Bluehole Akan Tuntut Pengembang Fortnite Karena Pelanggaran Hak Cipta

Pengembang game Korea Selatan, Bluehole, yang menjadi bagian PlayerUnknown’s Battlegrounds hari ini mengumumkan bahwa mereka mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta terhadap pengembang Fortnite Epic Games pada bulan Januari tahun ini. Hal itu diungkap oleh Korea Times, yang memberikan sejumlah pandangan mengapa mereka melakukan langkah besar tersebut.

Kita tahu bahwa Fortnite dan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG)menjadi salah stau game paling populer hari ini, khususnya yang berkaitan dengan battle royale gameplay. Pilihan pertama sebenarnya sudah terlebih dahulu hadir dengan seri dari PUBG, namun kehadiran Fortnite, termasuk untuk beberapa platform memberikan langkah tegas bahwa pilihan tersebut tidak kalah populer, apalagi pengembang EPIC Games menyediakannya secara gratis.

Baca juga : Sedikit Pandangan Umum Tentang PUBG Mobile

Bluehole Ajukan pelanggaran hak cipta terhadap pengembang Fortnite

Bluehole menjelaskan bahwa mereka menyesalkan dari apa yang dilakukan mantan mitra Epic Games yang telah merilis game serupa. Seorang karyawan secara resmi mengumumkan pada hari Jumat bahwa perusahaan tersebut telah mengajukan perintah penahanan dan pengajuan tuntutan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Pengadilan sekarang akan mengklarifikasi apakah mpengembang Epic Games benar-benar menyalin dari game yang sudah diterbitkan pada bulan Maret 2017 di Steam’s Early Access program untuk seri game PlayerUnknown’s Battlegrounds.

Fortnite saat ini semakin populer, dimana Battle Royale dengan nuansa animasi dan sangat menyenangkan untuk dimainkan tersebut muncul pertama kali pada bulan Juli tahun 2017. Sementara PUBG sejak awal memiliki konsep game Battle Royale yang lebih diimplementasikan, di mana ada 100 pemain hair sejak awal untuk menjadi yang terbaik dan bisa bertahan hidup hingga permainan selesai.

Dan nyatanya Fortnite awalnya hanya menawarkan mode “save-the-world” berbayar di mana ia hanya akan hadir dalam fitur co-op melawan AI dalam urusan gameplaynya. Namun sejak bulan September 2017, Epic game menawarkan adaptasi free-to-play dari konsep Battle Royale. Bahkan tuduhan plagiarisme pun terdengar keras, dimana permainan ini jelas telah mengambil alih elemen permainan dan menyalin interface pengguna, ungkap BlueHole. Hal lain yang rumit adalah bahwa PUBG didasarkan pada Unreal Engine yang sama dengan apa yang dikembangkan oleh Epic Games, yang juga digunakan oleh Fortnite.

Meski begitu, kedua pilihan ini sama-sama populer dimata gamer. PUBG memiliki lebih dari 40 juta kopi yang telah terjual di Steam hingga pada bulan April 2018 dan 4 juta di Xbox. Meski, hype di sekitar judul PUGB sedikit memudar dan Fortnite yang kini menikmati popularitas yang sedikit lebih tinggi. Bahkan, salah satu alasan utama mengapa Fortnie bisa jauh lebih populer, Epic Games memiliki persyaratan perangkat keras yang jauh lebih rendah. Baik PUBG dan Fotrnite kini sudah tersedia untuk perangkat seluler, dan sajian ini tentu akan kembali berseteru dalam urusan untuk mendapatkan yang terbaik.

 Baca Juga :



Comments

Related Posts