungkin tampak serupa dan bisa menjadi yang terbaik dalam hal kinerja produktivitas, namun kinerja yang besar tentu akan berdampak pula pada suhu dan konsumsi daya, terutama nilai OC yang bisa dihadirkan pada pendingin standar.

Untuk melihat hasilnya, ada 3 segmen yang hadir kali ini, yang terbagi antara Suhu, Konsumsi daya dan OC value. Pilihan ini siap menyajikan yang terbaik, meskipun tidak smeua hal yang baik hadir bersamanya.

 Indeks :

Baca juga : AMD Ryzen 5 2600 Review : Mid-Range CPU Tangguh Berikutnya

Suhu

Dan hal pertama berkaitan dengan suhu, dimana pilihan Ryzen 5 2600X tampaknya masih menyajikan sesuatu yang baik untuk kinerja default, tanpa ada banyak perbahan, termasuk OC. Anda akan baik-baik saja dengan kinerja standar non OC, apalagi ia bisa memberikan fitur boost clock hingga 4.2Ghz. Unit sample kami memiliki standar suhu sekitar 50° sd 65° untuk kinerja standar, termasuk untuk proses percobaan produktivitas extra dan itu masih terhitung baik-baik saja.

Namun, hal berbeda ketika OC hadir sebagai pilihan utama, apalagi jika anda mampu mengoverclock CPU tersebut hingga 4.2Ghz. Nilai suhu naik cukup drastis bahkan bisa mendekati suhu 90° dan itu sangat riskan. Tampaknya, kinerja pendingin Wraith Spire memiliki batasan untuk OC diatas 4.0Ghz. Sebaiknya pilihan ini diganti dengan produsen dari pihak ketiga seperti dari Corsair maupun merk unggulan lainnya.

Konsumsi Daya

Nilai konsumsi daya pada seri 2600X tampaknya masih menjadi yang terbesar dari 4 pilihan pesaing utama. Namun, pilihan ini tidak secara signifikan berbeda, apalagi mengingat apa yang bisa ditawarkan dalam hal kinerja, meski sisi OC juga memberikan dampak yang cukup besar dalam hal konsumsi daya. AMD Ryzen 5 2600X memiliki konsumsi hingga 405Watt saat di OC hingga 4.2Ghz, jadi sebaiknya perhatikan suhu dan kapasitas PSU.

Ryzen 5 2600X Review

Proses manufaktur 12nm tampaknya bisa memberikan dampak yang besar, termasuk pada urusan konsumsi daya. AMD bisa dikatakan kini jauh lebih efisien dalam urusan ini, namun masih tetap menjadi pilihan yang tertinggi. Jika anda merasa bahwa pilihan ini terlalu jauh untuk dimiliki, maka pilihan seri Non-X bisa menjadi pilihan terbaik.

Performa Overclocking

Meskipun prosesor ini memiliki fitur boost clock hingga 4.2Ghz, kita bisa menggunakan pilihan OC untuk tetap berada dikisaran tersebut dengan stabil. Pilihan ini bisa memberikan dampak yang sangat besar untuk kinerja, apalagi jika anda menginginkan pilihan yang jauh lebih solid dalam performa produktivitas maupun Gaming.

Melihat hasil tes yang kami lakukan pada Cinebench R15, Ryzen 5 2600X memiliki dampak yang cukup signifikan saat di overclock, bahkan jauh melebihi kinerja dari Intel Core i5 8600K dengan nilai OC hingga 5.1Ghz. Pilihan ini siap menyajikan kekuatan yang paling tangguh dalam urusan produktivitas.

Namun, hal yang berbeda dalam hal gaming, dimana pilihan ini tidak mendongkrak nilai FPS jauh lebih tinggi, bahkan masih berada dibawah Intel. Hanya saja, kita bisa melihat bagaimana nilai FPS sedikit lebih tinggi sata diOC, meski pilihan seri non X tampak sedikit lebih baik (atau kurang lebih sama).

Dan perlu diperhatikan bahwa pilihan ini benar-benar sangat ideal untuk mereka yang menginginkan sepenuhnya fitur OC, karena untuk memompa kinerja OC diatas 4.2Ghz, anda dipastikan perlu pilihan pendingin yang jauh lebih baik daripada “sekedar” Wraith Spire.

Selanjutnya : Kesimpulan

 Indeks :



Comments

Related Posts